fbpx
Suara Peternakan

Budidaya Ayam untuk Menghasilkan Telur Obat Anti Kanker

SUARAPETERNAKAN.COM – Sebagai bahan makanan, telur mempunyai kandungan gizi yang cukup lengkap, meliputi karbohidrat, protein dan delapan macam asam amino. Telur berguna bagi tubuh, terutama bagi anak-anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan. Kandungan omega 3 pada telur ayam dapat ditingkatkan melalui pemberian pakan bersuplemen kaya omega-3.

Selain punya banyak manfaat, namun mengonsumsi terlalu banyak telur juga mengandung risiko. Terlebih lagi jika Anda mempunyai penyakit tertentu, seperti hiperkolesterolemia.

Satu butir telur mengandung vitamin A, asam folat, vitamin B5, vitamin B12, vitamin B2, fosfor, selenium, vitamin D, vitamin E, vitamin K, vitamin B6, kalsium, dan seng. Karena kandungan gizi yang banyak dimiliki telur inilah, telur banyak memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh kita.

Pernahkah Anda membayangkan hanya dengan konsumsi telur ayam bisa mengobati beberapa jenis kanker?

Dilansir dari BBC.com, para peneliti di Inggris telah mengembangkan memodifikasi gen ayam. Modifikasi tersebut bisa menghasilkan telur yang dapat mengobati beberapa jenis kangker. Para peneliti mengklaim bahwa obat dalam telur ayam ini 100 kali lebih murah dibanding obat produksi pabrik. Namun jangan khawatir jika ayam-ayam petelur itu nantinya diperlakukan dengan semena-mena.

Dr Lissa Herron dari Roslin Technologies, Edinburgh mengungkapkan hal sebaliknya. Ayam-ayam itu justru akan “dimanjakan” dibanding hewan ternak lain.

“Mereka hidup dalam kandang yang sangat besar. Mereka diberi makan dan diberi air serta dirawat setiap hari oleh petugas terlatik, dan menjalani kehidupan cukup nyaman,” ungkap Herron.

Aktivitas ayam yang diberikan perlakuan tidak mempengaruhi kesehatan mereka dan bertelur seperti biasanya.

Sebelumnya, para ilmuwan mencoba untuk memodifikasi gen kambing, kelinci, dan ayam untuk menghasilkan protein tertentu dalam susu atau telur. Para peneliti mengatakan bahwa cara baru ini akan lebih efisien, lebih baik, dan lebih hemat daripada menghasilkan protein itu di pabrik.

“Produksi dari ayam dapat berharga antara 10 hingg 100 kali lipat lebih rendah dari pabrik. Jadi semoga kita akan melihat setidaknya 10 kali biaya produksi keseluruhan yang lebih rendah,” ujar Herron. Dia menyebut penghematan terbesar berasal dari fakta kandang ayam jauh lebih murah jika dibandingkan kamar steril di pabrik.

Meskipun ayam bisa bertelur hingga 300 butir per tahun. Namun, tiga butir telur cukup menghasilkan dosis obat. Dengan begitu, pada jumlah tertentu, kita bisa memproduksi obat dalam jumlah komersial.

Para peneliti berharap tidak berhenti sampai di sini. Mereka ingin mengembangkan obat-obatan menggunakan ayam. Ini termasuk obat-obatan yang meningkatkan sistem kekebalan hewan ternak sebagai alternatif dari antibiotik, yang akan mengurangi risiko pengembangan galur baru bakteri super tahan antibiotik.

Menurut Herron, ada potensi untuk menggunakan sifat penyembuhan makrofag-CSF untuk merawat hewan peliharaan. “Sebagai contoh, kita dapat menggunakannya dalam meregenerasi hati atau ginjal hewan peliharaan yang telah menderita kerusakan pada organ-organ ini. Obat-obatan yang tersedia saat ini agak terlalu mahal sehingga kami berharap bahwa kami mungkin bisa masuk ke dalam itu sedikit lebih,” katanya.

Profesor Helen Sang, dari Roslin Institute, Edinburgh University, mengatakan, “Kami belum memproduksi obat-obatan untuk manusia, tetapi penelitian ini menunjukkan bahwa ayam secara komersial layak untuk menghasilkan protein yang cocok untuk studi penemuan obat dan aplikasi lain dalam bioteknologi.”

Sumber: BBC, Kompas.com

(Visited 33 times, 1 visits today)

Related Articles