fbpx
Suara Peternakan

Studi: Kebiasaan Kelinci Memakan Fesesnya Sendiri

SuaraPeternakan.com – Kelinci dijinakkan sejak 2000 tahun yang silam dengan tujuan keindahan, penghasil daging, kulit (fur), wol, dan hewan percobaan. Kelinci mempunyai daya adaptasi tubuh yang tinggi sehingga mampu dikembangkan hamper diseluruh dunia.

Bahkan kelinci bisa berkembang di daerah dengan populasi penduduk yang relative tinggi. Sistem pencernaannya sederhana dengan cecum dan usus besar sehingga memungkinkan kelinci dapat memanfaatkan bahan hijauan, rumput dan sejenisnya.

Kebiasaan kelinci yaitu memakan feses yang sudah dikeluarkan, dikenal dengan istilah coprophagy.  Kebiasaan tersebut dilakukan pada malam hari dan pagi hari berikutnya. Dengan demikian, kelinci mencerna makanannya dengan sangat cepat sehingga tidak semua nutrisi dapat diserap dan terbuang melalui kotorannya.

Mereka mengonsumsi feses yang lebih lembut, jika dibandingkan dengan yang keras.  Menurut penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari Henan Agricultural University, kelinci yang makan kotorannya memiliki pencernaan yang lebih baik. Itu membantu mereka menambah berat badan dan kekuatan.

Ciri feses atau Kotoran ini:

  1. Secara alamiah (apabila di kasih pakan  hijauan) maka warnanya agak ke biru muda  atau kalau diberi pakan yang bukan hijauan biasanya tergantung warna pakan yang dimakan.
  2. Konsistensi atau kondisi lembek dan biasanya dimakan kelinci lagi
  3. Feses yang lembek dan sudah mengeras tidak akan dimakan lagi oleh kelinci

Kelinci itu memanfaatkan secara penuh pencernakan bakteri di saluran bagian bawah, yaitu mengkonversi protein asal hijauan menjadi protein bakteri yang berkualitas tinggi mensistesis vitamin B dan memecahkan selulosa atau serat menjadi energi yang berguna. Iadi sifat coprophagy sebenarnya memang sangat menguntungkan bagi proses pencernakan

Kotoran lembut lebih sedikit mengandung bahan untuk dicerna, tapi ia menyediakan sumber bakteri floral usus yang penting untuk metabolisme mereka. Berdasarkan penelitian, feses lunak kelinci benar-benar kaya akan vitamin dan protein mikroba. Mencegah kelinci mengonsumsi makan tinja berarti mengurangi asupan protein mereka sebanyak 15%-22%.

Tinja lembut kelinci mengandung sejumlah besar mikroorganisme. Ketika berhenti memakan feses, itu mengakibatkan perubahan mikroflora dalam saluran pencernaan kelinci.

Walaupun memiliki caecum yang besar, kelinci ternyata tidak mampu mencerna bahan bahan organik dan serat kasar dari hijauan sebanyak yang dapat  dicerna oleh ternak ruminansia murni (sapi, kambing).  Daya cerna kelinci dalam menkonsumsi hijauan daun sekitar 10 % saja.

Kalo kita memasung kelinci dikandangkan dan nutrisi yang diberikan secara nutrisi kurang, maka coprophagy kecil kemungkinan akan terjadi.

Jika Anda ingin kelinci tumbuh lebih sehat dan kuat, maka biarkan ia memakan kotorannya sendiri.

(Visited 74 times, 1 visits today)

Related Articles