fbpx
Suara Peternakan

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Memilih Calon Bakalan Merpati

Suarapeternakan.com – Pemeliharaan merpati dapat dibagi menjadi 3 yaitu sebagai pameran, produksi daging dan penampilannya. Pemeliharaan untuk tujuan produksi daging akan menghasilkan burung merpati muda (squab). Kriteria yang ditekankan dalam pemilihan bibit yaitu jumlah anak merpati  yang montok, sehat dalam jangka waktu yang lama, tegar, dan tahan penyakit.

Induk merpati harus lincah dan mempunyai maternal bihaviour yang baik (merawat anaknya dengan baik). Sementara pejantan yang dipilih harus giat untuk kawin, terutama sesaat sebelum betina mulai bertelur. Induk harusnya menghasilkan 14-15 ekor anak/tahun selama setidak-tidaknya 5 tahun.

Tentu saja faktor trah atau keturunan memang sangat menentukan bakat merpati dan biasanya indukan yang sering juara bisa menghasilkan anakan yang berkualitas.

Namun bakalan dari induk juara harganya sangat mahal dan bisa mencapai jutaan rupiah karena banyak sekali para pecinta merpati yang mengincarnya. Namun mencari bakalan dari pasar atau penangkap burung dari hutan ataupun penangkar juga bisa menemukan merpati yang berbakat.

Melansir dari erbagai sumber, dalam mengidentifikasi bakalan merpati, ada beberapa metode yang perlu diperhatikan yaitu:

Kepala

Pertama yang perlu dilihat bentuk kepala dengan menyentuh tengkorak untuk merasakan ketebalan tulangnya.

Merpati berbakat memiliki tulang depan yang lebih tinggi dari belakang sehingga kepala bisa fleksibel untuk menoleh maupun memutar sampai 180 derajat. Hal ini juga akan membantu mata untuk melihat lebih jauh dimana merpati betina berada. Selain itu, mampu menahan kencangnya angin di udara sehingga kepala tetap terjaga dengan baik.

Kepala burung juga bisa ditekuk sampai sudut 60 derajat sehingga mampu menukik atau melakukan manuver secara tiba-tiba ketika melihat pasangannya yang berada di bawah kolong. Hal ini sangat luar biasa dan sering terjadi pada ajang latihan atau lomba karena merpati yang terbang dengan cepat, tiba-tiba berhenti secara mendadak.

Selanjutnya langsung menuju ke arah bawah dengan sekejap dimana pasangannya berada.

Paruh

Untuk paruh merpati memilih yang memiliki bentuk runcing sehingga bisa membelah angin ketika di udara. Hal ini juga melindungi kepala agar tidak terlalu berat ketika berhadapan angin yang berlawanan sehingga bisa terbang dengan cepat. Paruh yang baik memang memiliki bentuk ideal, tidak terlalu besar ataupun kecil dan serasi dengan ukuran kepala.

Mata

Kondisi mata memang sangat penting karena merpati memerlukan penglihatan yang sangat tajam untuk melihat dengan jelas kondisi dari atas. Bentuk mata memiliki pupil yang baik agar bisa menangkis sinar matahari yang menyilaukan sehingga pandangan tidak akan terganggu. Pupil memiliki warna hitam kelam dan bisa mengecil ketika diterpa sinar matahari.

Ciri-ciri mata yang sehat memiliki 2 warna yaitu kuning tua dengan kuning muda, merah tua dengan hijau tua atau merah muda dengan putih. Selain itu, memiliki cincin yang melingkari bola mata dan biasanya berwarna hitam atau bisa juga warna lainnya.

Sayap

Bentuk sayap merpati memang tidak rata dan semakin ke dalam semakin kecil. Namun hal yang terpenting bagi merpati prospek, yaitu memiliki 4 sayap di bagian luar sehingga bisa melakukan penerbangan dengan baik. Kondisi sayap juga sangat kuat dan bisa mengembang dan mengempis dengan fleksibel. Para merpati mania selalu membuka sayapnya ketika memegang merpati untuk melihat kondisi sayapnya.

Hal tersebut untuk memastikan bahwa sayap masih sangat baik untuk melakukan penerbangan dan bisa melakukan manuver dengan cepat. Karena kondisi bulu sayap terkadang patah atau lepas dari badannya sehingga akan mengganggu ketika terbang. Tentu saja bentuk sayap harus rapat sehingga bisa terbang dengan cepat untuk menuju kolong dan mendarat dengan aman meninggalkan lawannya.

Ukuran sayap 2 kali lipat dari bentuk tubuhnya sehingga bisa mengangkat seluruh badan dengan ringan. Sayap yang baik juga didukung dengan tulang bahu yang lentur dan kuat sehingga bisa mengepakkan sayap dengan fleksibel. Kondisi kesehatan tulang bahu juga berotot agar mampu bergerak dengan cepat sehingga bisa terbang secepat kilat.

Dada

Tekstur dada dan para pecinta merpati selalu memencet dada untuk mengetahui kondisi tulangnya. Ukuran tulang merpati kolong yang baik yaitu sebesar jari manusia yang sudah dewasa. Selain itu, perlu meraba keseluruhan dada dan jika membentuk seperti huruh V, maka termasuk merpati berkualitas. Namun jika tulang dada membentuk huruf O, sebaiknya tinggalkan saja karena sulit untuk melatihnya.

Pinggang

Pinggang bisa menjaga kesimbangan ketika terbang di udara. Pinggang yang rapat memiliki kelebihan dan kondisi penerbangan sangat stabil. Hal ini membuat burung bisa berhenti atau melakukan rem secara tiba-tiba dan merubah arah terbang untuk menuju kolong. Sedangkan bentuk pinggang yang renggang kurang stabil dan kesulitan untuk mengendalikan rem.

Pola perawatan dan latihan harus diperhatikan dan perlu ada perlakuan yang spesial, karena merpati akan mengeluarkan tenaga yang luar biasa besar ketika terbang. Hal ini membutuhkan stamina yang sangat tinggi dari makanan dan juga jamu atau suplemen lainnya.

Jika bisa memilih merpati berkualitas dan juga melakukan perwatan serta latihan yang baik, maka untuk menjadi juara di ajang lomba atau latihan bersama bukanlah hal yang sulit.

(Visited 28 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *