fbpx
Suara Peternakan

Domba Compass Agrinak, Galur Baru di Indonesia

SUARAPETERNAKAN.COM – Melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1050/Kpts/SR.120/10/2014. Compass Agrinak ditetapkan sebagai rumpun domba unggulan baru hasil rekayasa Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (PUSLITBANGNAK) .

Domba Compass Agrinak, Foto: http://bpatp.litbang.pertanian.go.id

Domba Compass Agrinak merupakan galur baru jenis domba di Indonesia.  Pelepasan Rumpun domba Compass Agrinak, tertanggal 13 Oktober 2014.

Domba unggul hasil persilangan antara domba lokal Sumatera, domba St. Croix (Virgin Island) dan Domba Bardos Blackbelly (Barbados Islands). Mempunyai Warna putih, coklat, belang, dan ada pula berpola warna Barbados Blackbelly.

Keunggulan: mampu beradaptasi pada lingungan tropis dan lembab, siklus reproduksi sepanjang tahun, mempunyai laju pertumbuhan baik (101 gram.hari), jumlah anak sekelahiran sama dengan domba lokal.

Jaminan mutu domba Compass Agrinak terdiri dari dua variabel yaitu produktivitas individu meliputi bobot lahir (2,22 kg), bobot sapih 90 hari (11,93 kg), bobot umur 12 bulan (25,24-27,98 kg).

Sedangkan untuk produktivitas induknya meliputi total bobot sapih (16,36 kg), total anak sekelahiran (1,45 ekor) dan flock productivity (18,38 kg).

Ciri spesifik kualitatif meliput tanduk, warna tanduk, orientasi tanduk, profil muka, warna tubuh dominan, pola warna, dan persentase belang. Sedangkan ciri spesifik kuantitatif meliputi  produktivitas individu, produktivitas induk, ukuran tubuh, reproduksi, kualitas semen, kualitas karkas dan potongan karkas.

Kementan Wujudkan Swasembada Protein Hewani Lewat Domba Compass Agrinak. Berupaya menjadikan domba unggul ini sebagai swasembada protein hewani di Indonesia. Domba termasuk salah satu sumber protein hewani yang bagus untuk mencerdaskan anak bangsa.

Segmen pasar yang menjanjikan untuk domba compass agrinak.  Kini sudah tersebar di wilayah Sumatera Utara dan Pulau Jawa. Harapannya, dan berkembang luas di seluruh Indonesia sehingga swasembada protein hewani lekas tercapai.

Jumlah anak sekelahiran1,45, laju reproduksi induk 1,63, daya hidup anak 96%. Umur pubertas 249-277 hari

Sumber:http://bpatp.litbang.pertanian.go.id

(Visited 79 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *