fbpx
Suara Peternakan

Kementrian Pertanian Targetkan Bali Bebas Rabies Tahun 2019

SUARAPETERNAKAN.COM-Bali memiliki jumlah anjing liar yang banyak. memiliki anjing namun tidak memberikan vaksinasi rabies. Hal yang wajar ketika terjadi demikian karena vaksin anjing bisa mencapai setengah juta untuk satu dosis.

Tingginya gigitan anjing dan kasus manusia yang diberikan vaksin anti rabies di Bali. Bali menempati posisi kedua kasus positif rabies. Rabies dapat menyebabkan korban hingga meninggal dunia. Dikutip dari tempo.co, kasus kematian tertinggi akibat rabies terdapat juga di Sulawesi Utara, memakan korban meninggal hingga 28 jiwa pada 2015. Tahun berikutnya, dengan hanya 4,1 gigitan hewan penular rabies, korban meninggal akibat rabies pun masih tetap tertinggi, yaitu 21 korban jiwa.  

Tahun 2015 hanya ada 4,3 ribu gigitan hewan penular rabies, dan ada 2,1 kasus orang yang digigit dan diberi vaksin anti rabies. Walaupun jumlah gigitan itu 10 kali lebih kecil dibandingkan Bali pada tahun yang sama.

Pada 28 September, dunia memperingati Hari Rabies. Selain anjing, kelelawar dan monyet juga menularkan penyakit rabies. Namun 98 persen penularan rabies di Indonesia diakibatkan oleh anjing. Daerah sejak dulu terdapat banyak kasus rabies seperti di Bali.

Tidak semua gigitan anjing mengandung rabies. Anjing akan terlihat terkena rabies atau tidak setelah 10 hari menggigit. Karena ketika anjing dibunuh lebih awal sebelum meneliti apakah terkena rabies atau tidak.

Sebaiknya masyarakat lebih meningkatkan edukasi dalam mewaspadai menularnya penyakit ini kepada hewan-hewan peliharaannya.

Dikutip dari KEMENTAN Pertanian,  kini bali ditargetkan mendapatkan pengakuan internasional bebas rabies tahun 2019. Bertujuan untuk menunjang perekonomian Bali yang bertumpu terhadap industri pariwisata.

Selama 2008 sampai 2018, pemberantasan kasus rabies Bali menelan biaya Rp 300 miliar. Sekitar 90 desa memiliki anjing rabies. Ketut Diarmirta, direktur jenderal peternakan dan Kesehatan Hewan menteri pertanian megatakan,”Citra Bali dan Indonesia pun tentu akan membaik kalau kita bisa berantas habis serta mendapatkan pengakuan internasional.”   

(Visited 44 times, 1 visits today)

Related Articles