fbpx
Suara Peternakan

Kenali Penyakit pada Burung Merpati dan Pemeliharaan Kesehatannya

Suarapeternakan.com – Kelompok merpati yang padat dan kotor memungkinkan adanya parasit, seperti kutu dan kuman. Pakan yang basi, kondisi kandang yang pengap, dan kurangnya sinar matahari yang masuk kedalam kandang menyebabkan timbulnya gangguan penyakit.

Kebersihan kandang harus diperhatikan. Kandang merupakan tempat dimana burung akan tinggal di dalamnya selama hidupnya.

Umumnya merpati mempunyai daya tahan tubuh yang tinggi, sehingga tidak sulit untuk dipelihara. Tips merawat kesehatan burung merpati gampang-gampang mudah. Burung Merpati juga mudah menyesuaikan diri.

Penyakit-penyakit  pada merpati muncul disebabkan oleh beberapa hal, antara lain adanya binatang-binatang kecil yang mengganggu.

Melansir dari berbagai sumber, beberapa jenis penyakit yang dapat menyerang burung merpati adalah sebagai berikut:

Tetelo

Tetelo adalah jenis penyakit yang menyerang pada saluran pernafasan burung dara. Terjadi karena infeksi yang disebabkan oleh virus dan bersifat menular sehingga burung dara yang terangkit harus diisolasi. Gejalanya yaitu burung menjadi sering bersin bersin, mengeluarkan suara seperti mendengkur ketika bernafas, hidung terlihat basah dan berlendir, aktifitas menurun, serta sayap nya terlihat melemah.

Pencegahan dapat dilakukan dengan rutin memberi vitamin pada burung dara, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, serta sering mengganti air minum burung dara agar tidak kotor dan terserang bibit penyakit.

Kutu Air (Pigeon Pox)

Pigeon Pox  adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Gejalanya yaitu kulit menjadi bengkak bengkak seperti kutu air pada manusia, kulit melepuh, mincil benjolan dan bintik bintik pada area kaki, kelopak mata, dan area kulit lainnya pada bagian permukaan kulit.

Cara pencegahan yaitu jangan membersihkan kandang pada malam hari atau ketika hujan sebab dapat menimbun penyakit, rutin keringkan kandang dengan sinar matahari langsung agar tidak lembab dan basah, serta jauhkan dari tempat yang banyak nyamuk atau serangga lain yang mengganggu.

Berak Kapur

Penyakit berak kapur disebabkan oleh bakteri salmonella pullorum yang menyerang saluran pencernaan. Gejalanya ialah kotoran burung berbentuk cair dan berwarna keputihan seperti kapur, nafsu makan menurun, kesulitan untuk buang air, bulu berantakan, dan tidak bergairah. Merupakan penyakit yang dapat menular ke burung dara yang lain, cegah dengan cara rutin membersihkan sisa sisa makanan agar tidak menyebabkan jamur serta memberikan air minum dari air matang yang telah direbus.

Benjolan atau Bengkak Kemerahan di Hidung, Mata, Mulut

Penyakit pada burung dara yang berupa benjolan atau bengkak kemerahan di hidung, mata, dan mulut disebabkan oleh virus hemophillus gallinarum, dalam istilah kesehatan disebut penyakit snot. Gejalanya dapat dilihat langsung melalui tanda tanda fisik, yaitu muka bengkak, hidung berlendir, sering bersin, sesak nafas, dan nafsu makan menurun.

Penyakit ini termasuk jenis penyakit menular, burung dara yang terkena penyakit ini wajib dipisahkan dengan burung dara yang lain. Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang, sangkar, serta tempat makan minum burung agar jauh dari segala kotoran.

Paratypoid

Penyakit pada burung dara dapat menyerang usus atau saluran pencernaan, dalam istilah kesehatan disebut paratypoid yang dapat mematikan layaknya penyakit jantung pada manusia. Disebabkan oleh bakteri yang menyerang usus dan dengan cepat menyerang syaraf otak, hati, dan ginjal. Penyakit ini menular dengan mudah ke burung dara lain yang berdekatan dengannya. Jika dicampurkan dalam satu tempat atau berdekatan, dapat dipastikan dalam waktu 5 menit semua burung dara akan tertular.

Gejala nya yaitu burung dara tidak mau makan, diare disertai busa berwarna kehijauan, bulu leher berdiri, dan bila sendi ditekan akan bengkak. Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang dan teratur dalam menyemprotkan disinfektan yang mengandung clorine.

Bubul

Penyakit pada burung dara selanjutnya ialah bubul, yaitu penyakit yang menyerang permukaan kulit terutama bagian kulit pada telapak kaki burung dara. Penyebab utamanya adalah faktor kebersihan sangkar, juga kebersihan tempat bertengger burung dara. Gejalanya yaitu kaki burung membengkak, kuku memanjang, dan kaki melebar atau merenggang. Jika tidak segera diobati akan menyebabkan kaki burung menjadi infeksi sebab penyakit nya melebar atau bertambah besar.

Cacingan

Cacingan yaitu penyakit yang menyerang saluran pencernaan dan hati. Umumnya disebabkan oleh cacing tambang, cacing pita, dan cacing hati. Gejala penyakit cacingan pada burung dara ialah terlihat lemah, kurang bergairah atau menjadi lebih malas, nafsu makan menurun, bulu terlihat berantakan, berat badan menurun, dan kotoran berbentuk cair serta terlihat cacing cacing putih yang bergerak.

Dapat dicegah dengan menjaga kebersihan sangkar dan tempat makan minum burung dara. Sebab lingkungan yang kotor dapat menjadi sarang bakteri dan mengakibatkan munculnya cacing.

Diare

Terjadi karena bakteri yang menyerang saluran pencernaan atau karena keracunan makanan. Cirinya ialah kotoran berbentuk cair, berwarna keruh, berbau busuk, burung malas bergerak, dan nafsu makan turun. Kadang membuat tubuhnya cepat berubah, dari gemuk berubah drastis menjadi kurus. Diare pada burung dara dapat dicegah dengan memberi vitamin rutin untuk daya tahan tubuhnya dan membersihkan kandang serta tempat makan dan minum secara teratur.

Kutu Burung

Penyakit ini berbahaya jika dan membuat tubuh burung dara melemah jika kutu dalam jumlah banyak sebab kutu bersifat menyerang sehingga menyebabkan kulit burung dara sakit, tidak dapat tidur, dan membuat suara burung dara hilang. Disebabkan karena sangkar yang kotor, lembab, dan berbau, juga karena burung jarang dimandikan.

Canker

Merupakan penyakit pada burung dara yang disebabkan oleh virus yang berasal dari cairan cairan yang tidak segera dibersihkan atau pada lingkungan yang tidak maksimal kebersihannya. Sering terjadi karena burung dara mengutamakan minum daripada makan dan terjadi ketika induk menyalurkan makanan ke anak anak nya yang terkena cairan tersebut. Gejalanya yaitu benjolan di rongga mulut dan mata lambat dalam berkedip.

Penyakit tersebut dapat dicegah dengan menjaga kebersihan kandang, kebersihan tempat makan dan minum, serta menjaga kebersihan burung dara itu sendiri. Lingkungan yang bersih akan mencegah bakteri berkembang biak dan memberi rasa nyaman baik pada burung dara itu sendiri maupun anda sebagai pemiliknya.

(Visited 105 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *