fbpx
Suara Peternakan

Dalam Budidayanya, 4 Tingkah Laku Walet Wajib Diketahui Peternak

Suarapeternakan.com – Budidaya walet yang perlu diperhatikan adalah pemilihan bibit dan perkandangan. Selain itu yang paling penting adalah tata laksana pemeliharaan, pemberian pakan, pembibutan dan kesehatannya. Yang paling penting adalah hasil panen tiba.

Tatalaksana Pemeliharaan

Setelah menetas, anak walet membutuhkan pemeliharaan secara intensif sebab, walet merupakan hewan altricial. Artinya Walet merupakan kelompok satwa burung yang tidak dapat mencari pakan sendiri setelah menetas.

Wal menetas, ciri-ciri anaknya yaitu gundul, tidK berbulu dan sangat lemah. Sehingga perlu ketelitian dan ketekunan  dalam perawatan. Adapun pakannya adalah telur semut (kroto), diberikan 3 Kli sehari dengan cara disuapi. Selama 2-3 hari, anak walet perlu mendapatkan pemanasan tambahan yang stabil dan intensif sehingga tidak perlu dikeluarkan dalam mesin tetas.

Umur seminggu, mata anak walet mulai terbuka dan bulu-bulunya mulai tumbuh.

Umur 43 hari, anaknya mulai belajar terbang. Seelah terbang ke alam bebas, anak waletbdalam satu hari akan beberapa kali masuk kedLam sarang rumahnya untuk beristirahat.

Pada walet dewasa, dalam tatalaksananya disesuaikan dengan tingkah laku (behaviour) walet:

1. Tingkah laku membuang sarang (nesting behaviour)

Walet terbiasa membuat sarang pada malam hari. Pada waktubtersebut, walet tidak mencari makan dan waktu istirahatnya digunakan untuk membuat sarang.

Pembuatan sarang dilakukan dengan menggunakan air liur walet secara bergantian. Proses pembuatan sarang membutuhkan waktu 40-80 hari. Bila tidak pada masa bertelur dan makanan walet berupa serangga yang banyak terdapat disekitar sarang, maka proses pembuatan sarang membutuhkan hanya 40 hari.

Sementara pada masa bertelur, waktunya menjadi lebih lama bahkan dapat mencapai dua kali lebih lama yaitu 80 hari.

2. Tingkah laku tempat tinggal (homing behaviour)

Ciri khas walet adalah selalu pulang kesarangnya meskipun tempat tinggal dan lahan untuk mencati makan sangat jauh. Walet selalu pulang kesarangnya selama sarang tersebut dirasa aman dari para pemburu sarang burung dan hewan pemangsa walet. Disaat bertelur, walet akan pulang lebih cepat. Diluar itu, walet akan pulang hingga agak malam.

3. Tingkah laku mencari pakan (fooding behaviour)

Walet mencari pakan pada siang hari, yaitu sekitar pukul 05.00 pagi. Sasaran pertama adalah sekitar temoat tinggalnya, yaitu daerah persawahan. Jika tidak menemukan, walet akan mencari pakan ke hutan yang lebat. Selanjutnya walet akan menuju rawa-rawa sungai dan telaga sebagai sasaran terakhir. Pakan yang dicari berupa serangga. Menjelang senja dan tenggelamnya matahari, walet akan menyambar-nyambar diatas sungai, rawa-rawa arau telaga untuk kemudian pulang.

4. Tingkah laku kawin (breeding behaviour)

Ketika musim kawin tiba, walet akan saling berkejar-kejaran untuk memilih pasangan yang cocok. Kejar-kejaran inj bisa terjadi di dalam lokasi maupun saat mencari makan. Jika sudah mendapatkan pasangan yang cocok, pasangan ini akan memisahkan diri dari rombongannya dengan terbang tinggi sambil berkejaran. Setelah itu, waletbtersebut akan bergabung kembali dengan rombongannya.

Kedua walet tersebut akan membuat sarang bersama-sama secara bergantian dengan memoles air ludah masing-masing. Setelah pembuatan sarang selesai, walet akan melakukan perkawinan dengan melakukan peransangan terlebih dahulu, biasanya betina berada dalam sarang dan membunyiakan suaranya yang mencicit.

(Visited 71 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *