fbpx
Suara Peternakan

Humanika Fakultas Peternakan Unhas Selenggarakan Bakti Sosial di Desa Bellabori, Gowa

Suarapeternakan.com – Himpunan Mahasiswa Nutrisi dan Makanan Ternak (Humanika), Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas) selenggarakan Bakti Sosial di Desa Bellabori, Kec. Parangloe, Kab. Gowa.

Kegiatan yang bertajuk Realisasi Peran Humanika dalam Mewujudkan Peternakan Pedesaan yang Profesional, Sabtu 26 Oktober 2019. Kegiatan berlangsung di dua tempat, pertama kegiatan dilaksanakan di ruangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Bellabori, kemudian yang kedua di lokasi pengolahan bahan pakan (Rumah Warga).

Kegiatan ini dihadiri oleh dosen Fakultas Peternakan, Ibu DR. Marhama, SP., M.Si, dan Ibu drh. Kusumandari Indah Prahesti, M.Si selaku pemateri, dan beberapa mahasiswa Humanika selaku pelaksana kegiatan, serta perwakilan pemerintah setempat Desa Bellabori dengan peserta kegiatan masyarakat Desa Bellabori.

Adapun rangkaian acara mulai dari pemberian materi dan praktek langsung ke lapangan, sebagai bentuk realisasi dari beberapa teori yang diberikan mengenai tanaman pakan dan pengolahannya.

Masyarakat sangat membutuhkan sentuhan seperti yang dilakukan pihak Humanika Fapet Unhas, karena minim pengetahuan tentang beberapa pemanfaatan bahan atau limbah yang dapat di olah menjadi sebuah bahan yang berharga serta dapat di manfaatkan dalam kebutuhan sehari-hari.

Pemberian materinya DR. Marhama, SP., M.Si, tentang hijauan pakan indigofera yang baik untuk ternak, dijelaskan mulai cara pembibitan sampai tumbuh, dan pengolahan indigofera sebagai bahan pakan untuk ternak. Sedangkan drh. Kusumandari Indah Prahesti, M.Si menjelaskan tentang kesehatan ternak dan jenis-jenis penyakit pada ternak.

Ichlasul Amal selaku Ketua Umum Humanika periode 2018-2019, dalam baksos ini dilakukan praktek dilapangan, untuk pengolahan pakan, kami melakukan pencacahan tongkol jagung yang sudah di fermentasi dan tongkol jagung yang belum difermentasi. Dengan demikian kami bisa melihat perbedaan hasil gilingan mesin pengolahan pakan dari kedua bahan tersebut dan akan dianalisis yang mana lebih baik digunakan untuk bahan pakan ternak.

“Untuk kesehatan ternak, kami melalukan cek kondisi ternak yang dikandangkan serta mengidentifikasi penyakit yang dialami ternak tersebut. Adapun bahan yang dimaksud tanaman indigofera diolah menjadi bahan pakan untuk ternak. Limbah yang dimaksud adalah tongkol jagung yang dimanfaatkan sebagai bahan pakan untuk ternak.”

Syamsul S.Ag selaku Ketua BUMDES mengatakan pelatihan ini merupakan langkah tepat untuk memberdayakan masyarakat Desa Bellabori sebagai bentuk melestarikan tanaman pakan yang bernutrisi tinggi.

“Inovasi ini memang belum terlalu dikenal, nanti akan sukses baru banyak yang memulai langkah ini, maka dari itu kita bersatu memulai langkah ini menuju kesuksesan petani-peternak melalui pelatihan tersebut,” ujarnya.

(Visited 59 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *