fbpx
Suara Peternakan

Cara Mengatasi Rumah Walet dari Serangan 6 Jenis Hama atau Predator

Suarapeternakan.com – Pemeliharaan kesehatan dilakukan dengan menjaga kebersihan rumah burung walet. Apabila rumah walet sudah lama dihuni, kotorannya yang menumpuk harus dibersihkan, cara pembersihannya tidak dengan dibuang, melainkan dikumpulkan dalam karung dan tetap disimpan dalam rumah walet. Hal ini disebabkan walet mempunyai penciuman yang tajam.

Dilansir dari bebagai sumber, hama atau predator yang sering menyerang walet sebagai berikut.

a. Kecoa, binatang ini biasanya memakan sarang walet sehingga sarang menjadi kecil dan cacat. Pencegahannya dengan menyemprot insektisida atau menjaga kebersihan rumah walet sehingga tidak dijadikan sarang kecoa.

Insektisida yang biasa digunakan oleh petani walet adalah diamond dan regent.

b. Semut, biasanya menyerang anak walet dan walet yang sedang bertelur.

Tidak semua jenis semut menjadi hama bagi walet. Semut yang sering mengganggu walet adalah semut api. Semut api menyerang walet dengan cara mengganggu burung walet yang sedang bertelur dan memakan anak-anak walet.

Cara mencegah supaya semut api tidak masuk ke gedung walet yaitu dengan memberi umpan supaya semut mengerumuninya. Kemudian siram semut menggunakan air panas.

c. Tikus, suka memakan telur, anak walet dan sarang walet. Hewan predator ini dapat membuat walet trauma, sehingga walet tidak mau menempati dan pulang ke gedungnya. Selain itu, tikus juga sering menimbulkan suara gaduh sehingga mengganggu dan menyebabkan tidak nyaman bagi walet.

Kotoran serta kencing tikus juga mengakibatkan suhu dalam ruangan menjadi tidak nyaman bagi walet. Upaya pencegahan dengan membuang barang-barang tidak berguna yang memungkinkan dapat digunakan sebagai sarang tikus. Lobang-lobang yang dapat digunakan keluar masuk tikus, ini juga perlu ditutup.

Cara mencegahnya yaitu memberi racun tikus, menutup semua lubang kecil, atau buat dinding menjadi licin supaya tikus tidak bisa memanjat. 

d. Tokek dan cicak

Cara cicak dan tokek menyerang walet yaitu memakan telur serta sarangnya. Jenis hama walet ini juga akan memakan anak walet, terutama tokek. Kotorannya dapat membuat ruangan menjadi tercemar.

Saat tokek memakan telur walet, ia akan memuntahkan kulitnya ke lantai yang membuat gedung walet menjadi kotor. Kotoran tersebut dapat merubah suhu ruangan sehingga ketenangan burung walet terganggu.

Untuk mencegahnya yaitu dengan membuat saluran air di sekitar pagar. Lubang-lubang ventilasi di gedung walet yang tidak digunakan sebaiknya ditutup saja.

Selain itu, supaya tokek tidak masuk ke dalam gedung walet, buatlah ranjau dan penangkal anti tokek. Bisa berupa seng yang bergerigi dan tajam, kemudian dipasang di sekeliling pintu masuk (LMB) khususnya sebelah luar.

Ada pula teknik lain untuk menjaring dan membuat binatang merayap ini jera adalah memasang jaring jala yang biasa digunakan oleh nelayan. Cara menggunakannya adalah memasang jaring tersebut mengelilingin gedung walet.

e. Burung Hantu

Burung hantu merupakan predator paling ganas, karena kedatangan burung hantu dapat merusak semua koloni walet yang berada dalam satu gedung. Apabila burung hantu sampai masuk, maka sudah bisa dipastikan kalau gedung walet akan segera kosong jika tidak segera diatasi. 

Burung hantu akan memakan habis walet dengan berbagai cara seperti menghadang walet yang akan masuk ke gedung, menyergap atau langsung masuk ke gedung walet.

Sasaran burung hantu adalah katak, tikus, ular dan walet. Tempat berburu burung hantu yaitu di area perkebunan dan persawahan. Biasanya, burung hantu tidur di waktu siang. Ia akan mulai mencari mangsa saat pukul 7 malam dan akan pulang ke sarangnya pukul 4 pagi.

Tips mencegah burung hantu supaya tidak mengganggu

Pasang bohlam lampu dengan kekuatan 10 watt dan posisikan lampu di atas lubang masuk walet sekitar 50 cm dari bibir lubang. Nyalakan lampu sebelum jam 7 malam (setelah twitter panggil dimatikan) dan matikan saat jam 5 pagi.

Di bagian pintu luar, sekitar 50 cm dari bibir lubang, pasang rel gorden dengan ukuran dua kali panjang pintu walet. Pasanglah tali di sisi kanan dan kiri pada rel gorden.  Ketika pagi sebelum walet keluar dari gedung, tariklah tali tersebut ke arah samping supaya daun pintu bergeser dan lubang pintu walet menjadi terbuka.

Jika malam, tariklah tali ke sisi yang berlawanan supaya menutup lubang masuk. Dengan cara buka tutup seperti ini, gedung walet akan aman dari serangan burung hantu. Gunakan daun pintu yang terbuat dari aluminium atau Anda bisa menggunakan pintu buka tutup yang otomatis.

Cara mengatasi burung hantu berikutnya adalah dengan memberikan umpan yang telah diberi racun. Umpan dapat berupa anak ayam atau tikus kecil.

  • Menghalau burung hantu dengan jarum

Melihat dari karakter burung hantu yang sebelum beraksi pasti akan melakukan surveidengan tujuan memastikan tidak ada sesuatu yang membahayakan dirinya. Maka dari itu, sebelum burung hantu masuk ke dalam gedung walet pastinya akan hinggap terlebih dahulu di bibir LMB (lubang masuk burung).

Dengan demikian, memasang jarum yang diposiskan terbalik (tajam mengarah ke atas) pada bibir LMB akan memberikan efek kejut pada burung hantu tersebut. Sehingga burung hantu akan berpikir seribu kali untuk masuk dan mengobrak abrik isi gedung walet Anda.

Jarum terbalik dipasang dengan ketinggian kira-kira 1 cm, disebar secara acak (tidak beraturan).

·         Menghalau burung hantu dengan LMB yang tidak datar

Pada umumnya, orang membuat lubang masuk burung (LMB) berbentuk persegi panjang, sehingga burung hantu yang bertengger akan merasa nyaman untuk melakukan pengintaian.

Apa jadinya jika LMB tersebut dibuat persegi 4 atau persegi 5 dan dipasang miring seperti layaknya ketupat? Kenyamanan burung hantu pastinya akan berkurang ketika bertengger pada bibir LMB yang miring, sehingga harapannya burung hantu akan menjauhi gedung walet Anda.

  • Cara mengusir burung hantu dengan lem tikus

Memanfaatkan lem tikus bisa menjadi salah satu cara untuk memberikan efek jerah pada burung hantu yang sering menyergap burung walet Anda. Cara penggunaannya sangat mudah, yaitu cukup memantau keberadaan burung hantu pada malam hari. Perhatikan dimana burung hantu hinggap untuk mempersiapkan aksinya.

Setelah mengetahui posisi hinggapnya burung hantu, selanjutnya besok harinya persiapkan lem tikus yang di taruh di sebuah lidi, kardus atau semacamnya. Kemudian letakkan pada tempat hinggapnya burung hantu tersebut.

Jika jebakan lem tikus tersebut sempat mengenai kaki burung hantu atau dengan teknik pemasangan tertentu mengenai sayapnya, diharapkan efek jerah akan muncul. Sehingga burung hantu tidak akan kembali mengintai gedung walet Anda. 

Selain dari teknik tersebut, Anda juga bisa mengaplikasikan lem tikus tersebut pada burung walet mainan (bisa dibuat sendiri). Walet mainan tersebut dilumuri lem tikus, kemudian diikat menggantung dan disetting agar bisa diayun secara manual.

Jika burung hantu sudah bersiap pada posisinya, maka silahkan ayun burung mainan tersebut. Jika beruntung, pada ayunan pertama burung hantu akan menyambar mainan Anda.

Seperti pada cara pertama, memang tidak dapat menangkap burung hantu, tapi dijamin burung hantu tersebut tidak akan pernah kembali mengganggu usaha walet Anda.       

f. Kelelawar

Kelelawar adalah hama yang cepat berkembang sehingga akan mendominasi gedung walet. Inilah yang membuat walet tidak mau pulang ke gedung Anda. cara mengatasinya yaitu dengan menangkap kelelawar diwaktu siang hari.

(Visited 287 times, 1 visits today)

Related Articles