fbpx
Suara Peternakan

Budidaya Ternak Domba, Dari Pemilihan Calon Bakalan Hingga Panen

Suarapeternakan.com – Budidaya domba biasanya sebagai tabungan bagi peternak biasanya peternak menjual domba jantan karena memiliki harga yang lebih tinggi disbanding domba betina. Harga domba akan tinggi pada saat menjelang idul adha.

Pemeliharaan domba dipedesaan masih banyak yang ekstensif, pemberian pakan masih mengandalkan padng pengembalaan, belum ada teknologi pengembalaan yang dilakukan.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini tahapan tatalaksana budidaya Domba:

Pemilihan calon bakalan

Pemilihan calon bakalan pada domba sama dengan pemilihan calon bakalan pada kambing. Sementara pemilihan bibit pada domba yang dewasa harus sudah berumur lebih dari 12 bulan (2 buah gigi seri tetap) dengan tubuh baik, bebas cacat tubuh, putting berjumlah dua buah, berat badan lebih dari 20 kg, dan merupakan keturunan dari ternak yang beranak kembar.

Sementara pejantan harus sudah berumur lebih dari 1,5 tahun, merupakan keturunan domba beranak kembar, tidak cacat, skrotum simestris dan relative besar, sehat, serta konfirmasi tubuh seimbang. Oleh karena domba menghasilkan dua produk utama, karkas dan wol, sehingga pemilihan calon bakalan harus berdasarkan tujuan pemeliharaannya.

Tiap-tiap domba memiliki genetik yang berbeda begitu pula dengan laju pertumbuhannya, seperti domba ekor tipis yang mempunyai pertumbuhan yang lambattetapi bersifat Prolifik (bias beranak kembar 2-5), begitu pula dengan domba yang bermutu genetic baik dalam pertumbuhan bias mencapai bobot badan tertentu dalam waktu singkat dan bobot badan bias diatas 100 kg. Tetapi hanya bisa berproduksi dan beranak hanya 1 ekor per masa bunting jarang didapatkan pedet kembar.

Kriteria pemilihan domba bakalan yang akan digemukkan sangat berbeda dengan domba yang akan dijadikan bibit, pemilihannya lebih fleksibel daripada domba yang dibibitkan. Pemilihan bakalan domba penggemukan harus yang sehat, lincah dan bulunya tidak kusam.

Tetapi domba yang kurus juga dapat dijadikan bakalan penggemukan asalkan masih berumur muda yang dapat dijadikan bakalan penggemukan dengan perlakuan pakan yang baik.

Tatalaksana Pemeliharaan

Selain daging, domba juga menghasilkan wol. Wol harus dicukur secara berkala agar tidak mengganggu kenyamanan domba. Wol yang panjang salah satunya bisa memicu tumbuhnya kutu dan menimbulkan penyakit kulit. Untuk menjaga kebersihan, domba perlu dimandikan secara berkala. Memandikan domba juga bisa memperlancar peredaran darah yang berada di bawah kulit.

Pemberian Pakan

Padang pengembalaan sangat esensial bagi peternakan domba dengan campuran rumput dan leguminosa. Dengan demikian, domba hanya membutuhkan pakan tambahan (konsentrat) dalam jumlah sedikit. Hanya induk bunting tua dan menyusui yang perlu diberikan konsentrat. Sebelum dikawinkan, sebaiknya induk dilakukan flushing, yaitu pemberian pakan ekstra yang berupa biji-bijian. Waktu pemberiannya sekitar 2-3 minggu sebelum kawin. Periode yang paling kritis dalam kebutuhan pakan adalah saat sebelum dan sesudah dikawinkan serta setelah beranak. Domba lebih muda digemukkan daripada kambing. Untuk keperluan tersebut, domba )perlu diberi konsentrat sebanyak 0,5-1 kg/hari.

Pemberian pakan yang berkualitas saat induk bunting bertujuan untuk 1)meningkatkan jumlah anak yang hidup saat dilahirkan, 2) menurunkan jumlah anak dengan kondisi lemah, 3)meningkatkan laju pertumbuhan anak, 4)memperkecil kelumpuhan pada anak, 5) memperpanjang life time produksi induk, 6) meningkatkan produksi susu induk, dan 7) meningkatkan kuantitas dan kualitas wol.

Pembibitan Domba

Dalam pembibitan domba, hal-hal yang perlu diperhatikan, 1) lingkungan yang berpengaruh pada produksi domba, 2) harga dan permintaan pasar, 3)biaya dan ketersediaan breeding stock, serta 4) kesenangan pribadi.

Seleksi yang didasarkan pada kesehatan domba perlu dilakukan saat pembibitan. Domba betina akan mencapai pubertas saat berumur 5-12 bulan, tergantung pada bangsa, nutrisi, dan waktu saat lahir. Siklus estrus pada domba rata-rata  16 hari dengan lama estrus 30 jam. Lama kebuntingan sampai anak lahir adalah 147 hari.

Perkandangan Domba

Domba mempunyai sifat hidup berkelompok. Untuk itu, perlu disediakan padang pengembalaan. System perkandangan domba sama dengan system perkandangan pada kambing. Kandang domba seperti halnya dengan kandang kambing. Bisa berupa kandang panggung.

Pemeliharaan kesehatan

Kesehatan ternak tergantung dari kebersihan kandang dan ternaknya. Semakin bersih kandang dan ternaknya semakin sehat dombanya.

Pemeliharaan kesehatan yang penting adalah sanitasi. Beberapa mikroorganisme hidup dan berkembang biak di luar tubuh ternak. Untuk itu, program sanitasi dapat menurunkan jumlah jumlah mikroorganisme. Antiseptik dan desinfektan akan efektif bila digunakan dalam program sanitasi. Penyakit yang sring menyerang domba sama dengan penyakit yang ada pada kambing.

Domba yang baru datang sebaiknya dikarantina terlebih dahulu, karantina dilakukan selama dua minggu setelah dua minggu baru digabung dengan ternak yang lama. Hal ini bertujuan agar tidak menularkan penyakit bawaan dari ternak yang baru. Ternak yang baru datang sebaiknya diberikan obat cacing dan vitamin, agar ternak sehat dan bebas dari cacing.

Pencukuran Bulu dan Memandikan Domba

Domba memiliki bulu yang panjang dan berbentuk gimbal, apabila dibiarkan akan mengakibatkan kotoran mudah menempel pada bulnya. Hal ini akan menyebabkan domba mudah terjangkit penyakit. Oleh karena itu perlu dilakukan pencukuran bulu.

Pencukuran bulu dilakukan pada saat bulu kelihatan sudah lebat dan gimbal. Pada ternak betina sekitar 6 bulan sekali dan jantan sekitar 4 bulan sekali.

Memandikan domba dalam budidaya domba domba harus dilakukan, memandikan domba dilakukan sebulan sekali bertujuan agar badannya tetap bersih dan indah dipandang. Juga akan menjaga kesehatan domba.

Panen dan hasil panen

Hasil utama dalam usaha domba adalah daging, wol, dan kulit. Daging dapat berasal dari daging anak domba dan daging domba dewasa.  Wol adalah produk yang dapat digunakan dalam industry pakaian dan karpet. Selain itu, wol mentah mengandung lanolin 10-25%. Lanolin berwarna kuning dan diperoleh dari ekstraksi wol yang merupakan campuran dari asam lemak dan ester. Selama ini, lanolin digunakan sebagai bahan kosmetika. Kulit diperoleh dari karkas setelah pemotongan.

(Visited 63 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *