fbpx
Suara Peternakan

Inilah cara membuat Pakan Sendiri untuk Ternak Ayam Pedaging

SUARAPETERNAKAN.COM – Membuat pakan sendiri untuk ternak ayam pedaging yang kita budidayakan tentu menjadi tantangan tersendiri untuk Peternak.  Ini masih sangat jarang dilakukan oleh Peternak, mungkin karna belum mengetahui caranya ataukah masih percaya dengan pakan pabrikan.

Pada kesempatan ini, suarapeternakan akan berbagi cara membuat pakan sendiri untuk ayam pedaging yang kita miliki.  Mari kita memulai dengan membuat 100 kg.

Persiapan bahan baku, tentu tidak akan sulit ditemukan disekitar kita karna alam telah menyiapkannya untuk para Peternak yang kreativ.

Bahan Pakan Starter

Jagung 60 kg

Bekatul 2 kg

Tepung gaplek 2 kg

Tepung ikan 13,5 kg

Tepung darah 3 kg

Kedelai 7 kg

Bungkil kelapa 5 kg

Tepung daun pepaya 2 kg

Bungkil biji kapuk 1 kg

Tepung bulu unggas 4 kg

Premix 0,5 kg

Bahan Pakan FInisher

Jagung 50 kg

Bekatul 7 kg

Sorgum 10 kg

Tepung gaplek 5 kg

Tepung ikan 3 kg

Tepung darah 3 kg

Kedelai 9 kg

Bungkil kelapa 5 kg

Bungkil biji kapuk 0,5 kg

Tepung daun pepaya 2,5 kg

Tepung bulu ayam 2,5 kg

Tepung bulu ayam 2,5 kg

Minyak kelapa 1 kg

Premix 0,5 kg

Pakan ayam biasanya diberikan dalam 3 bentuk yaitu tepung, butiran pecah (crumble), dan Pelet.

Bentuk Tepung

Pakan dalam bentuk tepung sangat mudah dalam pembuatannya, karna hanya mencampurkan semua bahan dan digiling halus hingga menjadi tepung, lalu diaduk hingga rata dan siap diberikan ke ternak.

Pakan jenis tepung biasanya diberikan ke ayam starter atau anak ayam, karna anak ayam masih belajar untuk mengonsumsi pakan.

Bentuk Butiran Pecah (Crumble)

Dalam pembuatan pakan ayam dalam bentuk butiran pecah memiliki sedikit kerumitan dibanding pakan ayam dalam bentuk tepung.  Semua bahan di giling halus terlebih dahulu, lalu diaduk sampai tercampur rata, setelah itu di kukus atau uap dengan panas berkisar 80-900 C.  Kemudian pakan diaduk dalam ayakan yang berlubang dengan diameter lubang antara 5-10 mm sambil ditekan, sehingga butiran berjatuhan.

Jemur butiran itu dibawah terik matahari hingga kering dan siap untuk disajikan.  Pakan jenis ini cukup efisien tidak banyak nutrisi yang terbuang.

Pakan jenis ini biasa disebut pakan peralihan dari pakan tepung ke pakan pelet.  Gunanya agar ternak ayam tidak kaget atau stress, setelah pemberian pakan dalam bentuk pelet.

Bentuk Pelet

Pembuatan pakan bentuk pelet tidak jauh berbeda dengan pembuatan pakan dalam bentuk butiran pecah.  Bedanya terletak pada setelah penguapan, pakan dimasukkan dalam gilingan daging atau sambal, sehingga keluar bentuk memanjang.  Kemudian di potong-potong kecil-kecil dan di jemur sampai kering dan siap untuk disajikan.  

Pakan jenis ini sangat disukai oleh ayam grower dan finisher, karna sekali mematuk ayam bisa mendapatkan banyak pakan.

Untuk menghindari pakan yang mudah rusak dan tengik (basi) karena udara yang lembab, sebaiknya pakan diberi bahan pengawet.  Misalnya BHA (Butiylated hydroxy anisol), BHT (Butylated Hydroxy Toluen), Gropyl Gallate, Oktyl Gallate, Tokoferol, Etoksikusin yang biasanya di kemas dengan nama Antrasin, Toksomiks, Antoks dan sebagainya.  Pemberian sebaiknya tidak lebih dari 0,1 % dari jumlah pakan.

Pakan Konsentrat

Pakan konsentrat merupakan pakan yang belum jadi, pakan ini akan menjadi pakan tambahan untuk pakan komplit.  Mari kita simak cara pembuatannya.

Bahan pembuatan pakan konsentrat 100 kg

Tepung ikan 26 kg

Bungkil kedelai 21 kg

Daun turi 28 kg

Tepung Bulu 14 kg

Tepung Tulang 0,5 kg

Sorgum 10,5 kg

Pembuatannya dapat dimulai dengan semua bahan diatas di giling hingga menjadi tepung.  Setelah itu siap dicampur dengan bekatul dan jagung.

Seperti itulah cara membuat pakan sederhana untuk ayam yang kita pelihara.  Tentu Suara Peternakan mendoakan semoga para Peternak Indonesia dapat memiliki pabrik pakan sendiri, agar dapat meminimalkan pengeluaran dalam pemeliharaan ayam pedaging.  Karna kita tahu bersama biaya terbesar dalam pemeliharaan ayam pedaging adanya pada pakan ternak.

Sumber : kabartani.com

(Visited 168 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *