fbpx
Suara Peternakan

Kementan dan FAO Waspadai Munculnya Penyakit Inveksi Baru dan Zoonosis

SUARAPETERNAKAN.COM – Penyakit inveksi baru yang dimaksud adalah flu burung dan Mers-COV, penyakit ini muncul akibat dari hewan. Mengingat Indonesia merupakan satu titik di Asia Tenggara yang berisiko terkena pandemik penyakit infeksi baru seperti flu burung, Mers-COV dan lainnya.

Foto: 108Jakarta.com

Sebagai negara dengan kekayaan hayati dan keanekaragaman jenis fauna yang tinggi di dunia, Indonesia rentan terhadap ancaman penyakit bersumber binatang atau zoonosis. Interaksi antara manusia, hewan, dan lingkungan hidup menjadi salah satu faktor munculnya penyakit infeksi baru.

Ada 5 penyakit baru pada manusia muncul tiap tahun. Penyakit itu dari binatang atau bersifat zoonosis. Apabila pengendalian penyakit zoonosis yang bersumber dari hewan tidak dilakukan dengan baik, maka risiko yang timbul lebih besar dari nilai ekonomi karena menyangkut nyawa manusia.

Penularan zoonosis antara lain melalui makanan, udara, dan kontak langsung dengan hewan sakit. Bahaya biologis pangan penyebab zoonosis yaitu, bakteri, virus, parasit, prion.

Pendekatan One Health menitikberatkan pada gagasan bahwa permasalahan yang berimbas pada kesehatan manusai, hewan dan lingkungan hanya dapat dipecahkan dengan kerjasama lintas sektor.  

Dilansir dari kontan.co.id, Menurut Fadjar , dalam tiga tahun ini, pihaknya terus meningkatkan kemampuan para petugas kesehatan dilapangan untuk bias mendeteksi secara dini, mencegah dan mengendalikan ancaman pandemik tersebut. “ Lewat kegiatan surveilans triangulate, penyakit belum muncul, tetapi agen penyakit bisa diidentifikasi terlebih dahulu,” ujar Direktur Kesehatan Hewan Kemtan Fadjar Sumping Tjatur Rasa seperti yang tertera dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Senin (30/7).

Pencapaian yang telah dilakukan Kemtan bersama dengan FAO ECTAD Indonesia dan Lembaga-lembaga lain. Melalui penunjukan empat wilayah proyek percontohan di Bengkali, Ketapang, Boyolali dan Minahasa dalam mencegah dan mengendalikan PIB dan zoonosis dengan pendekatan ‘One Health.

Kolaborasi lintas sektor, antara Kemtan dan Kemenkes dalam mengendalikan resistensi antimikroba dengan mengurangi penggunaan antibiotic pada hewan ternak, dan meningkatkan praktik biosekuriti.

(Visited 16 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *