fbpx
Suara Peternakan

Force Moulting Atau Program Gugur Bulu Pada Ayam Petelur

SUARAPETERNAKAN.COM – Pengertian gugur  bulu  (moulting) pada ayam adalah  gugur bulu pada ayam dari keadaaan biasa mulai menetas hingga bertelur, kemudian mengalami beberapa kali gugur bulu secara teratur. Sesudah bertelur selanjutnya  ayam  kualitas baik akan  mengalami gugur bulu sekali setahun. Ayam yang gugur bulu sebelum satu tahun menandakan bahwa  ayam tersebut kurang baik, sebaiknya dikeluarkan dari peternakan.

Gugur bulu terjadi pada bulu sayap primer yaitu bulu badan dan bulu leher. Ayam kurang produktif akan mengalami gugur bulu sebelum mencapai masa 7 bulan produksi, bahkan terjadi gugur bulu setelah waktu satu bulan produksi. Sehingga menyebabkan rendahnya persentasi produksi telurnya.

Selama gugur bulu ;produksi telur tidak ada.  Periode gugur bulu berlangsung selama 1-2 bulan. Persistensi adalah suatu kemampuan seekor ayam betina untuk bertelur selama masa periode bertelur sampai mengalami istirahat panjang. Misalnya dalam satu minggu jumlah telur  ada 5 butir dengan persistensi tinggi.Kemudian istirahat bertelur selama 1 bulan, dengan pesistensi rendah dan istirahat bertelur selama 4 bulan.

Induk ayam yang produktif, gugur bulu terjadi setelah produksi berjalan selama 8 bulan. Terkadang ada ayam yang masih tetap berproduksi meskipun sedang dalam keadaan gugur bulu. Pada kondisi ini  proses gugur bulu berlansung cepat.

Salah satu usaha dalam peternakan terkadang proses gugur bulu dipaksakan. gugur bulu buatan (force moulting) pada ayam dilakukan secara serentak pada usia bertelur 8-12 bulan.

Maksud force moulting adalah untuk mendapatkan masa bertelur lebih lama, ayam yang bertelur terus akan memperlihatkan kecenderungan penurunan daya bertelur, kualitas albumen kulit telur hingga ayam mendapat istirahat bertelur. Menunggu hingga ayam bertelur pada tahun keduanya.

Force molting bertujuan untuk mempertinggi kualitas albumen, dengan istirahat bertelur kualitas albumin akan meningkat. Kualitas albumen berhubungan erat lama ayam tersebut bertelur, lamanya beristirahat. Kualitas albumen lebih tinggi sesudah force molting selama 3-6 bulan.

Force molting berguna untuk mempertinggi kualitas kulit telur (kerabang) faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas albumen sama dengan kualitas kulit telur dan pakan serta temperatur.

Dengan adanya force molting diharapkan  dapat mendapatkan stok ayam yang bertelur pada tahun kedua. apakah ayam perlu digugur bulukan tergantung pada peternaknya sendiri karena kalau digugur bulukan praktis tidak akan dapat diharapkan keuntungan selama kurang lebih 8 minggu force molting direncanakan untuk mendapatkan ayam yang dapat bertelur dalam waktu yang lebih lama sesudah force molting.

Ayam diberi istirahat untuk memperbaiki kembali badannya yang rusak untuk menghadapi masa bertelur berikutnya. Pertimbangan lain apakah ayam perlu digugurbulukan bergantung pada perkiraan ekonomi yang ditentukan peternak.

Force Moulting hanya dapat direncanakan pada ayam-ayam yang dianggap dapat bertelur paling sedikit 5 bulan lagi kemudian bertelur selama beberapa bulan lagi dengan daya bertelur yang relatif tinggi.

Cara pelaksanaan Force Molting :

  1. Cara kemis/kimia, banyak bahan kimia yang dapat menghentikan ayam bertelur, dengan cara bahan kimia dicampur kedalam ransum. misalnya obat anti kesuburan dengan menghentikan ayam bertelur dalam 2-3 hari sesudah diberikan dan kembali bertelur 4-5 hari setelah obat dihentikan. Keuntungan yaitu ayam kurang stress, sedangkan kekurangannya yaitu efek yang negatif jarang digunakan.
  2. Pembatasan ransum, minuman dan cahaya yang banyak digunakan. ada 3 macam (north, 1978) : conventional force moulting program, washington force moulting program, milo force moulting program (nownter restriction).

Sumber: Rangkuman Materi Matakuliah (Prof Dr Ir Sahari Banon MSc)
Produksi Ternak Unggas (9 Februari 2011)

                  

(Visited 124 times, 1 visits today)

Related Articles