fbpx
Suara Peternakan

Keistimewaan Beternak Kerbau dan Jenis Kerbau yang Ada di Indonesia

SUARAPETERNAKAN.COM – Kerbau adalah binatang memamah biak yang menjadi ternak bagi banyak bangsa di dunia, terutama Asia.

Hewan ini adalah domestikasi dari kerbau liar (orang India menyebutnya arni) yang masih dapat ditemukan di daerah-daerah Pakistan, India, Bangladesh, Nepal, Bhutan, Vietnam, China, Filipina, Taiwan, Indonesia, dan Thailand.

Jenis Kerbau di Indonesia menurut balai pembibitan ternak unggul dan hijauan pakan ternak siborongborong yaitu:

Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 2910/Kpts/OT.140/6/2011 tentang Penetapan Rumpun Ternak Kerbau Sumbawa (Provinsi Nusa Tenggara Barat)

Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 2844/Kpts/LB.430/8/2012 tentang Penetapan Rumpun Kerbau Kalimantan Selatan (Provinsi Kalimantan Selatan)

Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 2843/Kpts/LB.430/8/2012 tentang Penetapan Rumpun Kerbau Kalimantan Timur (Provinsi Kalimantan Timur)

Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 2911/Kpts/OT.140/6/2011 tentang Penetapan Rumpun Ternak Kerbau Moa (Provinsi Maluku)

Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 2845/Kpts/LB.430/8/2012 tentang Penetapan Rumpun Kerbau Toraya (Provinsi Sulawesi Selatan)

Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 694/Kpts/PD.410/2/2013 tentang Penetapan Rumpun Kerbau Pampangan (Provinsi Sumatera Selatan)

Kerbau Tapanuli Utara (Provinsi Sumatera Utara)

Kerbau Badegur (Provinsi Banten)

Kerbau Murrah (Provinsi Sumatera Utara)

Keistimewaan Ternak Kerbau dan Teknis Pemeliharaannya di Indonesia. Kerbau merupakan salah satu jenis ternak yang berkembang di Indonesia.

Kerbau merupakan ternak yang istemewa karena merupakan jenis ternak yang erat kaitannya dengan beberapa kebudayaan yang ada di Indonesia, seperti upacara-upacara adat yang ada di tanah toraja, menggunakan kerbau dalam ritualnya.

Peran ternak kerbau bagi kehidupan peternak masih sangat penting. Menurut Suhubdy (2007) terdapat tiga alasan utama mengapa kerbau mempunyai peran penting.

Pertama, ternak kerbau memberikan kontribusi yang cukup besar bagi kehidupan peternak dan petani di pedesaan sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD) walaupun tanpa dukungan pemerintah dan tanpa perbaikan pola hidup.

Kedua, ternak kerbau masih dapat berproduksi dan bereproduksi dengan baik pada kondisi alam dan agroekosistem yang sangat kritis, misalnya wilayah lahan kering bagian Timur Indonesia (Pulau Sumbawa, Sumba, Flores dll). Ketiga, ternak kerbau dapat mengubah pakan yang sangat rendah.

Nilai mutu gizinya seperti limbah pertanian dan rumput alam yang memiliki kandungan serat kasar sangat tinggi, menjadi daging dan susu yang bergizi bagi manusia.

Miskiyah dan Usmiati (2006) juga menyatakan bahwa kerbau memiliki bobot karkas yang lebih tinggi dibandingkan sapi lokal. Bobot hidup kerbau rawa sebesar 370 kg, akan memiliki bobot potong sebesar 360 kg, dengan karkas panas sebesar 171.5 kg.

Selama ini para peternak kerbau di Indonesia umumnya menerapkan sistem ekstensif dan semi intensif dalam pemeliharaannya. Sistem ekstensif yaitu ternak digembalakan di ladang penggembalaan.

Sedangkan untuk sistem semi intensif yaitu ternak di gembalakan pada siang hari dan dikandangkan pada malam harinya. Berdasarkan hal tersebut, maka teknis pemeliharaan ternak kerbau di Indonesia belum memperhatikan aspek keuntungan.

Peternak masih mengandalkan ketersediaan pakan dari alam. Peternak belum menerapkan sistem intensif dimana kebutuhan pakan dan lingkungan benar-benar dikontrol oleh peternak itu sendiri, sehingga keuntungan yang dihasilkan bisa optimal.

Selain itu ternak kerbau memiliki daya adaptasi yang baik meskipun berada di lingkungan yang jelek. Mufiidah et al (2013) menyatakan bahwa kerbau memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan sapi karena mampu bertahan hidup dalam kawasan yang relatif sulit terutama dalam hal ketersediaan dan kualitas pakan

Berdasarkan hasil penelitian Sari et al (2015) di kabupaten Gayo Luwes menujukan bahwa berdasarkan aspek teknis pemeliharaan yang meliputi makanan dan tata laksana pemeliharaan ternak kerbau masih berada di bawah nilai standar dari yang ditetapkan oleh Direktorat Jenederal Peternakan tahun 1992.

Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa ternak kerbau memiliki keistimewaan dalam hal konversi pakan dan adaptasi dengan lingkungan.

Namun aspek teknis pemeliharaan ternak kerbau di Indonesia masih dibawah standar sehingga belum menghasilkan keuntungan yang optimal bagi peternak. Maka diperlukan penanganan yang serius dari berbagai pihak dalam upaya peningkatan produksi daging kerbau nasional dalam hal perbaikan teknis pemeliharaan.

Berdasarkan data dari kementerian pertanian (2017) produksi daging nasional kerbau menghasilkan produksi daging sebesar 0.6 juta ton pada tahun 2016. Hal ini menunjukan bahwa kerbau memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai penghasil produksi daging.

Selain jumlah produksi daging yang tinggi, kerbau juga memiliki keunggulan lain yaitu dalam hal konversi pakan. Kerbau mampu mengkonversi pakan dengan kualitas rendah namun produksi yang dihasilkan tetap optimal.

Hellyward et al (2000) menyatakan bahwa kerbau (Bubalus bubalis) merupakan ternak yang istimewa karena memiliki kemampuan khusus dalam mencerna makanan yang berkualitas rendah untuk dapat bertahan hidup.

Begitu pula dengan beberapa kuliner khas Indonesia banyak yang menggunakan daging atau pun susu kerbau sebagai bahan bakunya,seperti : Soto kudus, Sate kerbau, dadih dari Sumatera Barat dan sebagainya.

Kerbau umumnya diternakan oleh masyarakat sebagai ternak kerja dan sebagai tabungan. Meskipun tidak sepopuler jenis daging dari ternak lain, namun ternak kerbau mampu membantu menyumbang kebutuhan daging nasional.

Sumber: https://warstek.com/2018/03/14/kerbau/

(Visited 79 times, 1 visits today)

Related Articles