fbpx
Suara Peternakan

Cara Berternak Ayam Kalkun

Suarapeternakan.com – Ayam kalkun bukanlah asli unggas dari Indonesia, berasal dari Kanada dan sebagian dari benua Eropa. Beberapa jenis ayam kalkun yaitu jenis kalkun Bronze, kalkun Putih, kalkun Royal Palm, Kalkun Golden Palm, Kalkun Bourbon Red, Kalkun Self Buff. Diantara jenis yang harganya lebih mahal dibandingkan kalkun jenis lainnya yaitu kalkun Black Spanish.

Ayam kampung dipeliharan pada umumnya seperti memelihara ayam kampung biasa. Makanan yang dimakan juga sama dengan ayam kampung, yang membedakan hanyalah kegemaran ayam kalkun pada sayuran yang masih segar. Tak heran bila pertumbuhan mereka sangat pesat.

Anak ayam kalkun sangat menyukai aneka macam sayuran mulai dari bayam, kangkung, daun pepaya. Ayam kalkun juga sangat menyukai eceng gondok. Dengan memberikannya irisan eceng gondok sebagai pengganti sayuran.

Jika kita ingin memelihara ayam kalkun, yang pertama adalah mempersiapkan kandang yang sesuai dengan kebutuhan ayam kalkun. Untuk perawatan tergantung dari umur ayam kalkun.

Kalkun merupakan salah satu bahan makanan yang sangat terkenal akan kelezatannya. Di luar negeri, kalkun menjadi makanan favorit jika sedang ada acara seperti pesta.

Namun, di Indonesia masih belum begitu populer kalkun dijadikan sebagai bahan makanan. Kalkun merupakan sejenis ayam yang berukuran cukup besar dan juga memiliki bentuk tubuh unik. Inilah beberapa penjelasan singkat tentang cara beternak kalkun.

Berikut beberapa penjelasan singkat tentang cara beternak kalkun:

Pemilihan bibit

Pemilihan bibit kalkun yang baik dan benar akan mempengaruhi keberhasilan dalam beternak kalkun. Saat kita membeli ayam kalkun untuk diternak, pastikan kondisi ayam dalam keadaan sehat dan juga tidak terdapat cacat pada tubuhnya. Selain itu perhatikan juga bentuk tubuh si kalkun. usahakan pilih ayam yang memiliki tubuh tegap.

Pemilihan lokasi ternak

lokasi peternakan yang strategis akan menjamin keberhasilan dalam usaha ternak kalkun. usahakan tempat ternak kalkun jauh dari keramaian untuk menjaga kenyamanan kalkun. selain itu juga untuk mengantisipasi hilangnya kalkun oleh orang-orang jail karena memang harga kalkun di pasaran sangatlah tinggi.

Kandang

Sama seperti hewan ternak lainnya, kalkun juga memerlukan kandang yang bisa ia gunakan sebagai tempat untuk tinggal dan melindungi diri dari gangguan di sekitarnya. Kandang kalkun tidaklah memerlukan kandang yang rumit, cukup dengan adanya pembatas seperti pagar dan juga atap untuk berteduh. Serta tempat untuk kalkun berkeliaran.

Kalian sudah bisa untuk memulai ternak kalkun. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam kandang kalkun yaitu usahakan sinar matahari dapat masuk ke kandang terutama sinar matahari pagi. Selain itu kebersihan kandang juga perlu dijaga untuk menghindarkan kalkun dari berbagai macam penyakit.

Tempat makan dan minum juga harus tersedia di dalam kandang. Pisahkan kalkun menurut usianya. Hal ini untuk menghindari perkelahian antar sesama kalkun.

Pemberian pakan

Pemberian pakan yang tepat dan juga sesuai akan menunjang keberhasilan dalam ternak kalkun. Untuk mengurangi biaya pakan, kita dapat memenfaatkan makanan sisa baik dari rumah makan maupun tempat usaha catering. Selain itu kita juga dapat memenfaatkan dedak yang dicampur dengan ikan-ikan kecil maupun keong yang bisa kita dapatkan dengan mudah di area persawahan.

Untuk menambah nutrisi, sesekali kita bisa berikan makanan kemasan yang banyak dijual di toko-toko hewan. Pemberian makan juga harus disesuaikan dengan usia dan kondisi fisik kalkun agar makanan didalam kandang selalu habis.

Karena apabila makanan tidak habis dan membusuk di dalam kandang dapat menyebabkan bakteri yang dapart menyerang kalkun. Selain makanan, minuman juga harus tersedia di dalam kandang. usahakan letak antara makanan dan minuman kalkun saling berjauhan. Hal ini untuk menjaga kebersihan minuman agar tidak tercampur dengan makanan kalkun.

Itulah beberapa tips singkat merawat ayam kalkun. Jika pembaca tertarik untuk mecoba memelihara ayam kalkun, silahkan memulai dengan cara sebagaimana tertulis diatas.

Untuk perawatan semula

Ayam kalkun yang masih berusia 0 – 6 minggu masih butuh pemanasan dalam kandangnya. Kalkun memerlukan suhu yang cukup hangat atau tidak terlalu dingin. Jika udara disekitar anda cukup panas bisa dipasang lampu 25 watt saja. Jika panas bisa 5 watt saja, saat malam hari.

Sedangkan pada siang hari cukup mendapatkan sinar pagi matahari. Untuk makanannya pada umur sampai 20 hari ayam kalkun hanya perlu diberikan BR-1. Jadi belum begitu bervariasi makanannya. Untuk kandangnya bisa berupa boks dari kardus. Untuk ukuran sekitar panjang 1 m, tinggi 80 cm dan lebar 40 cm. Bisa muat sekitar 20-25 ekor anakan ayam kalkun.

Perawatan Menengah

Setelah kalkun berumur lebih dari 6 minggu, kalkun dapat dipindahkan ke kandang yang lebih luas. Pada umur tersebut kalkun dapat diberikan makanan selingan berupa sayuran yang diiris halus. Untuk kandang kalkun usahakan berupa tembok atau pagar dari bambu yang tinggi sehingga kalkun tidak bisa terbang keluar kandang. Untuk sekedar melindungi dari panas matahari dibuat naungan dari atap. Pada umur menengah ini antara kalkun jantan dan kalkun betina dapat dicampurkan dalam satu kandang. Untuk makanan bisa lebih bervariasi berupa BR atau voer, dedak, katul dan aneka macam irisan sayuran segar.

Perlu diingat bahwa pada saat menambahkan sedikit air gunakan saja air yang telah matang dan panas. Guna untuk mencegah terjangkitnya penyakit pada ayam. Untuk komposisi yang kalkun umur 4 minggu-8 minggu BR 25%, katul 25% dan sayuran 50% sayuran. Untuk komposisi kalkun umur lebih dari 2 bulan bisa dengan komposisi BR 10%, Katul 20% dan sayuran 70%.

Untuk kandang terbuat dari bambu yang berukuran panjang 2m x tinggi 70 cmx lebar 80 cm untukkalkun umur 2,5 -3,5 bulan. Bisa muat sekitar 15-20 anakan kalkun.

Perawatan Lanjutan

Kalkun yang berusia lebih dari 8 bulan lebih sudah mulai memasuki masa kawin. Untuk itu perlu dipisahkan antara kalkun jantan dengan kalkun jantan lainnya. Agar mencegah dari perkelahian antar pejantan. Kalau memungkinkan dalam satu kandang untuk tiap pasang kalkun saja.

Untuk makanannya bisa diberikan berupa BR atau Voer dan bekatul, nasi yang masih bagus, irisan sayuran segar atau hijauan segar seperti daun kates, daun pisang, sawi, selada air, kangkung dan enceng gondok. Jika anda mempunyai buah-buahan bisa diberikan seperti pepaya masak. Untuk komposisinya BR 10%, katul 20%, sayuran 70.

Untuk ukuran kandang 5 x 10 m bisa dimuat sekitar 15 ayam kalkun dewasa. Untuk kandang berupa kandang umbaran, jadi tidak disekat-sekat. Jika sudah memasuki masa kawin maka bisa dimasukkan dalam kandang tersendiri yang ukurannya lebih kecil berisi sekitar 1 jantan dengan 4-5 betina.Semakin kecil perbandingan komposisi pejantan dan betina maka peluang untuk dibuahi semakin besar.Anda bisa memisahkan berdasarkan jenis-jenis kalkun dalam kandang.

Untuk tempat makan bisa yang terbuat dari bambu yang dibelah dengan tidak sama besarnya. Bagian bawah diberi kaki atau alas agar tidak mudah terguling. Bambu termasuk bahan yang ramah lingkungan untuk kalkun yang masih kecil. Bila sudah dewasa porsi makan kalkun bertambah kita bisa menggunakan kayu yang dibentuk persegi. Untuk wadah minum bisa menggunakan yang biasa dijual ditoko pakan ternak.

Sumber: faktualnews.co

(Visited 128 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *