fbpx
Suara Peternakan

Inilah Alasan Mengolah Telur Asin dengan Menggunakan Telur Bebek atau Itik

SuaraPeternakan.com – Sebagian telur asin dibuat dari telur bebek atau itik. Telur asin memiliki putih telur yang rasanya lebih asin, dibandingkan dengan kuning telur dengan rasa lebih gurih.

Telur asin disajikan dengan cara direbus dan dijadikan lauk sebagai makanan pendamping nasi.

Telur bebek atau itik merupakan telur yang diolah mejadi telur asin. Jarang dan bahkan Anda tidak pernah menemukan telur asin menggunakan telur ayam atau telur puyuh.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut alasan kenapa memilih telur bebek atau itik menjadi telur asin.

Bebek atau itik menghasilkan telur dengan kulit cenderung tebal dan berwarna kebiruan. Ukurannya relatif lebih besar dari telur ayam.

Jika telur asin menggunakan telur ayam, maka dengan ketebalan cangkang yang tipis, kemungkinan telur bisa pecah saat digosok dengan amplas.

Selain itu tekstur dari pori-pori cangkang telur ayam yang lebih halus juga akan membuat proses pengasinan menjadi lebih lama, sehingga menjadi tidak ekonomis bagi para peternak.

Dalam proses pembuatan telur asin, maka telur akan direndam pada lumpur bata merah yang sudah diberi garam, fungsinya adalah sebagai media untuk mengantarkan rasa asin dari garam yang terdapat dalam lumpur, agar dapat meresap ke dalam telur.

Pada proses ini berlangsung, akan terjadi peningkatan suhu di dalam media pembuatan, sehingga bukan tidak mungkin jika kulit telur yang digunakan terlalu tipis, maka saat terjadi peningkatan suhu, telur akan menjadi pecah.

Belum lagi jika, di dalam media lumpur bata merah, juga sampai terbentuk gelembung udara, yang kemungkinan besar saat gelembung tersebut keluar, maka akan membuat telur yang ada di dalam media menjadi bergerak dan membuatnya saling terantuk, karena itu jika telur yang digunakan memiliki kulit yang tipis, maka resiko untuk pecah menjadi semakin besar.

Mengapa telur ayam tidak dapat dibuat telur asin, karena waktu untuk masa simpannya yang lebih singkat jika dibandingkan dengan telur bebek.

Telur bebek atau itik dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama. Menurut beberapa orang, mereka mengatakan bahwa faktor dari ketebalan kulit telur inilah, yang menyebabkan sebuah telur dapat disimpan dalam waktu yang lama, yaitu semakin tebal kulit telur, maka semakin lama telur tersebut dapat disimpan.

Namun telur bebek mengandung lemak lebih tinggi pada bagian kuningnya.

Telur bebek atau itik memberi lebih banyak minyak pada bagian kuning telur. Ini membuat rasanya lebih gurih.

Pori-pori telur bebek disebut-sebut lebih besar daripada telur ayam. Ini berpengaruh dalam kemudahan masuknya garam ke telur bebek. Menjadikan rasa asinnya kian terasa dan tidak memakan waktu terlalu lama.

Ketebalan kulit tersebut membuat daya simpan telur bebek lebih lama. Begitu juga kandungan air yang lebih sedikit dalam telur bebek membuatnya makin awet.

Dari segi warna, hasil telur asin dari telur bebek tampak lebih cantik. Warnanya lebih jingga terang dengan aroma khas yang wangi.

Akan tetapi tak menutup kemungkinan jenis telur lain dipakai untuk telur asin.

Sumber: ternakpedia.com / detikfood.com

(Visited 239 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *