fbpx
Suara Peternakan

Cara Kenali Kerbau Rawa Amuntai, Meski Berbaur dengan yang lain

SUARAPETERNAKAN.COM – Bagi kalian yang baru melihat kerbau, apalagi dalam jumlah yang banyak dan bekelompok. Pasti sangat susah mengenalinya.

Bagi orang awam yang melihat kerbau rawa di Kecamatan Paminggir, Hulu Sungai Utara (HSU), Kalsel, tentu sangat bingung bagaimana cara membedakan kerbau yang satu dengan yang lainnya.

Seperti terlihat di Hulu Sungai Utara Kalsel. Jumlah kerbau rawa saat ini ada ribuan ekor, dengan lokasi pengembalaan yang berada masih dalam satu wilayah hamparan rawa.

Meski terlalu banyak dan bercampur dengan kerbau milik peternak yang lain. Tapi bagi si pemilik atau pengembala, ternyata ada cara gampang untuk bisa mengenali kerbau rawa miliknya.

Sehingga walaupun saat mencari makan, kerbau rawa dilepaskan dari kalang (kandang), tetap tidak akan tertukar dengan kerbau lain yang juga dilepas pemiliknya.

“Ada ciri khusus yang jadi tanda kalau kerbau itu milik siapa,” kata seorang pemelihara kerbau rawa, Fahrudin, warga Desa Tampakang, kecamatan Paminggir, HSU, Kalsel.

Sejumlah Kerbau yang hidup di Rawa atau Kerbau Rawa ada di Kecamatan Paminggir, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Sejumlah Kerbau yang hidup di Rawa atau Kerbau Rawa ada di Kecamatan Paminggir, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Menurutnya, ciri itu ada di daun telinga kerbau yang dibuat sejak kerbau baru berumur 1/2 atau 1 bulan.

Daun telinga sengaja dibentuk dengan diturih atau semacam diiris agar bisa menjadi ciri permanen sampai dewasa.

“Bentuk cirinya ada yang disebut belah pucuk, sapit hudang, tali layar, bapijit dan lainnya,” kata Udin panggilannya sehari-hari.

Ciri yang ada itu juga menjadi semacam hak paten dari setiap pemilik, sehingga terus berlanjut turun temurun.

Sumber: Banjarmasin.tribunnews.com

(Visited 70 times, 1 visits today)

Related Articles