fbpx
Suara Peternakan

Beginilah Cara Hewan Melihat Dunia

Suarapeternakan.com –  “Dalam kerajaan hewan, kebanyakan spesies memiliki ketajaman visual jauh di bawah kita,” kata Eleanor Caves, ahli ekologi sekaligus penulis utama penelitian dilansir Science Alert, Kamis, (17/10/2019).

Kesimpulan itu didapat setelah Caves dan timnya melihat anatomi mata dan melakukan tes perilaku untuk mengukur ketajaman visual berbagai hewan. Para ahli menggunakan metode yang disebut “siklus per derajat” untuk mengukur ketajaman mata. Caranya sama seperti saat kita memeriksakan mata.

Ada gambar yang dimasukkan dalam sebuah perangkat lunak dan hewan diarahkan untuk melihat gambar tersebut. Dari situ peneliti dapat mengetahui bagaimana hewan melihat dunia. Hasilnya, manusia dapat melihat 60 siklus per derajat. Artinya, manusia dapat melihat 60 pasang garis paralel hitam dan putih dalam satu derajat penglihatan. Lebih dari itu gambar menjadi kabur dan berwarna abu-abu.

Pernahkah terbayang oleh kalian bagaimana cara hewan melihat dunia?  Beberapa jenis hewan ada yang memiliki pengelihatan sangat buruk, namun ada juga hewan dengan pengelihatan super, tidak bisa dilihat melalui mata manusia.

Dilansir dari berbagai sumber berikut cara hewan melihat dunia

Burung

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature pada awal tahun 2019, mengungkapkan bahwa burung memiliki kemampuan melihat yang lebih superior jika dibandingkan manusia. Misalnya burung merpati dianggap yang terbaik dalam pendeteksian warna sehingga sering digunakan dalam misi pencarian atau penyelamatan.

Penglihatan burung adalah tetrakromatik (tetrachromats), kondisi di mana mereka bisa melihat empat warna yaitu UV, biru, hijau dan merah. Sedangkan penglihatan manusia mempunyai kemampuan trikomasi (trichromats) di mana kita dapat melihat tiga warna yaitu biru, hijau, dan merah.

Dikutip dari Boredpanda, Joe Smith, ilmuwan sekaligus ahli burung menjelaskan bahwa kemampuan melihat milik burung sangat luar biasa terutama untuk mendeteksi seluruh spektrum warna yang tidak terlihat oleh manusia.

Tahun 2017 para ilmuwan, dengan bantuan spektrofotometer, meneliti lebih dari 100 spesies burung. Mereka menganalisis warna-warna dari 166 spesies burung penyanyi (songbird) Amerika Utara yang tidak memiliki perbedaan fisik yang nyata antara jantan dan betina. Dari sudut pandang manusia, pada 92 persen spesies terlihat sangat identik sehingga sulit dibedakan antara spesies jantan dan betina. Penelitian menunjukkan bahwa burung-burung ini memiliki warna yang tidak terdeteksi oleh mata kita.

Itu membuat mereka dapat mengetahui jenis kelamin dari spesiesnya sementara manusia kebingungan menentukan jenis kelamin spesies burung tertentu. Misalnya, Yellow-breasted Chat (Icteria virens) jantan memiliki dada berwarna kuning yang terlihat oleh manusia. Namun sebenarnya, mereka mempunyai bulu berwarna ultraviolet yang hanya dapat dilihat oleh spesies burung. Karena burung memiliki penglihatan yang superior, hewan tersebut bisa melakukan sesuatu yang luar biasa seperti pendeteksian tempat atau bahkan mendeteksi predator yang dapat mengancam nyawa mereka.

Sementara itu, burung pemangsa memiliki kemampuan melihat dua kali lipat lebih baik dibanding manusia. Salah satunya adalah elang ekor baji Australia yang kemampuan melihatnya 140 siklus per derajat.

Tak heran, saat elang terbang ia masih dapat melihat jelas hewan kecil di tanah. Hal ini berbanding terbalik dengan ikan dan sebagian burung yang kemampuan melihatnya 30 siklus per derajat.

Burung (biasanya burung pemangsa) punya pandangan resolusi yang tinggi. Rajawali, punya resolusi mata 2,5 lebih tinggi dibandingkan manusia. Termasuk ayam, mereka kan sejenis burung yang tidak dapat terbang.

Kucing

Ada kucing yang dapat melihat jelas di kegelapan atau laba-laba yang memiliki 12 mata. Dalam laporan yang terbit di jurnal Trends in Ecology & Evolution edisi Mei 2018, ahli dari Universitas Duke telah membandingkan penglihatan banyak spesies untuk mengetahui bagaimana mereka memandang dunia lewat mata.

Detail ketajaman penglihatan yang manusia lihat ini sama seperti yang dilihat simpanse dan primata lainnya.

Gajah

Gajah hanya dapat melihat 10 siklus per derajat. 10 siklus per derajat adalah ukuran di mana seseorang didiagnosis mengalami kebutaan.  Padahal ada banyak hewan dan serangga yang nilai ketajaman melihatnya jauh di bawah 10 siklus per derajat.

Meski banyak hewan penglihatannya kabur, namun mereka memiliki cara lain untuk mendeteksi sesuatu dengan detail.

Anjing

Anjing memeliki penglihatan yang buruk. Mata mereka tidak sensitif dengan mayoritas warna. Penglihatan mereka sedikit pudar. Namun anjing dapat melihat lebih baik di malam hari.

Ikan

Ikan pada umumnya dapat melihat warna merah, hijau dan biru. Juga memiliki reseptor untuk menangkap cahaya ultraviolet. Lensa fish eye dikenal dalam dunia fotografi yang menghasilkan persepsi visual secara cembung. Begitu juga yang ditangkap mata ikan.

Ular

Hewan melata ini menggunakan sensor infrared untuk memburu mangsa mereka. Sensor itu membentuk gambaran suhu mangsa dan akan semakin kuat di malam hari. Sensor infrared mereka lebih kuat 10 kali lipat dibandingkan sensor yang dijual di pasaran.

Tikus

Tikus merupakan hewan yang sangat unik. Mata kanan dan kirinya tidak dapat melihat objek secara jelas alias blur (tidak fokus). Mereka melihat suatu pergerakan dalam gerak lambat atau slow motion.

Sapi

Jika menurut manusia warna rumput itu hijau, tidak halnya dengan sapi. Menurut sapi, apapun di sekitar mereka berwarna oranye dan merah. Termasuk rumput. Kendati demikian, keterbatasan penglihatan itu diimbangi oleh kemampuan mereka untuk melihat hampir 360 derajat.

Kuda

Kuda tidak bisa melihat apa yang ada tepat di depan hidung mereka.

Lebah

Fotoreseptor di mata lebah menyerap warna tiga kali lebih cepat dari manusia. Selain itu, mereka dapat melihat bagian-bagian dari spektrum UV yang tidak terlihat oleh mata manusia.

Lalat

Mata lalat terdiri dari ribuan lensa kecil, membantu mereka untuk melihat varietas sinar ultraviolet. Struktur mata lalat memungkinkan untuk mengubah sudut pandang dengan cepat dan mengamati beberapa arah sekaligus.

Hiu

Ikan hiu hampir bisa dikatakan buta warna. Pandangan ikan hiu tidak menghasilkan warna apapun. Hanya melihat hitam dan putih. Tetapi mereka dapat melihat dengan sangat jelas di dalam air.

Bunglon

Bunglon memiliki pengelihatan 360 derajat.

Tokek

Penglihatan hewan noktural ini 350 kali lebih sensitif terhadap cahaya dibandingkan mata manusia.

Burung Hantu

Burung hantu 100 kali lebih sensitif. Kemampuan ini membuat mereka mampu melihat langit di malam hari dengan sangat jelas.

Kupu-kupu

Kupu-kupu mempunyai kemampuan melihat warna yang tidak bisa dilihat manusia. Seperti warna merah, biru, dan hijau bagian dari spektrum UV. Namun ketajaman mata hewan ini hanya 0,04 dari ketajaman visual manusia.

(Visited 31 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *