fbpx
Suara Peternakan

Inilah Jenis Domba Asli Indonesia

Suarapeternakan.com – Penjinakkan domba diperkirakan dari Asia Tengah. Seperti di Turkistan ditemukan tulang-tulang yang berumur kira-kira 8000 tahun sebelum Nabi Isa. Semenjak permulaan usaha peternakan domba diarahkan guna menghasilkan air susu, daging, gemuk dan wool.

Domba adalah hewan yang pertama kali didomestikasi. Hal ini ditemukan pada situs arkheologi di Iran. Seleksi pada domba dilakukan berdasarkan kualitas wol dan sudah dilakukan sejak 6000tahun lalu. Saat ini sudah dihasilkan domba-domba komposit denhan penyilangan dua atau lebih bangsa yang unggul.

Sepintas, domba mirip dengan kambing. Namun, jika ditelisik lebih jauh, antara keduanya memiliki perbedaan yang medasar.

Domba yang terdapat di Indonesia terdiri dari domba lokal dan impor. Domba lokal yang dikenal pada saat ini adalah domba ekor gemuk, domba ekor tipis, dan domba garut. Sementara bangsa domba impor antara lainndomba merino, domba dorset, domba sffolk, domba telex, dan domba dormer (dorset vs merino)

Adapun taksonomi domba sebagai berikut:
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: Bovidae
Subfamili: Caprinae
Genus: Ovis
Spesies: Ovis aries

Dilansir dari berbagai sumber, berikut penjelasan singkat mengenai bangsa domba yang ada di Indonesia;

domba ekor tipis

Domba ekor tipis

Domba ekor tipis merupakan domba asli Indonesia dan tersebar di Jawa barat dan jawa tengah. Tubuh kecil dengan berat 20-30 kg dan lambat dewasa. Warna bulu putih dengan bercak hitam di sekeliling matas. Di ekor tidak ada dopisis lemak, wol kasar, dan daging relatif sedikit. Domba ini tidak mengenal musim kawin dan sering melahirkan anak kembar.

Ekornya tidak menunjukkan adanya desposisi lemak. Domba ekor tipis jantan memiliki tanduk melingkar, sedangkan yang betina biasanya tidak bertanduk. Bulunya berupa wol yang kasar.

Domba Ekor Tipis atau sering disebut Domba Gembel dalam istilah Indonesia, dikenal merupakan domba asli Indonesia, bersifat prolific (dapat melahirkan anak kembar 2-5 ekor). Baik domba jantan maupun betina merupakan tipe domba penghasil daging atau sering disebut jenis domba potong atau domba pedaging

Karakteristik:
Berat domba jantan dapat mencapai 30-35 Kg dan domba betina dapat mencapai 15-20 Kg.
Domba jantan memiliki tanduk kecil dan melingkar, sedangkan domba betina tidak bertanduk.
Warna bulu dominan putih, dengan warna hitam di seputar mata, hidung dan beberapa bagian tubuh lainnya.

Domba ekor gemuk

Bangsa domba ini berasal dari Asia Barat yang dibawa pedagang Bangsa Arab Indonesia. Ekor besar dan tebal, baik pada jantan mauoun betina. Bentuk ekor melengkung dan berbentuk sigmoid. Tidak bertanduk dan telinga berukuran sedang. Buli badan berwarna putih merata. Mamou beranak sepanjang tahun. Tahan terhadap cuaca panas dengan kelembaban tinggi.

Domba ekor gemuk ini banyak terdapat di Jawa Timur dan Madura, serta pulau-pulau di Nusa Tenggara. Di Sulawesi Selatan dikenal sebagai domba Donggala. Di pulau jawa dikenal juga dengan domba kibas Tanda-tanda yang merupakan karakteristik khas domba ekor gemuk adalah ekor yang besar, lebar dan panjang. Bagian pangkal ekor membesar merupakan timbunan lemak, sedangkan bagian ujung ekor kecil tidak berlemak.

Warna bulu putih, tidak bertanduk. Bulu wolnya kasar. Domba ini dikenal sebagai domba yang tahan terhadap panas dan kering. Domba ini diduga berasal dari Asia Barat Daya yang dibawa oleh pedagang bangsa Arab pada abad ke-18. Pada sekitar tahun 1731 sampai 1779 pemerintah Hindia Belanda telah mengimpor domba Kirmani, yaitu domba ekor gemuk dari Persia.

Apakah domba ekor gemuk merupakan keturunan dari domba-domba ini, belum diketahui. Bentuk tubuh domba ekor gemuk lebih besar dari pada domba ekor tipis. Domba ini merupakan domba pedaging atau domba potong , berat jantan dewasa antara 40 – 60 kg, sedangkan berat badan betina dewasa 25 – 35 kg. Tinggi badan pada jantan dewasa antara 60 – 65 cm, sedangkan pada betina dewasa 52 – 60 cm.

Di Indonesia Domba ekor gemuk ini disilangkan dengan domba merino dan domba ekor tipis sehingga menghasilkan keturunan yang sering dipakai domba aduan atau dikenal dengan domba garut.

domba garut

Domba garut

Domba garut merupakan persilangan 3 bangsa domba yaitu domba lokal, domba kaapstad, dan domba merino. Domba ini terdapat di daerah Jawa Barat. Ada sebagian orang yang menyebutnya sebagai domba priangan.

Angka produktivitasnya tinggi dan mampu beranak sepanjang tahun. Mudah beradaptasi dengan lingkungan. Laju pertumbuhan baik, berat jantan 60-80 kg, dan betina 30-40 kg. Warna bulu putih, hitam cokelat, atau warna campuran dengan bulu halus dan panjang. Tubuh besar, dahi konveks, leher kuat, tanduk jantan besar, dan kuat melingkar spiral. Sering sekali dipakai sebagai domba aduan. Daun telinga kecil dan kuat. Ukuran ekornya sedanh, agak lebar, dan kuat.

Domba ini secara turun temurun berkembang di Indonesia. Domba ini diduga merupakan persilangan dari domba merino, domba ekor gemuk (kibas) dan domba lokal parahyangan. Domba garut, baik jantan maupun betina merupakan domba tipe penghasil daging. Untuk jenis Domba jantan tertentu juga digunakan sebagai domba aduankarena memiliki leher yang kuat. Selain itu kulit domba garut merupakan salah satu kulit dengan kualitas terbaik di dunia.

Domba ini secara turun temurun berkembang di Indonesia. Diduga merupakan persilangan dari domba merino, domba ekor gemuk (kibas) dan domba lokal parahyangan. Domba garut, baik jantan maupun betina merupakan domba tipe penghasil daging. Untuk jenis Domba jantan tertentu juga digunakan sebagai domba aduankarena memiliki leher yang kuat. Selain itu kulit domba garut merupakan salah satu kulit dengan kualitas terbaik di dunia.

Karakteristik:

  1. Berat domba jantan dapat mencapai lebih dari 60 Kg dan domba betina dapat mencapai lebih dari 30 Kg.
  2. Domba jantan memiliki tanduk besar, kuat dan melingkar, sedangkan domba betina tidak bertanduk.
  3. Warna bulu terdiri dari hitam, putih dan coklat. Atau campuran dari ketiganya.
  4. telinga domba dapat berupa daun telinga yang tampak berukuran sedang, atau kecil berbentuk tonjolan saja. Terletak di belakang tanduk.
domba batur

Domba Batur

Domba Batur merupakan domba hasil persilangan dari domba ekor tipis, domba Suffolk dan domba Texel. Berkembang baik di Indonesia selama bertahun-tahun. Domba batur jantan dan betina merupakan tipe domba potong yang merupakan penghasil daging yang baik.

Karakteristik:

  1. Berat domba jantan dapat mencapai lebih dari 90 Kg dan domba betina dapat mencapai 80 Kg.
  2. Baik domba jantan maupun betina tidak memiliki tanduk
  3. Warna bulu dominan putih dan menutupi seluruh tubuhnya hingga bagian muka.
(Visited 126 times, 1 visits today)

Related Articles