fbpx
Suara Peternakan

Grab Andong Diluncurkan, Kesejahteraan Kuda Perlu Diperhatikan

Suarapeternakan.com – Yogyakarta. Andong merupakan salah satu kendaraan tradisional yang identik dengan Koya Yogya. Andong online adalah salah satu program Grab Indonesia, diharapkan dapat menimbulkan dampak positif bagi sekor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Setelah pertemuan yang dilakukan oleh Grab Indonesia dengan Gubernur Sultan Hamengku Buwono X di Gedhong Wilis di Kompleks Kepatin mamaparkan program andong online yaitu selain program grab online juga mengajak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur DIY sudah memberikan surat kepada Kementerian Perhubungan perihal becak listrik sebagai salah satu pengembangan kendaraan tradisional becak dan andong. Untuk becak dengan tenaga alternatif tersebut, pihaknya sudah menyiapkan beberapa bantuan 2 unit dari Grab, 2 unit dari Bank BPD DIY dan 4 unit dari Dishub DIY.  Pengadaan aplikasi untuk andong online sekaligus becak tersebut,  Grab Indonesia akan menyediakan aplikasi pemesanan online andong dengan harga yang terjangkau.

Adapun sarana transportasi ramah lingkungan milik Grab ini yakni otoped listrik. GrabAndong ini diharapkan menambah kesejahteraan kusir andong bahkan kesejahteraan kuda andong sehingga dapat bekerja optimal tanpa mengeksploitasinya.

Menurut Dr drh Yuriadi MP dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM, pihaknya sudah melakukan penyuluhan agar kusir dalam menerima jasa andong ini juga mempertimbangkan kebugaran kuda. Jam kerja kuda dibatasi lima kali trayek, atau kurang lebih 5 hingga 7 jam perhari.

“Itu cukup untuk jam kerjanya, sebab kalau melebihi itu akan menyebabkan menurunnya kebugaran kuda. Eksploitasi berlebihan bisa menyebabkan kuda kena penyakit kejang otot atau kencing darah,” kata Yuriadi yang juga Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Kuda Paguyuban Kusir Andong DIY kepada KRjogja.com, dikutip dar krjogja.com.

Selain jam kerja terbatas dan istirahat cukup, beberapa faktor untuk mengoptimalkan kesejahteraan kuda juga diperhatikan. Misalnya kebutuhan pakan yang mengandung gizi dan kalori tinggi untuk menopang energi kuda pekerja. Begitu juga kondisi istal (kandang kuda).

“Peternak harus memiliki kandang umbaran dengan luas kurang lebih 100 meter persegi, sehingga kuda leluasa bergerak dan beristirahat. Lantai kandangnya juga harus bersih, kering, dan hangat. Semua faktor itu secara keseluruhan akan menjaga kondisi badan kuda tetap bugar dan atletis,” terang Yuriadi yang didampingi Paguyuban Kusir Andong DIY Purwanto.

Terkait itu, Grab, Dinas Pariwisata DIY dan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta bekerja sama untuk menghadirkan terobosan moda transportasi lokal ikonik tersebut bertepatan pada ‘Malioboro Night Festival 2019’ di Monumen SO 1 Maret Yogya, Jumat 23 Agustus 2019 malam.
Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi meresmikan langsung GrabAndong.

Neneng Goenadi mengatakan, peluncuran GrabAndong merupakan bentuk dukungan Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi mengatakan peluncuran GrabAndong merupakan bentuk dukungan Grab untuk melestarikan ragam kekayaan tradisi dan juga budaya Yogyakarta kepada penduduk sekitar maupun wisatawan. Selain itu dengan solusi transportasi yang unik dan nyaman, masyarakat di sekitar destinasi wisata juga dapat memperoleh dampak ekonomi dari kunjungan wisatawan tersebut.

“Untuk fase GrabAndong pertama, hanya 26 andong yang terdaftar proyek awal. Kedepannya Grab akan menambah lebih banyak mitra pengemudi, yakni sekitar 200 mitra untuk GrabAndong dalam waktu enam bulan kedepan,” jelasnya.

Grab untuk melestarikan ragam kekayaan tradisi dan juga budaya Yogyakarta kepada penduduk sekitar maupun wisatawan. “Kami senang dapat memfasilitasi kebutuhan para wisatawan dan pengguna Grab yang ingin menjelajahi kawasan Malioboro dengan moda transportasi tradisional yang khas berpadukan dengan dukungan teknologi terkini,” tegasnya.

Sumber: krjogja.com

(Visited 59 times, 1 visits today)

Related Articles