fbpx
Suara Peternakan

Daging Sapi Lokal Mahal, Warga Beralih Ke Daging Kerbau Asal India

SuaraPeternakan.com – Kementerian Pertaminan (Kementan) mengklaim bahwa stok daging sapi dan kerbau jelang Lebaran surplus 2.450 ton. Adapun prediksi kebutuhan nasional untuk komoditas pangan pokok asal hewan ini pada Mei-Juni 2019 sebanyak 123.105 ton.

Kendati demikian jumlah kebutuhan tersebut baru dipenuhi dengan ketersediaan stok daging lokal sebanyak 72.576 ton. Artinya, untuk memenuhi permintaan, pemerintah perlu menyediakan stok sebanyak 50.529 Ton.

Perum Bulog telah mengimpor sebanyak 4 ribu ton daging kerbau beku dari India. Daging tersebut akan masuk sampai dengan akhir Ramadhan nanti. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor daging beku menyumbang defisit pada neraca dagang di bulan April. Pasalnya, impor bahan pangan khususnya daging beku meningkat.

Konsumsi daging kerbau di kalangan masyarakat memerlihatkan tren positif, menyusul kian melonjaknya harga daging sapi. Seperti di Pangkal Pinang daging kerbau beku menjadi alternatif selain daging sapi yang harganya cenderung naik menjelang lebaran.

Selama Ramadhan, di Pangkal Pinang sebanyak 40 ton daging kerbau beku telah didistribusikan untuk wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

Lain halnya dengan daging kerbau yang masuk via Jakarta, didistribusikan ke masyarakat umum, rumah makan, restoran hingga hotel. Harga eceran dipatok Rp 80.000 per kilogram atau lebih murah dibanding daging sapi yang saat ini harganya bertengger di angka Rp 120.000 per kilogram.

Di Jakarta, Pengusaha Daging dan Industri Makanan, Yustinus Sadmoko mengatakan saat ini penjual daging, khususnya daging sapi mendapatkan tantangan dengan kehadiran daging kerbau impor. Daging kerbau asal India tersebut, kata dia, telah mengambil alih pangsa pasar daging sapi.

“Ada kompetisi baru dari daging kerbau India. Dari 2017 diperkenalkan secara gencar dan volumenya besar cukup ambil alih pangsa pasar kita,” kata dia, dalam diskusi, di Jakarta Sabtu (25/5/2019), dikutip dari Liputan6.com.

Banyak daging kerbau impor yang masuk ke pasar tradisional. Sehingga menurut Ystinus daging kerbau banyak yang bocor ke pasar tradisional, karena kerbau masuk ke distributor level satu. Artinya Begitu masuk ritel ke pasar kita tidak bisa pantau.

Susah membedakan antara daging kerbau India dengan daging sapi. Apabila sudah ditata antara daging sapi dan daging kerbau sangat terlihat mirip. Jika menilik kandungan gizi, maka tidak ada perbedaan antara daging sapi dan kerbau. Namun, dari segi bisnis masuknya daging kerbau asal India mengurangi pangsa pasar panjual daging sapi dalam negeri.

(Visited 77 times, 1 visits today)

Related Articles