fbpx
Suara Peternakan

Budidaya Kambing Perah di Indonesia

SUARAPETERNAKAN.COM- Kambing perah mudah dipelihara baik anak maupun induknya. Perputaran modal yang lebih cepat serta modal yang dibutuhkan relatif lebih kecil. Kambing perah juga memiliki sifat beranak lebih dari dua ekor dan dalam jangka waktu dua tahun, kambing dapat beranak tiga kali.

Susu yang terkandung memiliki ukuran globula lemak lebih kecil sehingga mudah dicerna oleh bayi dan orang dewasa yang suka elergi susu utamanya pada susu sapi. Untuk menghasilkan keturunan yang lebih baik, perlu ada pemilihan bibit yang tepat.

Bibit pejantan yang baik sebaiknya memiliki tanda-tanda yaitu tubuh besar dan panjang, tidak terlalu gemuk, gagah punggung lurus, dada dalam dan lebar. Kaki lurus dan kuat, tumit tinggi, mempunyai libido yang tinggi serta buah zakar normal. Umur siap dijadikan pejantan berkisar lebih dari 1,5 tahun dan memiliki gigi seri yang tetap. Mengetahui bahwa kambing tersebut bersal dari keturunan kembar, agar keturunan yang dihasilkan nantinya kembar juga.

Adapun bibit calon betina yang baik memiliki ciri-ciri yaitu tubuh yang kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang lurus, serta tubuh besar tetapi tidak terlalu gemuk. Jinak dan memiliki sorot mata yang ramah, kaki yang lurus dan tumit yang tinggi. Betina tidak cacat, rahang atas dan bawah rata, ambing yang dimilikinya normal dan jumlah puting dua dan simestris. Serta betina tidak terlalu gemuk. Umur lebih dari dua belas bulan dan memiliki dua buah gigi seri tetap. Seperti pejantan yang baik, betina pun harus berasal dari keturunan kembar.

Tipe kandang yang digunakan di daerah tropis adalah kandang pada tanah atau kandang lantai serta kandang panggung.

Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan kandang baik atap maupun lantai, sebaiknya terbuat dari bahan yang mudah didapat dan harganya terjangkau. Khususnya di daerah tropis kandang harus mempunyai dinding terbuka sebagai ventilasi yang baik dalam membuang panas dan kelembaban.

Sebaiknya dalam satu kandang ada empat petak kandang. Setiap petak digunakan untuk kandang pejantan, induk bunting tua dan pada saat menyusui induk yang baru melahirkan dan anak yang baru disapih.

Mulai dari pemeliharaan bibit, perkandagan, pemberian pakan, pembibitan dan pemeliharaan kesehatan hampir sama perlakuannya dengan kambing tipe potong. Selalu memperhatikan kelenjar ambingnya. Ambing harus normal dan simestris dan tidak terlalu gemuk.

Terpenting tempat pemerahan perlu disediakan. Pemerahan kambing tidak dianjurkan dilakukan didalam kandang. Karena sifat susu yang mudah menyerap bau dan dengan dilakukan pemeraha ditempat sterli maka susu yang dihasilkan akan memiliki kualitas yang baik pula. Kambing diperah selama dua kali sehari. Setelah selesai melakukan pemerahan, puting dicuci dan dicelupkan (teat dipping) pada larutan disenfektan untuk menghidari serangan penyakit mastitis.

Untuk medapatkan produksi susu yang maksimal diperlukan pemberian pakan dan memperhitungkan kebutuhan pakan untuk produksi susu, kadar lemak, dan bobot badannya. Pemberian pakan dan tatalaksana yang baik, akan berdampak pada pertubuhan yang baik pula. Sebab kambing cepat beranak dan anaknya akan cepat besar.

Perkawinan pertama pada kambing perah sebaiknya dilakukan pada umur 6-10 bulan atau saat bobot badan mencapai 40-50 kg. Diharapkan kambing dapat beranak pada umur satu tahun. Tanda-tanda birahi yaitu gelisah, nafsu makan dan minum menurun, ekor serig dikibaskan, sering kencing, kemaluan bengkak, serta diam bila dinaiki pejantan.

Tanda-tanda birahi akan muncul kembali setelah 68 mingguan. Induk sebaiknya jangan langsung dikawinkan. Pengawinan dilakukan setelah kambing mengalami tiga kali birahi. Setelah dewasa induk terkadang melahirkan dua atau tiga anak kembar. Jumlah anak jantan lebih banyak dibandingkan betina dengan perbandingan 115:100. Berat anak yang dilahirkan sendiri cenderung memiliki bobot yang tinggi dibandingkan anak yang dilahirkan kebar dua atau tiga.

Tujuan utama dalam pemeliharaan adalah menghasilkan susu, anak, daging dan kulit. Susu kambing diyakini dapat digunakan obat beberapa jenis penyakit. Perlu diketahui bahwa susu kambing tidak boleh dipanaskan lebih dari 600C. Pada suhu tersebut bakteri menguntungkan yang berada dalam susu akan mati ketika melebihi suhu 600C.

Susu kambing juga bisa digunakan sebagai bahan baku utama dalam industri kosmetik, antara lain sampo, sabun mandi dan krim kecantikan.

*diolah dari berbagai sumber

(Visited 57 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *