fbpx
Suara Peternakan

Cara Beternak Burung Puyuh

Suarapeternakan.com – Burung puyuh adalah jenis hewan kecil yang tenang dan mampu menguasai diri dengan baik juga bisa menghasilkan 5 hingga 6 telur setiap minggunya.

Sebelum menjadi burung yang dibudidayakan, burung puyuh dahulunya adalah burung buruan. Banyak masyarakat yang sangat suka mengkonsumsi daging dari burung puyuh ini karena memiliki cita rasa tersendiri, manis dan lezat.

Burung puyuh dalam Bahasa Jawa disebut “Gemak” Bahasa asing “Quail. Beternak burung puyuh  memiliki keuntungan sangat menggiurkan. Keuntungan yang di dapatkan adalah daging dan telurnya yang dapat di konsumsi oleh manusia sehingga dapat di jual. Sedangkan untuk burung puyuh yang sudah afkir bisa di jual ke peternak burung puyuh pedaging.

Keuntungan lainnya kotorannya bisa dijadikan sebagai pupuk kandang. Kotoran puyuh mempunyai protein yang sangat tinggi, sehingga sangat menguntungkan bagi usaha beternak ikan.

Sebuah peluang usaha yang menjanjikan bukan? Apakah anda tertarik untuk memulai melakukan cara budidaya burung puyuh ini? Berikut penjelasan singkat mengenai budidaya burung puyuh.

Pemilihan Bibit

Pemilihan calon bakanan untuk burung puyuh disesuaikan dengan tujuan untuk produksi telur atau peroduksi daging. Cara pemilihan bakalan sama dengan pemilihan bakalan pada ayam dan itik. Yaitu dipilih berdasarkan kemampuan produksi, kemampuan untuk tumbuh, serta penanmpilan eksterioar. Penampilan eksterior dilihat dari masing-masing individu dengan indikasi sehat, tidak cacat, dan lincah.

Memilih indukan yang berkualitas baik atau unggul adalah tahapan cerdas yang akan menentukan persentase keberhasilan dari budidaya puyuh ini.

Ada 3 tujuan utama dari budidaya puyuh ini yaitu pertama jika anda melakukan budidaya burung puyuh untuk melakukan produksi daging, maka di pilih indukan puyuh betina dan jantan afkiran atau yang sudah tidak produktif lagi menghasilkan telur.

Kedua jika anda melakukan budidaya untuk pengoptimalan produksi telur yang di tetas atau pembibitan maka pilihlah puyuh betina yang sangat aktif dan baik dalam tingkat kualitas produksi telurnya dan para jantan yang tentunya akan sehat dan siap untuk membuahi para puyuh betina supaya bisa menetaskan telur yang berkualitas terbaik.

Ketiga, jika anda berusaha menerapkan produksi telur puyuh untuk konsumsi, maka pilih lah bibit atau indukan puyuh betina yang bebas dari berbagai penyakit bawaan dan sehat.

Pembibitan

Pembibitan puyuh sangat bergantung dari tujuan pemeliharaannya, untuk pengasil telur konsumsi, telur tetas atau daging. Untuk produksi telur tetas, bibit dipilih dari jenis betina yang sehat dan bebas penyakit.

Untuk telur tetas, bibit dipilih dari betina jenis ketam yang produksi telurnya tinggi dan sehat serta jantan yang sehat dan siap membuahi betina. Jenis puyuh ketan yaitu jenis puyuh yang warna bulu pada punggung hitam bintik putih, seperti beras. Kemampuan bertelurnya tinggi sekitar 300 butir per tahun.

Jika tujuannya untuk pedaging digunakan puyuh jantan atau betina apkir. Awal bertelur puyuh terjadi pada umur 50 hari dengan lama penetasan 16-18 hari.

Pemeliharaan Burung Puyuh

 Pertimbangan untuk pemeliharaan puyuh didasarkan pada modal yang digunakan relative kecil, dapat dipelihara dalam lingkup rumah tangga, waktu pemeliharaannya pendenk (6 minggu panen), puyuh relative tahan terhadap serangan penyakit, serta produksi daging dan telurnya tinggi.

Pemeliharaan puyuh dikelompkkkan dalam 3 periode pemeliharaan yaitu periode starter (1hari- 3 minggu), periode grower (3-6 minggu), dan periode layer (6 minggu – apkir).

Perhatikan Sanitasi atau Kebersihan Juga Perbuatan Preventif. Melakukan proses vaksinasi dan juga memelihara kebersihan atau sanitasi kandang adalah hal yang di perlukan dalam memelihara hewan apapun, termasuk burung puyuh. Tentunya anda tidak mengharapkan kerugian yang mendalam ketika melakukan budidaya burung puyuh bukan? Maka jagalah mereka dari berbagai penyakit dengan mengutamakan kebersihan tentunya.

Melakukan Kontrol Penyakit

Pengontrolan terhadap penyakit seharusnya sering di lakukan apabila anda mencurigai atau meilhat adanya berbagai tanda – tanda mencurigakan yang menandakan para burung puyuh sedang sakit atau tidak sehat. Konsultasikanlah keluhan – keluhan tersebut ke berbagai dokter hewan, dinas pertenakan atau kepada peternak burung puyuh lainnya.

Pemberian Pakan

Pakan puyuh terdiri dari beberapa bentuk yaitu pellet, remah-remah, dan tepung. Pemberian pakan dapat dilakukan 2 kali sehari. Jumlah konsumsi pakan pada puyuh dewasa sekitar 20 g/ekor. Kandungan protein pada pakan puyuh umur 0-3 minggu sebanyak 24-28%, umur 3-7 minggu sebanyak 20%, dan umur 7 minggu-panen (apkir) sebayak 24% dengan kandungan energi mortalias sekitar 2.900 kkal/kg

Agar anda dapat hasil yang optimal dan maksimal maka anda juga harus memberikan pakan secara teratur supaya gizi dan nutrisi yang di butuhkan para burung puyuh akan tetap terpenuhi. Sedangkan pakan atau ransum yang biasa di sediakan untuk burung puyuh sebenarnya terbagi dalam berbagai jenis dan bentuk. Misalnya saja dalam bentuk tepung, remah – remah dan pallet. Sebab para burung puyuh sebenarnya memiliki sifat suka mematuk makanan kawannya atau menggangu sesama puyuh lainnya.

Makanan yang biasa di berikan kepada burung puyuh biasanya bergantung pada umur dari puyuh itu sendiri. Pada masa awal dari pertumbuhan atau biasa di sebut masa satrter, biasanya akan diberi pakan berbentuk tepung atau mass jika dibwah umur 3 minggu.Sedangkan pakan dalam bentuk butiran atau crumble biasanya akan di berikan apada puyuh yang berumur 3 minggu.

Pemeliharaan kesehatan

Pemeliharaan kesehatan dilakukan dengan sanitasi dan tindakan preventif untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh. Menjaga kebersihan lingkungan kendang dan vaksinasi perlu dilakukan agar puyuh terhindar dari serangan penyakit.

Pengontrolan penyakit dilakukan secara rutin. Apabila ada yang sakit, puyuh segera disingkirkan dari kelompoknya untuk diobati. Pelaksanaan vaksinasi sama dengan vaksinasi pada ayam, tetapi dosisnya lebih rendah, yaitu setengah dari dosis untuk ayam.

Panen dan Hasil Panen

Hasil panen burung puyuh meliputi telur dan daging. Telur dipasarkan dengan cara kiloan, sedangkan daging dipasarkan dalam satuan ekor atau sudah dimasak.

(Visited 22 times, 1 visits today)

Related Articles