fbpx
Suara Peternakan

Inilah Cara Modern Beternak Kambing yang Menguntungkan

SUARAPETERNAKAN.COM – Peternakan Kambing masih banyak yang bersifat usaha sampingan dan dilakukan secara tradisional. Hal ini cukup disayangkan, karna mengingat peluang usaha ini masih terbuka lebar dan sangat menguntungkan.

Beternak kambing secara moderen merupakan jawaban dari tingginya permintaan daging kambing di pasaran. Selain itu, beternak kambing secara modern memiliki banyak keunggulan, diantaranya efisiensi waktu, tenaga kerja, pakan, dan manajemen pengelolaan.

Ternak kambing dengan cara modern bisa dilakukan dalam berbagai skala usaha, mulai dari skala usaha kecil, menengah, hingga besar.

Usaha ternak kambing dapat dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Hal ini dikarenakan ternak kambing modern memiliki perbedaan pakan dan pengelolaan jika dibandingkan dengan ternak kambing tradisional. Sehingga tidak membutuhkan persyaratan ataupun kriteria tertentu selayaknya ternak kambing tradisional.

Melalui penerapan teknologi dan inovasi terkini, beternak kambing modern dinyatakan lebih intensif.

Silahkan lanjutkan membaca hingga akhir tulisan ini, agar kita mendapatkan informasi bermanfaat dalam beternak Kambing secara Modern.

Majanemen Kandang Kambing

Kandang kambing merupakan alat utama yang sebaiknya mendapat perhatian, mengingat disinilah ternak akan dibudidayakan. Dimana fungsinya sebagai tempat beristirahat, tempat makan dan minum, tempat penampungan feces ternak, dan sebagai alat untuk mempermudah pengelolaan ternak.

Ada 3 (tiga) hal yang perlu mendapat perhatian dalam beternak kambing, sebagai berikut :

1.Syarat Lokasi Kandang Kambing

Ada banyak hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan lokasi kandang kambing, diantaranya :

  • Tempat yang tinggi, cukup untuk terhindar dari genanangan air.
  • Jaraknya haruslah jauh dari rumah penduduk dan sumur
  • Mendapatkan cukup sinar matahari pagi
  • Terlindung dari tiupan angin langsung (terutama pada malam hari)

2.Ukuran Kandang Kambing

Ini juga mesti diperhatikan khususnya untuk ukuran kandang kambing yang dibutuhkan untuk usaha ternak kambing modern haruslah efisien, karna tidak perlu tempat yang besar. Sehingga dapat menghemat ruang dan biaya pembuatan kandang.

Ukuran kandang kambing adalah 3 x 1,5 meter untuk 10 ekor kambing seperti pada contoh gambar diatas.

Kandang pada peternakan kambing modern tidak membutuhkan ukuran yang besar, hal ini dikarenakan pakan yang diberikan sangat menghemat ruang. Selain ukurannya yang berbeda, pemeliharan kebersihan kandang kambing juga dirasa lebih mudah. Kebersihan kandang kambing dirasa lebih mudah karena didukung oleh bentuk kandang yang kecil dengan lantai panggung.

Ukuran kandang kambing yang relatif kecil dengan populasi maksimal akan mengurangi ruang gerak atau aktivitas pada ternak kambing.

Hal itu bermanfaat pada transformasi pakan menjadi cadangan energi berupa daging, lemak, dan sedikit yang menjadi kotoran. Sehingga tidak banyak pakan yang terbuang karena aktivitas gerak, yang otomatis dapat mempercepat penggemukan pada kambing.

3.Perawatan Kandang Kambing

Perawatan kandang kambing mutlak harus dilakukan pada ternak kambing modern.

Seluruh bagian pada kandang kambing harus dibersihkan secara rutin. Seperti membersihkan lantai kandang, kokopan tempat pakan kambing serta memperbaiki sesegera mungkin jika terdapat bagian kerusakan pada kandang kambing.

Jenis kandang kambing yang direkomendasikan adalah jenis kandang panggung.

Jenis kandang panggung memiliki keunggulan:

  • Kebersihan kandang lebih terjaga, karena kotoran dan air kencing jatuh ke bawah.
  • Kandang kering, sehingga penyakit yang disebabkan oleh parasit dan jamur tidak mudah
  • Terhindar dari serangan hewan liar, seperti anjing atau yang lainnya.

Setelah mempersiapkan Kandang Kambing, selanjutnya kita akan melakukan pemilihan bibit kambing. Dimana hal ini harus menjadi perhatian utama kita untuk suksesnya beternak kambing.

Pemilihan Bibit Kambing

Dengan pengetahuan yang baik dalam pemilihan bibit kambing yang akan diternakkan, menjadi modal besar peternak dalam rangka sukses di usaha peternakan kambing.

Pemilihan bibit kambing yang akan diulas disini adalah pilihan bibit untuk mendukung rencana peternakan kambing secara modern dan bisa meraih keuntungan secepatnya. Jadi, yang akan dibahas adalah pilihan bibit kambing untuk usaha penggemukan, seperti berikut :

  • Berumur lebih dari 6 bulan
  • Berekor gemuk (bukan berbentuk cambuk)
  • Badan panjang,
  • Jantan (lebih diutamakan)
  • Tegap dan sehat

Anakan kambing yang berusia diatas 6 bulan dipilih karena pada usia tersebut sudah memasuki periode pembentukan daging sehingg lebih cepat gemuk. Anakan kambing yang berusia kurang dari 6 bulan tidak digunakan karena masih dalam periode pertumbuhan tulang sehingga butuh waktu lama untuk proses penggemukan.

Pakan Kambing

Sebagai hewan ruminansia, kambing memiliki keunikan dari sistem pencernaan yang komplek (poligastrik).

Sistem pencernaan ini mampu mengubah bahan pakan berserat tinggi (rumput, jerami, dll.) sebagai sumber utama energi dan mengubah senyawa nitrogen yang bukan protein (NBP). Contohnya pengubahan urea menjadi protein bernilai bilogis tinggi untuk kebutuhan produksinya.

Pakan kambing yang diberikan pada ternak kambing modern, khususnya penggemukan dapat berupa hijauan, konsentrat ataupun pakan fermentasi. Fermentasi pakan kambing ini berguna sebagai pengganti makanan ternak (PMT).

Kombinasi pakan kambing yang baik yaitu kombinasi antara fermentasi pakan kambing dan konsentrat.

Fermentasi pakan kambing dan konstrat dapat memenuhi kebutuhan protein dan serat kasar yang sangat dibutuhkan dalam proses penggemukan kambing. Fermentasi juga sangat berguna untuk menyeimbangkan pengeluaran yang tinggi dari pakan konsentrat (Efisiensi). Hal ini dikarenakan pakan fermentasi adalah pakan yang bisa didapatkan dengan harga murah.

Penggunaan pakan secara efisien diukur berdasarkan rasio antara jumlah pakan yang dikonsumsi kambing dengan output yang dihasilkan.

Cara untuk mengefisiensi penggunaan pakan kambing dapat dicapai dengan pengelolaan pakan yang tepat. Antara lain pengelolaan alokasi jumlah pakan optimal, formulasi konsentrat yang efisien, pemilihan bahan baku yang seimbang secara nutrisi dan layak secara ekonomis serta penentuan waktu dan frekuensi pemberian pakan yang strategis.

Kontribusi penggunaan pakan kambing secara efisien sangat besar terhadap efisiensi ekonomik usaha produksi secara keseluruhan.

Manajemen Pemeliharaan Kambing

Cara ternak kambing modern harus dengan manajemen pemeliharaan kambing yang baik. Manajemen pemeliharaan terdiri atas pemberian pakan, perawatan ternak, dan menjaga kesehatan ternak.

1. Pemberian Pakan

Frekuensi pemberian pakan bergantung pada jenis pakan yang diberikan. Hal yang terpenting adalah kebutuhan pakan terpenuhi dan diberikan secara rutin dengan mempertimbangkan kandungan nutrisi dari pakannya.

2. Perawatan Ternak Kambing

Perawatan ternak sangat dibutuhkan untuk menjamin keberhasilan upaya penggemukan ternak kambing modern. Hal ini sedikit berbeda dengan ternak tradisonal yang perawatan ternaknya tidak begitu diperhatikan.

Perawatan ternak bisa berupa pencukuran bulu, pemotongan kuku, dan perawatan lainnya.

3. Memandikan Ternak Kambing

Memandikan ternak kambing sekurang-kurangnya 2 kali dalam setahun. Ternak yang kotor karena tidak pernah dimandikan lebih mudah terserang penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan jamur.

Tujuan dari memandikan ternak atau memotong kukunya adalah agar penyakit yang berasal dari parasit dan jamur yang bersarang pada kuku atau bulunya dapat dicegah/diberantas. Selain itu, ternak yang nampak bersih akan terlihat lebih sehat dan menarik, sehingga memiliki harga jual yang lebih tinggi.

4. Penambahan Suplemen Ternak Kambing

Cara ternak kambing yang paling penting dan harus diperhatikan yaitu penambahan suplemen organik cair.

Suplemen untuk ternak kambing harus aman dan tidak menimbulkan efek samping dalam jangka panjang. Fungsi dari suplemen ini adalah untuk meningkatkan kekebalan tubuh hewan agar tidak mudah terserang penyakit akibat bakteri, virus, atau jamur yang merugikan. Dengan begitu, maka kematian ternak juga dapat diminimalisir.

Selain itu, suplemen juga berfungsi sebagai perangsang dalam mempercepat pertumbuhan ternak, sehingga usaha penggemukan ternak bisa lebih menguntungkan.

Demikianlah, panduan singkat untuk budidaya ternak kambing secara modern. Segera akan kami update, jika mendapatkan informasi terbaru mengenai Ternak kambing secara modern.

Sumber : gdmorganic.com

(Visited 126 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *