fbpx
Suara Peternakan

Ini Alasan Memilih Kandang Closed House

SUARAPETERNAKAN.COM – Sistem atau model atau teknologi perkandangan ayam selalu berkembang secara dinamis. Salah satu model kandang yang sedang trend saat ini adalah sistem closed house.


PT Chaeron Phokphand hibahkan ayam sebesar 20 ribu ekor ke Unhas. Kandang sistem colsed house ini sebagai realisasi penandatanganan (MoU) pada tahun 2014 lalu.
Foto: Dirga

Kandang tertutup atau kandang closed house dikatakan solusi tepat untuk meningkatkan profit peternak ayam broiler. Karena memiliki sistem pengontrolan suhu yang bertujuan untuk menciptakan kondisi lingkungan ideal terhadap temperatur dan kelembaban kandang.

Pada kandang closed house seluruh bagian dinding kandang tertutup rapat. Adanya pengaturan keseimbangan antara aliran udara yang masuk dan keluar (inner and outer) yang dapat memberi kenyamanan maksimal kepada ayam.

Dikutip dari berbagai sumber, salah satu masalah mendasar dalam tatalaksana pemeliharaan ayam adalah tingginya suhu di Indonesia. Sementara ayam ideal hidup pada suhu sekitar 28 derajat celcius. Teknologi closed house sangat memungkinkan tanpa ada modifikasi kandang.

Kandang tertutup namun menjamin keamanan secara biologi (kontak dengan organisme lain) dengan pengaturan ventilasi yang baik sehingga lebih sedikit stress yang terjadi pada ternak.

Closed house dapat bervariasi tergantung pada lingkungan dan kemampuan finansial peternak. Terdiri dari Sistem Tunnel dengan menggunakan fan dan tirai tanpa cooling system, Full closed house : ada fan, cooling system dan tirai/penutup dinding samping dan Full otomatic closed house.

Pada sistem Tunnel dan Full Closed house umumnya menggunakan alat pakan dan minum manual atau tempat pakannya saja manual sementara air minum menggunakan bell drinker.

Full otomatic closed house, closed house dengan perlengkapan serba otomatis termasuk alarm sistemnya.

Struktur umum kandang sistem terbuka (Closed house) dan perlengkapanya:

  1. Bagunan kandang: baik bagunan baru maupun renovasi kandang.
  2. Kipas/fan: dapat terdiri dari exhaust fan, blower fan, ceiling/roof fan ataupun wall fan.
  3. Material cooling dan perlengkapannya: celpad/evaporative pad, material cooling lainnya ataupun fogging system.
  4. Dinding kandang: dapat berupa solid wall, tirai/curtain system dan celing material.
  5. Filter cahaya/light filter/light trap
  6. Air inlet
  7. Lighting system
  8. Control panel + electrical system

Sementara bagi peternak, keunggulan closed house yang lain adalah sangat mudah untuk diatur, dan mampu menekan biaya operasional dan sebagai investasi jangka panjang. Bukan didasari seberapa mahal harga kandang, peternak juga harus mempertimbangkan kandang tersebut mampu memberikan efek lingkungan yang baik bagi ayam.

Adapun  kelemahan model close house yaitu  mahalnya biaya investasi. Meskipun biaya investasi mahal, namun efisiensi pakan menjadi sangat bagus menyebabkan biaya per kilogram ayam hidup menjadi lebih murah. Biaya investasi yang mahal akan segera BEP hanya dengan beberapa kali siklus produksi.

(Visited 256 times, 1 visits today)

Related Articles