fbpx
Suara Peternakan

Kementan Bersama FAO Luncurkan Buku Hadapi Penyakit Infeksi Baru dan Zoonosis

SUARAPETERNAKAN.COM – Dalam penguatan kapasitas petugas di lapangan untuk mendeteksi dan mencegah serta mengendalikan wabah penyakit. Membantu para pembuat keputusan ditingkat lokal dan nasional melalui pendekatan One Healt.

DOK. ditjenpkh

Kementrian Pertanian bersama FAO meluncurkan tiga buku panduan. Buku panduan bertujuan untuk menghadapi ancaman penyakit Infeksi Baru/Berulang (PIB) dan Zoonosis (Penyakit hewan menular pada manusia). Kegiatan ini berlangsung di Jakarta, Selasa, 29 Januari 2019.

Ketiga buku panduan tersebut berjudul:

  • Strategi komunikasi pencegahan dan pengendalian penyakit infeksi baru/berulang dan zoonosis tertarget dengan pendekatan one health,
  • Modul pelatihan pencegahan dan pengendalian zoonosis dan penyakit infeksi baru untuk petugas lapang tiga sektor dengan one health.
  • Buku panduan praktis pencegahan dan pengendalian zoonosis dan penyakit infeksi baru  melalui optimalisasi fungsi puskeswan dengan dukungan dana desa.

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan berperan untuk  meningkatkan produksi peternakan dalam rangka penyediaan protein hewani. Selain itu bertugas meningkatkan status kesehatan hewan, diantaranya untuk melindungi sumber daya hewan atau ternak itu sendiri dan melindungi kesehatan manusia, serta penghidupannya.

DOK. ditjenpkh

Fadjar Sumping mengatakan, banyak masyarakat Indonesia yang selama ini hanya mengenal bencana dalam konteks alam seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi dan sebagainya. Padahal menurutnya, ada bencana non alam, yaitu wabah penyakit yang juga tidak kalah mengkhawatirkan, jika Indonesia tidak bersiap dalam menghadapinya. 

Seperti halnya wabah flu burung yang marak pada tahun 2003, dimana penyakit tersebut sempat menyebabkan kematian pada manusia. Hal ini tentunya harus kita antisipasi dan jangan sampai terulang kembali.

Epidemi Ebola yang terjadi di Afrika pada tahun 2016 dan kematian manusia yang disebabkan oleh penyakit Zoonosis setiap tahun, mengindikasikan hubungan kuat antara kesehatan manusia, kesehatan hewan dan lingkungan. Pendekatan multisektoral menjadi penting untuk mendeteksi, mencegah dan mengendalikan ancaman tersebut, atau yang dikenal dengan sebutan pendekatan One Health.

Dalam menghadapi ancaman penyakit, terlebih PIB dan Zoonosis (yang ditularkan melalui hewan) tidak bisa ditanggung oleh Kementerian-nya atau pemerintah. Perlu ada koordinasi lintas sektor, lintas disiplin ilmu, baik di tingkat lokal, nasional bahkan global untuk menghadapinya, sehingga  pendekatan One Health menjadi sangat penting karena pasti sulit menghadapi ancaman tersebut.

Indra Exploitasia Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyambut positif langkah yang diambil Kementerian Pertanian bersama dengan Lembaga internasional seperti FAO ECTAD Indonesia, dalam merangkul berbagai pihak untuk bersama-sama bersiap siaga menghadapi ancaman pandemi (wabah yang sebarannya lintas negara). 

Empat wilayah percontohan petugas lapangan dimana One Health diterapkan bersama dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Kesehatan. “Keempat daerah tersebut yaitu Kabupaten Bengkalis di Riau, Kabupaten  Boyolali di Jawa Tengah, Kabupaten Ketapang di Kalimantan Barat, dan Kabupaten Minahasa di Sulawesi Utara”, ungkap Indra.

Di tempat yang sama, FAO ECTAD Team Leader, James McGrane menegaskan, dalam peningkatan kapasitas pemerintah Indonesia untuk mencegah, mendeteksi, dan merespon ancaman kesehatan global yang baru atau yang muncul kembali, dan “berpindah” ke manusia melalui populasi hewan, maka FAO mendukung pemerintah Indonesia melalui program EPT2 yang didanai oleh USAID.   

Semoga dengan kehadiran tiga dokumen ini, kita dapat melindungi masyarakat Indonesia dan sumber penghidupannya,” pungkas James.

Sumber: ditjenpkh.pertanian.go.id

(Visited 19 times, 1 visits today)

Related Articles