fbpx
Suara Peternakan

Kementan Wujudkan Swasembada Daging Sapi dengan Tiga Cara Ini

Suarapeternakan.com – Jakarta. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menargetkan swasembada daging bisa tercapai secepatnya. Arahan tersebut ditujukan kepada Jajaran Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH). 

Mentan juga mengingatkan perlu dilakukan terobosan-terobosan  dan kerja lebih keras  guna secepatnya mencapai target swasembada tersebut.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri menjelaskan bahwa mengingat saat ini populasi sapi dalam negeri masih kurang, ada beberapa langkah nyata untuk mempercepat swasembada daging sapi.
 
Pertama, Kementan menggenjot dan meningkatkan populasi sapi lokal dengan program inseminasi buatan massal seperti yang sudah dilakukan selama ini untuk mengejar kekurangan sekitar 1,4 juta ekor populasi sapi dalam rangka swasembada daging. Jika masih kurang perlu pengadaan sapi indukan segera, maka dapat mendongkrak populasi sapi untuk bisa mencapai swasembada.

“Namun harus dipahami bahwa memperbanyak sapi indukan banyak caranya, bisa dengan pencegahan pemotongan betina produktif, maupun mendatangkan sapi indukan dari luar. Kita perlu selalu memikirkan untuk meningkatkan produksi dalam negeri dan membuat neraca perdagangan kita positif,” kata Kuntoro melalui keterangan resminya, Senin, 4 November 2019.
 
Kedua, kata Kuntoro, Kementan akan mendorong semua elemen terutama pemerintah daerah dan BUMN untuk serius mengembangkan peternakan sapi. Model pengembangan kawasan sapi tidak di semua provinsi, namun dengan fokus pada beberapa provinsi yang menjadi sentra produksi sehingga upaya peningkatan produksi daging dalam negeri benar-benar dilakukan dengan fokus.
 
“Jika pengembangan sapi dilakukan di 34 provinsi, itu menjadi tidak fokus. Karena itu, strateginya dengan fokus misal pada 10 provinsi pusat pengembangan sapi. Tetapi memang itu menjadi kekuatan real dan menjadi percontohan pengembangan sapi di Indonesia,” imbuh Kuntoro.
 
Untuk daerah lain yang bukan menjadi sentra ternak sapi, Kementan akan menjadikan sentra produksi komoditas lainnya seperti jagung atau difokuskan ke komoditas lain sesuai keunggulan daerah dan kawasan pengembangannya.
 
Ketiga, lanjut Kuntoro, mentan meminta upaya meningkatkan populasi sapi bisa dilakukan dengan mengembangkan sistem integrasi dengan sawit. Lahan sawit untuk integrasi dengan pengembangan sapi itu baru difungsikan sekitar 0,9 persen, padahal potensi lahan sawit untuk pengembalaan sapi sangat luar biasa.
 
“Jika kita bisa isi 20 persen dari lahan sawit yang ada, maka akan selesai semua masalah daging sapi kita. Dalam waktu singkat Kementan akan melakukan kontak dengan para pimpinan daerah, bupati, gubernur, dan mantan-mantan gubernurnya untuk dijadikan advisor dalam meysukseskan program integrasi sawit-sapi ini,” tutur Kuntoro.
 
Kuntoro menegaskan bahwa membangun pertanian guna mewujudkan swasembada daging sapi adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi.
 
“Oleh karena itu, diplomasi pertanian sangat penting dengan eksternal Kementan. Koordinasi dengan swasta, pemerintah daerah, dan stakeholder lain sangat penting. Untuk kepentingan rakyat harus bisa bekerja sama dan berkoordinasi di lapangan,” jelasnya.
  
“Selama ini swasembada sulit dicapai atau tidak jalan karena tidak memikirkan pasar. Kita sering hanya memikirkan budidaya atau onfarm-nya saja tanpa memikirkan bisnisnya,” tutup Kuntoro.
 
Terakhir, Mentan Syahrul mengingatkan bahwa swasembada pangan khususnya daging dapat diwujudkan juga dengan berorientasi bisnis dan harus memikirkan pasar.

(Visited 20 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *