fbpx
Suara Peternakan

Inovasi Memerah Susu Sapi Secara Robotik

SUARAPETERNAKAN.COM- Asosiasi Ternak Sapi Perah Skotlandia menyebut, 5% dari 1000 peternakan sapi perah di negaranya menggunakan sistem robotik. Tepatnya Skonlandia hadir satu inovasi memerah susu sapi secara robotik. Peternakan Sapi di Belanda. Peternakan keluarga Van Leeuwen pun menggunakan teknologi robot pemerah susu. Peternakan itu mampu memproduksi 1.900 liter susu per hari dari 65 induk.

Lely  adalah pengembang teknologi robotik tersebut. Perusahaan terkenal di Maassluis, di Belanda Selatan. Robot pemerah susu yang bernama Lely Astronaut ini berfungsi 24 jam sehari dan 7 hari sepekan. Dengan begitu Sapi lebih bebas dalam waktu pemerahan, bisa pagi, siang sore hingga malam hari tergantung kebutuhan.

Para peternak yang menggunakan robot untuk memerah susu sapi, akhirnya menyadari adanya perubahan dalam perilaku ternak mereka. Ternak masuk ke dalam mesin, atau robot tersebut, kemudian ia membersihkan puting susu sapi, memasang cangkir susu, lalu mulai memerah. Teknologi baru ini memang belum banyak dipakai, sebagian besar karena biayanya yang tak murah.

Teknologi robotik tanpa sentuhan tangan manusia ini membuat ternak sapi bisa memilih waktu yang tepat untuk diperah. Peternak asal selatan Queensland, Greg Dennis, telah mempekerjakan 4 robot, yang berbiaya 200.000 dolar tiap robot-nya.

Greg mengatakan, produksi susu telah meningkat 20%. “Sebenarnya kami melihat sapi-sapi kami, kini, hidup lebih lama daripada sebelumnya dan luka yang dideritanya pun berkurang,” ungkapnya.

Lembaga ‘Dairy Australia’ memperkirakan, ada sekitar 518 peternakan sapi perah yang beroperasi di negara bagian Queensland. Namun hanya sedikit di antaranya yang menggunakan robot pemerah susu.

Sally Williams beternak sapi perah di sekitaran Earlston, Skotlandia utara. Ia mengatakan, robot-robot di peternakan mereka telah menunjukkan bahwa sapi bukanlah binatang yang suka bergerombol.

“Perbedaannya terhadap sapi kami cukup dramatis, dalam soal bagaimana mereka berperilaku, dan kenyamanan yang mereka rasakan. Para sapi gembira mereka hanya bergerombol bertiga, berempat atau mungkin berlima. Mereka duduk bersama dalam kelompok yang sama sepanjang pagi, siang, dan malam,” kemukanya.

Distributor Lely di Prancis Tifenn Civi menuturkan, robot berlengan itu bertugas sebagai penyedot susu. Menariknya, keempat lengan tersebut tidak menyentuh lantai sehingga susu lebih higienis dan sehat. Ia juga menyebutkan, sapi pun merasa lebih nyaman selama pemerahan. “Dengan kata lain, pemerahan lebih cepat sehingga hemat waktu,” ujarnya.

Kelebihan lain dari lengan hibrida itu, yakni memerhatikan kesejahteraan hewan (animal welfare) dan mengurangi biaya listrik hingga 20% atau Rp6,8 juta per tahun per robot. Ketahanan lengan hibrid Lely Astronaut A5 meningkat lantaran katup selenoid dihilangkan.

Inovasi lainnya adalah layar sentuh yang lebih mudah digunakan. “Peternak juga tidak perlu mengalibrasi alat karena sudah terkalibrasi otmatis untuk setiap perahan susu,” kata Tifenn. Inovasi perusahaan yang berdiri pada 1948 itu memudahkan sapi terhubung dengan alat pemerah susu. Lengan hibrid Lely Astronaut A5 juga tidak menimbulkan suara bising sehingga sapi tidak stres ketika pemerahan susu dilakukan.

Sistem pemerahan Sapi ini dibuat sealamiah mungkin, mengikuti kondisi normal Sapidi alam. Ketika Sapimerasa tekanan untuk menyusui atau kondisi ambing penuh, ketika ada lebih dari 8 liter susu di ambingnya, Sapi-Sapitersebut pun akan dengan ‘penuh kesadaran’ pergi ke area perah.

Keunggulan teknologi robotik ini antara lain meningkatkan produksi susu, lingkungan kerja lebih baik bagi peternak, pemberian bahan pakan, dan kepadatan populasi per ha lebih ekonomis.

Area perah sendiri berupa kotak persegi terbuka dengan 3 sisi, belakang, samping kiri, dan depan. Dengan begitu Sapi masih bisa melihat kumpulan Sapi lain sehingga terhindar dari ‘tekanan’ atau stress. Sisi tertutup berada di samping kanan. Di sana terdapat robot astronaut yang terdiri dari wadah pakan, lengan robot, wadah penampung susu, dan komputer yang mengatur keseluruhan.

Alur masuk-keluar area perah juga berbentuk garis lurus sehingga memudahkan dan mempersingkat waktu Sapi berada di area perah. Dengan bentuk alur tersebut, maka waktu Sapi berada di area perah berkurang 5 detik. Meski tampaknya sederhana, tapi mendapatkan waktu perah 5 detik itu berdampak positif.

Lima detik itu berarti mendapatkan waktu ekstra untuk memerah Sapi selama 15 menit per hari atau tambah 1 Sapi yang dapat diperah. Artinya kapasitas robot pemerah meningkat. Hasil penelitian Lely, menunjukan kapasitas produksi peternakan yang memiliki 120 Sapi itu meningkat dengan tambahan 150 kg susu per hari.

Diolah dari berbagai sumber

(Visited 85 times, 1 visits today)

Related Articles