fbpx
Suara Peternakan

Berlebihnya Pasokan Ayam Hidup, Japfa Sediakan Lima Belas RPA

SuaraPeternakan.com – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) telah menyediakan lima belas Rumah Potong Ayam (RPA) yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia akan beroperasi hingga 24 jam. Penyediaan rumah potong ayam disebabkan banyak peternakan besar dan modern yang tidak memiliki rumah ayam potong sendiri, serta pasokan ayam hidup di Jawa Tengah meningkat.

Fasilitas rumah potong ini diperlukan untuk mengantisipasi menurunnya harga ayam potong hidup (live birds) akibat berlebihnya jumlah pasokan (over supply).

Dikiutip dari katadata News, SVP Financial Controler Erwin Djohan berharap penambahan rumah potong ayam bisa membantu mengurangi tekanan pasar, terutama ketika terjadi satu turbulansi harga dan over supply di satu daerah. “Sekaligus membantu peternak supaya harganya tidak terlalu jatuh lagi,” kata Erwin di Jakarta, Selasa (2/4).

Sementara itu, VP Director Japfa Comfeed Bambang Budi Hendarto menjelaskan penurunan harga ayam potong hidup saat ini terjadi karena adanya kelebihan pasokan, terutama di Jawa Tengah. Kondisi itu akhirnya berimbas pada wilayah sekitarnya, seperti Jawa Barat dan Jawa Timur.

Karena pasokan yang berlebih di Jawa Tengah itu hanya bisa didistribusikan ke wilayah-wilayah tersebut. Meningkatnya pasokan ayam hidup di Jawa Tengah, akibat banyak peternakan besar dan modern yang tidak memiliki rumah ayam potong sendiri.

Padahal, dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32 menyebutkan setiap peternakan dengan skala pemeliharaan 300 ribu ekor, seharusnya sudah punya rumah potong sendiri. Dinilai bahwa kurang disiplinnya penerapan kebijakan tersebut, kemudian berdampak pada membanjirnya pasokan ayam hidup di pasar. Di peternak besar dan modern sendiri saat ini, diperkirakan masih menampung sampai jutaan ekor ayam.

Dia menyebutkan harga ayam hidup di Jawa Tengah bisa hanya mencapai Rp 11 ribu per kilogram (kg), sedangkan di luar Jawa Tengah rentang harganya sedikit membaik di kisaran Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu per kg. Namun jika dibandingkan dengan di luar Jawa yang harganya berkisar di Rp 16 ribu hingga Rp 20 ribu per kg, harga ayam di Jawa Tengah memang yang terendah. “Harga di Jawa Tengah yang paling hancur,” kata Bambang.

Karenanya, tidak hanya mengoperasikan rumah potong ayam, Japfa juga mengantisipasi turunnya harga dengan mengurangi suplai. Caranya dengan mebagikan telur yang belum ditetaskan sebanyak 10% dari persediaan yang ada. “Sekarang memang oversupply live birds, tapi sudah ada aturan minggu ini unfertilized eggs 10% dibuang. Sehingga oversupply teratasi dan harga bisa kembali baik,” kata Bambang.

Erwin menambahkan, penurunan harga ayam karena suplai yang berlebihan ini bisa ditutupi menjelang Idul Fitri tahun ini. Karena, pada waktu-waktu seperti lebaran, permintaan ayam akan meningkat. “Memang tidak hanya di ayam saja, barang-barang lain untuk kebutuhan primer itu juga mengalami sedikit peningkatan,” katanya.

Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul “Kelebihan Pasokan Ayam Hidup, Japfa Tambah Fasilitas Rumah Potong”.

(Visited 142 times, 1 visits today)

Related Articles