fbpx
Suara Peternakan

Fakultas Peternakan UGM-JAPFA Resmikan Research Farm (Closed House)

SuaraPeternakan.com – Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., meresmikan Research Farm (Closed House) pada Selasa, 23 April 2019. Peresmian tersebut merupakan kerjasama antara Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan salah satu anak usaha PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JAPFA), yakni, PT. Ciomas Adisatwa.

Pendirian Research Farm ini bertujuan untuk membantu para mahasiswa Fakultas Peternakan dalam melakukan riset dan pengembangan satwa unggas terutama ayam. Dan dapat digunakan oleh mahasiswa program sarjana maupun pasca sarjana.

Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono mengatakan, keberadaan Research Farm dapat mempermudah para mahasiswa untuk menentukan riset apa yang akan mereka lakukan untuk kebutuhan industri.

“Riset yang akan para mahasiswa Fapet lakukan nantinya agar dapat mempermudah untuk dihilirisasi sekaligus mematahkan kritik yang kerap dilayangkan kepada UGM selama ini tentang seretnya arus hilirisasi produk riset kita,” ujarnya dikutip dari gudeg.net.

Panut juga menambahkan, demi peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya didukung oleh pemerintah akan tetapi dibutuhkan bantuan dari para pelaku industri dan elemen masyarakat. Karena pada akhirnya kemajuan atau hasil dari riset yang akan dilakukan akan berimbas pada kemajuan sektor industri dan perekonomian rakyat.

Dekan Fakultas Peternakan Prof. Dr. Ir. Ali Agus mengungkapkan kerjasama ini akan mewujudkan mimpi dari UGM untuk meningkatkan kualitas riset.

“Peran pelaku industri dengan sejumlah universitas sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih baik dengan basis penelitian dan riset pengembangan,” tuturnya.

Adanya Research Farm ini diharap bisa meningkatkan riset di Fapet. Mimpi Fapet UGM adalah mencapai predikat Fakultas Peternakan best 5 di Asia dan best 10 di antara negara-negara tropis,”jelas Ali Agus.

Peternakan unggas dengan sistem kandang tertutup ini berbentuk sekat-sekat yang berisikan total berjumlah 1500 ekor anak ayam jenis broiller. Unggas tersebut dirawat dengan sistem pengaturan suhu kandang yang dapat menyesuaikan temperatur yang dibutuhkan.

Putra Tri Pamungkas Pengawas Produksi PT. Ciomas Adisatwa mengatakan unggas yang akan dikembangkan melalui riset oleh para mahasiswa Fapet UGM ini akan dipantau dengan teliti dan seksama segala perkembangannya.

“Walaupun untuk penelitian mahasiswa akan tetapi perawatan dan penjagaan unggas ini harus dengan teliti. Bila sesuai dengan riset, direncanakan unggas ayam ini akan siap panen dalam 42 hari,” ungkapnya.

Dan dapat dipastikan bahwa unggas yang berada pada peternakan kandang tertutup ini dapat lebih maksimal hasilnya dibandingkan dengan peternakan unggas lainnya.

Sumber: gudeg.net

(Visited 88 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *