fbpx
Suara Peternakan

Kerbau Murrah Penghasil Susu Terbaik di Indonesia

SUARAPETERNAKAN.COM – Kerbau murrah merupakan kerbau yang banyak diternakkan di Indonesia. Asal kerbau dari daerah Medan, Sumatera Utara didatangkan dari India selama masa penjajahan Belanda. Daerah asli kerbau murrah berada di Utara Pradesh Barat, Delhi, Haryana di India serta Karaci di Pakistan.

Murrah merupakan jenis kerbau perah, penghasil susu dan lemak yang paling efisien. Adapun ciri-ciri spesifik kerbau murrah yaitu bentuk tubuh massiv, bangun tubuhh kuat dengan punggung yang pendek dan luas. Leher ringan, kepala seimbang, tubuh padat, pinggul luas berhubungan dengan kuarter kelenjar susu. Badan pendek dan kuat serta padat. Ekor mempunyai bulu kipas berwarna putih. Tanduk melingkar dalam bentuk spiral.

Memiliki warna tubuh yang hitam. Ambing berkembang baik, vena susu menonjol dan keempat puting susu terpisah satu dengan lainnya dan cukup jauh. Puting pada bagian depan lebih panjang dibanding dengan puting bagian belakang.

Tinggi gumba dan panjang badan kerbau jantan 142 cm dan 149,8 cm sedangkan betina sekitar 132,1 dan 147,3 cm. Kerbau jantan mempunyai berat badan 566,9 kg, lingkar dada 220,7 cm. Sedangkan kerbau betina dewasa berat badan mencapai 430 kg dan lingkar dada 218,4 cm.

Produksi susu rata-rata 3.500 – 4.000 lbs (1 lbs= 0,453 kg) setiap laktasi. Kerbau murrah merupakan kerbau perah utama di dunia. Menghasilkan susu 5.000 – 7.000 lbs per laktasi. Kerbau murrah dari keturunan Nili, Ravi dan kundi. Kerbau Nili dan Ravi merupakan keturunan kerbau dari pakistan. Sedangkan kerbau kundi berasal dari daerah Shindi.

Di Indonesia kerbau ini banyak diternak oleh orang keturunan India di Medan, Sumatera Utara dan dikenal dengan nama Sapi Murrah.

Berternak sapi murrah relatif lebih mudah dibandingkan berternak sapi biasa. Seperti para peternak sapi murrah di Medan, kegiatan dimulai pada pagi hari dengan mengeluarkan semua ternak dari kandang.  Menjelang siang, sapi dibawa ke lahan yang banyak rumputnya, agar sapi murrah bisa makan sampai kenyang. Kegiatan pemerahan susu dilakukan pada siang hari pukul 12.00 dan pagi hari pukul 03.00.

Makanan yang utama adalah rumput gajah. Pakan berupa rumput raja, rumput setaria, rumput benggala dan rumput lapangan. Selain rumput, ada pakan lain yang juga baik untuk perkembangan sapi murrah yaitu kacang-kacangan seperti lamtoro, glirisidia (gamal) dan turi; limbah pertanian seperti jerami padi, jerami jagung, jerami kedelai dan jerami kacang buah.

Sapi murrah juga dapat diberi pakan campuran terdiri atas 70% rumput-rumputan dan 30% kacang-kacangan atau konsentrat sebanyak 2- 5 kg/hr/ekor yang terdiri dari dedak halus, bungkil kacang.

Kandang dibuat untuk menjaga kesehatan dan keselamatan sapi murrah terutama pada malam hari. Kandang yang baik, dilengkapi dengan tempat makan dan tempat minum. Setiap ekor sapi murrah membutuhkan kandang dengan ukuran 1,5 m X 2 m untuk sapi dewasa dan 1 m X 0,8 m untuk sapi anak-anak.

Ada beberapa jenis penyakit yang harus diwaspadai dalam budidaya sapi murrah. Beberapa penyakit dibawah ini sering menyerang ternak kerbau termasuk sapi murrah, antara lain :

Antraks
Penyakit antrax disebabkan oleh kuman antraks. Gejala yang muncul antara lain bengkak pada dada, leher, dan perut, serta keluar darah dari hidung. Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan memberikan vaksinasi antrax.

Brucellosis
Penyakit bucellosis disebabkan oleh kuman brucella. Kuman ini bisa menyebabkan keguguran pada kebuntingan 5 – 8 bulan. Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan pemeriksaan darah secara berkala, menjaga kebersihan kandang, dan vaksinasi

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap sumber protein hewani, daging dan susu kerbau dapat dijadikan alternatif selain daging dan susu sapi. Selama ini, daging dan susu sapi masih belum bisa dipenuhi oleh produksi dalam negeri.  Berkembangnya ternak kerbau diharapkan dapat  mengurangi ketergantungan terhadap impor susu dan daging sapi. Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat Indonesia lebih mengenal ternak kerbau dan memanfaatkan hasilnya.

(berbagai sumber)

(Visited 99 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *