fbpx
Suara Peternakan

Hal Menarik Mengenai Kerbau yang Mesti Anda Ketahui

SUARAPETERNAKAN.COM – Kerbau adalah hewan mamalia yang menjadi hewan ternak di wilayah Asia. Hasilnya berupa daging dan susunya untuk dikonsumsi. Dimanfaatkan juga sebagai penggerak, membajak, dan transportasi.

Deskripsi fisik: kerbau memiliki warna abu-abu kusam, dengan rambut kulit pendek dan relatif jarang. Tinggi kerbau dewasa berkisar 1,5 hingga 1,8 meter dengan berat sekitar 500-900 kilogram. Kerbau liar memilki ukuran lebih besar tinggi hampir 2 meter dan berat hingga 1.200 kg.

Kerbau Jantan dan betina: kerbau jantan berukuran lebih besar dibanding betina. Memiliki perbedaan ukuran bentuk punggung yang melengkung serta tanduk bisa tumbuh hingga 1,5 meter. Tanduk betina berukuran kecil dibanding kerbau jantan.

Jenis Kerbau: Kerbau Afrika mencakup dua spesies yang sama (Syncerus caffer). Tidak seperti kerbau Asia, kerbau Afrika tidak diternakkan karena sifatnya yang agresif.

Habitat dan Adaptasi: Kerbau suka berkubang sehingga bisa dijumpai dalam habitat dengan ketersediaan air yang mencukupi. Memiliki kuku kaki yang melebar sehingga menghidarkan mereka tenggelam dalam lumpur.

Makanan dan Nutrisi: Termasuk dalam herbivora, menghabiskan sebagian besar di rawa-rawa, tanaman air menjadi makanan kerbau.

Reproduksi: Kerbau betina akan mencapai masa dewasa setelah 4-5 tahun dan sudah mulai berproduksi. Mas kehamilan 9-11 bulan. Induk kerbau terus menyusui anaknya lebih dari setahun. Selama 3-4 tahun kerbau masih tinggal bersama induknya.

Daging kebau harus dimasak dalam waktu yang lama dan susunya menyumbang 5% produksi susu di dunia. Kandungan susu lemak yang tinggi menjadi bahan ideal untuk pembuatan yogurt, keju, dan lainnya.

Tanduk dan kulit digunakan dalam alat musik tradisional dan barang kerajinan. Kotorannya digunakan sebagai pupuk kandang.

Kerbau atau bahasa latinnya Bubalus bubalis, populasi saat ini sangat menurun. Berikut hal menarik mengenai kerbau:

  • Kerbau air di Asia memiliki ukuran dan berat badan lebih besar dibanding kerbau yang ada di Amerika. Di Asia tumbuh hingga tinggi mencapai 2,7 meter, memiliki berat badan hingga 1.200 kg atau 1,2 ton
  • Asian water buffalo : Kerbau liar habitatnya di hutan tropis dan subtropis Asia. Menghabiskan banyak waktu berendam di dalam air atau rawa-rawa. Kerbau tidak mudah tenggelam di dasar rawa yang berlumpur, karena hewan ini punya kuku yang lebar dan besar.
  • Bison atau kerbau Amerika, tidak menghabiskan banyak waktu di dalam air. Akan tetapi tidak pernah jauh dari sumber mata air. Lebih suka berteduh di bawah pohon untuk mendinginkan tubuhnya.
  • Sifat Kerbau suka berkelompok atau disebut dengan kawanan. Khusus di Asia, kerbau dibagi menjadi dua kawanan yaitu kawanan maternal yang terdiri dari induk dan anak-anak, serta kawanan jantan.
  •  Kerbau yang muda akan tinggal di dalam kawanan maternal sampai umur mencapai 3 tahun. Kemudian meninggalkan kawanan maternal dan bergabung dengan kawanan jantan.
  • Maternal umumnya berjumlah hingga 30 ekor, sedangkan kawanan jantan kerbau Asia berjumlah 10 ekor.
  • Khusus di Amerika, kawanan yang terbentuk adalah campuran dan bisa berjumlah hingga sekitar 1.000 ekor dalam satu kawanan.
  • Kerbau adalah hewan herbivora yang hanya memakan tumbuhan. misalnya rerumputan dan juga tanaman-tanaman obat, semak belukar, pohon, dan juga tanaman yang ada di dalam air.
  • Tingkat kelahiran kerbau masih terbilang rendah sehingga sulit untuk ditemuai. Satu betina hanya bisa melahirkan satu anak saja setelah 9 sampai 11 bulan hamil. Nantinya anak kerbau jantan akan tinggal bersama ibunya selama 3 tahun sebelum pindah kawanan.
  • Jika memiliki sumber makanan yang cukup dan tidak terancam oleh predator atau hewan karnivora, kerbau Asia bisa hidup selama kurang lebih 25 tahun. Sedangkan untuk yang Amerika harapan hidupnya sedikit lebih lama itu bisa sampai 26 tahun.
  • Kerbau air yang biasa ditemukan di Asia sudah diternakkan sejak 5.000 tahun yang lalu. Yang dimanfaatkan adalah daging, susu, kulit, tanduk, dan juga tenaganya.
  • Populasinya di alam liar diperkirakan hanya tinggal 4.000 ekor saja. Sementara kerbau Amerika masih sekitar 900.000 ekor.
  • Untuk menentukan antara kerbau jantan dan kerbau betina tidak hanya bisa dilihat dari ukurannya tapi juga tanduknya.
  • Tanduk jantan cenderung lebih panjang dan melengkung ke belakang sementara tanduk betina berukuran lebih kecil dan lurus.
  • Apabila kerbau Amerika akan berpindah habitat, beberapa dari mereka akan berdiri dan membiarkan anggota lain memilih jalur mana yang akan diikuti. Jalur yang paling banyak diikuti oleh anggota kawanan akan menjadi tujuan migrasi selanjutnya yang dipimpin oleh seekor betina.
  • Meski hewan herbivora, kerbau Amerika tidak akan segan menyerang manusia dan predator lainnya untuk melindungi anggota kawanan. Diketahui kerbau punya sifat yang sangat protektif terutama terhadap anggota kawanan yang sedang sakit atau yang sudah tua.

Degradasi habitat alami karena perburuan berlebihan dan akibat adanya predator seperti harimau, singa dan buaya. Sehingga mengancam populasi kerbau. Kerbau liar telah termasuk dalam daftar IUCN Red data sebagai spesies yang terancam punah.

Sumber: Wikipedia

(Visited 59 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *