fbpx
Suara Peternakan

Bisa Kaya Raya, dengan Beternak Ayam ini

Foto : Ayam Golden Pheasant

Salah satu ayam berbulu indah, yakni Ayam Pheasant merupakan ayam asal luar negeri. Ayam Pheasant berasal dari Tibet dan wilayah barat China.

Saat ini jenis ayam hias banyak dikenal di kalangan hobiis. Ayam Pheasant yang banyak dipelihara masyarakat Indonesia, yakni Golden Pheasant, Lady Armherst Pheasant dan Ringneck Pheasant. Ayam Pheasant memiliki warna lebih dari satu di tubuhnya, sehingga terlihat seperti burung hias. Ayam ini juga mampu terbang meski tidak jauh (ketinggian 8 meter) jika merasa terganggu. Ayam Pheasant ternyata cukup mudah dipelihara. Selain pakan pur atau pelet, ayam Pheasant juga bisa diberi extra fooding berupa jangkrik dan ulat hongkong.

Play Video

Menurut Dwi Susanto, Pemilik Prayitno Farm, meski berasal dari daerah dingin namun kedua jenis ayam hias ini bisa dipelihara dan dikembangbiakkan di Indonesia yang beriklim tropis.

“Ayam hias ini memiliki corak, warna dan susunan bulu yang indah, sehingga sangat menarik dipandang mata. Dengan kelebihannya tersebut, ayam hias Pheasant banyak dijual dengan harga yang fantastis,” paparnya.

Prospek Ayam Pheasant cukup cerah, apalagi untuk jenis Ayam Tibet/Pheasant hanya bertelur setahun sekali, sehingga harga jual cukup tinggi. Menurut Rudi Afnan, Manager Unit Pendidikan dan Penelitian Peternakan Jonggol, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, prospek ayam hias ke depannya tetap bagus mengingat penggemarnya rela merogoh kocek lebih dalam untuk memiliki ayam hias.

Peminat ayam hias semakin bertambah banyak karena hewan ini berfungsi sebagai media penghibur (entertainment) pengurang kejenuhan dan stress. Pelaku usaha ternak ayam batik di Pulau Jawa memang terbilang sudah banyak, namun permintaan dari luar pulau masih tinggi. Bahkan untuk jenis Ayam Tibet/Pheasant secara nasional masih sangat sedikit pelaku usahanya.

Ayam hias ini memiliki penampilan corak bulunya yang indah, di samping kemampuannya yang lain (misalnya Ayam Pheasant sensitif terhadap getaran gempa). Bulunya yang warna-warni hanya dimiliki oleh ayam jantan, dan bulu pada ayam betina didominasi warna kecoklatan.

Dalam setahun Ayam Pheasant hanya sekali bertelur dengan jumlah telur bisa mencapai 30 butir pada musimnya (sekitar Oktober-November).

Besar kecilnya keuntungan usaha ayam hias sangat tergantung pada kepandaian si pelaku dalam menjual dan berpromosi serta tergantung pula pada kualitas ayam yang ditawarkan. Dalam menjaga kualitas ayam, peternak harus bisa mempertahankan gen. Cara yang dilakukan Dwi Susanto, pemilik Prayitno Farm dalam mempertahankan gen yang bagus yakni dengan mengawinkan anakan terpilih kualitas bagus dengan induknya masing-masing. Sebagai gambaran, indukan jantan dan betina dikawinkan menghasilkan 10 ekor anakan. Pilih satu ekor jantan dan betina dari 10 ekor anakan tersebut yang berkualitas bagus. Lalu kawinkan anakan betina dengan indukan jantan tadi, sedangkan anakan jantan dikawinkan dengan indukan betina. Dari anakan yang dihasilkan lakukan proses yang serupa dengan sebelumnya.

Kunci keberhasilan dari usaha Ayam Pheasant selain terus menjaga kualitas, pelaku usaha juga harus rajin menjaga kebersihan kandang. Upayakan kandang disemprot dengan desinfektan secara rutin sebulan sekali. Bersihkan pula tempat makan dan minumnya. Selain itu pilih indukan berkualitas yang siap kawin. Biasanya untuk induk betina minimal berumur 1 tahun, sedangkan indukan jantan berumur 1,5 tahun. Jangan membuat ayam terlalu stres dengan meletakkan ayam yang terlalu padat dalam satu kandang. Ketinggian kandang Ayam Pheasant sekitar 2 meter.

Sumber : jitunews.com

(Visited 110 times, 1 visits today)