fbpx
Suara Peternakan

Indonesia- Suriname Perkuat Kerjasama Bidang Infrastruktur hingga Peternakan

SuaraPeternakan.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menggelar pertemuan bilateral dengan Menlu Suriname Yldiz Deborah Pollack-Beighle. Kunjungan Retno ke Suriname, merupakan kunjungan kerja penuh pertama Menlu Indonesia ke negara tersebut sejak 26 tahun terakhir. Pada kunjungan tersebut, Menlu RI berkesempatan melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Suriname, Desire Delano Bouterse.

Pada pertemuannya, kedua negara sepakat memperkuat kemitraan ekonomi, antara lain di sektor infrastruktur, pertambangan, perbankan dan peternakan khususnya inseminasi buatan. Pertemuan ini berlangsung di Paramaribo, Suriname, Senin (20/05/2019).

Sejarah dan budaya keterikatan yang dimiliki Indonesia dengan suriname. Penduduk dan suku serta bahasa Jawa adalah salah satu suku bangsa dan bahasa yang hidup disuriname.

Indonesia telah menyampaikan komitmennya pada bidang peternakan, untuk melakukan kerja sama inseminasi buatan ternak dalam rangka kerja sama South-South Triagular Cooperation, melalui Reverse Linkage dari Islamic Development Bank. Technical Agreement menurut rencana akan ditandatangani pada paruh pertama 2019.

Ketertarikan Indonesia untuk berpartisipasi dalam proyek pembangunan infrastruktur di Suriname, termasuk proyek-proyek yang mendapat pembiayaan dari Islamic Development Bank.

Beberapa sektor yang mendapat perhatian delegasi bisnis Indonesia di antaranya meliputi bidang pertambangan emas, pembangunan perkotaan, pembangunan solar panel untuk perumahan. Pemerintah Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk membantu Suriname dalam mengembangkan perbankan syariah. Bank Indonesia telah mengirimkan tim ke Suriname guna memberikan pelatihan regulasi dan pengawasan perbankan syariah.

Selain di bidang ekonomi, kerja sama Indonesia-Suriname juga akan dipusatkan pada bidang pengembangan Pusat Pelatihan Diplomatik Suriname. Nota kesepahaman kerja sama pelatihan dan pendidikan diplomatik telah ditandatangani pada Desember 2018.

Selama kunjungan, telah ditandatangani perjanjian bebas visa kunjungan singkat bagi pemegang paspor biasa. Perjanjian ini merupakan satu-satunya yang mencakup para pemegang paspor diplomatik, dinas, dan paspor biasa dalam satu perjanjian.

Sumber: Akurat.co

(Visited 27 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *