fbpx
Suara Peternakan

Desa Kambing di Enrekang Sangat Berpotensi dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat Setempat

SUARAPETERNAKAN.COM – Kambing merupakan ternak dwiguna yang dipelihara untuk menghasilkan susu dan daging. Diantara kambing-kambing perah, kambing PE termasuk tipe kambing perah unggul, karena memiliki kemampuan memproduksi susu sebanyak 1,5 – 3 liter/hari.

Kelompok Tani Sipakanana Desa Bolang, Enrekang
Dok. Hardianti

Kemampuan produksi susu tersebut maka kambing PE cukup signifikan untuk dikembangkan sebagai ternak penghasil susu yang sangat potensial. Selain itu kambing PE pun sangat adaptif dengan topografi di segala wilayah, tidak memerlukan lahan luas dan pembudidayaannya relatif mudah sehingga dapat dijadikan bisnis keluarga dalam upaya peningkatan dan memperbaiki gizi buruk.

Kecamatan Alla ditunjuk sebagai pilot projek dalam pusat perekonomian yang hasil produksi pertanian terfokus disini, khususnya pada sub sektor peternakan.

Dok. Hardianti

Jangan heran ketika melihat beberapa kambing disetiap halaman atau dibawah (kolong) rumah panggung, karena sebagian besar penduduknya kebanyakan beternak kambing. Hampir setiap kepala keluarga mempunyai minimal 2-3 ekor ternak kambing.

Kelompok tani Sipakanana merupakan lembaga peternak kambing yang ada sejak tahun 1998 dan diresmikan pada tahun 2000.

Dok. Hardianti

Beternak Kambing Meningkatkan Perekonomian Desa Bolang. Tahun 2014 populasi kambing berkisar 11.005 ekor. Salah satu mata pencaharian masyarakat adalah beternak kambing untuk meningkatkan perekonomiannya.

Bangsa kambing yang dipelihara adalah kambing kacang dan kambing PE namun masyarakat lebih cenderung memelihara kambing PE karena pertumbuhannya yang cepat dengan bobot badan yang lebih besar dibanding bangsa kambing lain.

Kendala utama yang dihadapi oleh peternak yaitu adanya ular piton yang sering memangsa ternak kambingnya.Sehingga untuk membangun kandang yang bagus memerlukan biaya yang banyak. Jenis kandang yang bagus  agar terhindar dari serangan ular piton yaitu dengan memasangkan kawat.

Salah satu keuntungan beternak kambing ialah produktivitas kambing bisa dibilang sangat tinggi. dalam satu tahun seekor kambing betina dapat melahirkan dua sampai empat ekor. Belum lagi kita bisa mendapatkan penghasilan sampingan berupa kotoran kambing yang dapat diolah menjadi kompos.

Tak heran ketika para peternak di kelompok tani sipakanana ketika menjual kambingnya satu ekor, mereka masih memiliki beberapa ekor kambing. “Kebutuhan pendidikan yang mengharuskan menjual kambing,” ujar salah satu peternak di desa tersebut.

Dok. Hardianti

Musim kemarau juga banyak peternak yang menjual kambingnya, sebab kurangnya pakan. Peternak biasanya memanfaatkan berbagai jenis pakan yang ada di sekitaran kebun. Sedangkan di Musim Penghujan pakan yang melimpah.

Kesadaran akan pentingnya menanam pakan masih kurang. Namun ada juga yang meluangkan waktunya setiap hari untuk menanam berbagai jenis pakan utamanya rumput gajah, gamal dan lain sebagainya. 

Pagi hari para peternak mulai sibuk dengan aktivitasnya yaitu membersihkan bagian bawah kandang, mengambil gamal lalu memberikan kepada ternak. Mereka juga memanfaatkan kotoran kambing untuk dijadikan pupuk.

Jadi jangan heran ketika melihat kebun warga yang tampak subur. Perlu diketahui bahwa feses dan urin kambing lebih baik dibanding kotoran ternak lainnya, bukan berarti kotoran ternak lainnya tidak baik dijadikan pupuk. Urin kambing ketika dicampur dengan air kelapa, juga sangat bagus dijadikan pupuk untuk padi dibandingkan menggunakan pupuk organik.

Model Kandang Kambing
Dok. Hardianti

Besarnya peran Kelompok Tani Sipakanana dalam menaungi aspirasi masyarakat Peternak di Desa Bolang tercermin dari peningkatan jumlah anggota (resmi) kelompok yang hanya terdiri dari 21 orang pada awal berdirinya.

Kini kelompok tani ini harus dibagi menjadi 2 (Sipakanana I dan Sipakanana II) karena meningkatnya jumlah anggota akibat antosiasme masyarakat sekitar yang semakin tinggi. 

Dibutuhkan waktu sekitar 2,5 jam perjalanan dari Ibu Kota Kabupaten untuk mencapai Lokasi Kelompok Tani Sipakanana di Desa Bolang, dan membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk mencapai ibu kota kecamatan dan pasar Sudu (pasar sentral kecamatan Anggeraja) dan pasar agro STA.

(Visited 99 times, 1 visits today)

Related Articles