fbpx
Suara Peternakan

Begini Teknik Budidaya Lebah tanpa Sengatan

SuaraPeternakan.com – Lebah yang tidak menyengat, hidupnya tidak bergantung dengan polen bunga adalah lebah Trigona sp. atau yang biasa dikenal masyarakat dengan sebutan lebah klanceng. Lebah jenis ini tidak seperti jenis lebah lainnya.

Trigona sp adalah salah satu jenis dari genus Meliponini yaitu lebah madu yang tidak bersengat (stingless bee).

Memiliki sifat yang unik, yaitu Trigona dapat dibiakkan dimana saja dan tersebar di seluruh Indonesia termasuk wilayah perkotaan dengan syarat terdapat sumber resin atau getah dari pohon sekitar untuk dapat menghasilkan propolis di sarangnya.

Propolis adalah semacam getah yang dikumpulkan lebah madu dari berbagai pohon, aliran getah, atau sumber botani lainnya, yang digunakan oleh lebah untuk menutupi atau memperbaiki celah pada sarangnya.

Propolis yang dihasilkan oleh lebah Trigona mengandung antioksidan berupa flavonoid ditambah berbagai jenis vitamin, mineral, serta asam amino esensial .

Sehingga propolis dapat dimanfaatkan sebagai suplemen untuk membantu meningkatkan imunitas tubuh, mempercepat proses penyembuhan penyakit serta sebagai bahan baku perawatan kecantikan dengan mempercepat regenerasi sel dan menunda proses penuaan pada kulit.

Pulau Lombok dikenal dengan budidaya Trigona sp. Keuntungan budidaya Trigona sp tidak membutuhkan biaya yang banyak. Dengan modal stup (sarang) dan ketersediaan sumber pakan untuk budidaya lebah. Selain itu tali tambang, pisau kikis, mangkuk, saringan dan tempat hasil perasan madu.

Budidaya lebah Trigona sp dengan cara konvensional menggunakan sarang bambu dapat menghasilkan jumlah propolis yang relatif rendah yaitu 17-92 gram per tahun. Untuk mengesktrak propolis pelarut yang digunakan adalah pelarut kimia seperti alkohol dan propilen glikol.

Inovasi sarang lebah untuk menghasilkan propolis dengan produktivitas yang tingi serta menggunakan pelarut alami antioksidan tinggi.

Adapun manfaat budidaya terigona yaitu, pertama manfaat ekologis (proses penyerbukan oleh lebah dalam keterkaitan pakan, kedua manfaat ekonomi (produk yang dihasilkan berupa madu, propolis, bee pollen dll. Ketiga yaitu manfaat sosial (sebagai sumber penghasilan, membuka peluang usaha bagi masyarakat objek penelitian dan sebagai potensi daerah.

Dengan propolis, melindungi sarang lebah dari serangan predator dan mempertahankan kestabilan suhu di dalam sarang.

Dalam pembuatan stup dibutuhkan papan kayu dengan ketebalan kayu lebih kurang 2 cm, tujuannya untuk menjaga kelembaban dan stabilitas sarang.

Jika kayu yang digunakan kurang dari 2 cm lebah akan meninggalkan sarangnya. Stup dibuat dan didiamkan selama tiga hari, agar kondisi suhu dan kelembaban didalam stup menjadi stabil. Setelah 3 hari stup siap digunakan.

Stup diletakkan dengan 2 cara yaitu digantung dan diletakkan di rak penyimpanan. Memilih lokasi yang teduh untuk di gantung, tidak terkena sinar matahari langsung dan hujan. Ada juga pembudidayaan dilakukan dengan menggantung stup di pohon besar agar menyamai sarang aslinya.

Trigona biasanya bersarang pada pohon lapuk dan diruas pohon bambu. Pohon bambu diambil dua ruas yang menjadi tempat bersarang Trigna, koloni menggunakan sarang diruas bambu bagian atas untuk meletakkan telur dan berkumpulnya koloni.

Sedangkan dibagian bawah sebagai penyimpanan madu dan bee polen. Bambu yang berisi koloni dan madu trigona ditebang dan diusahakan menebang dan membawa koloni pada sore hari. Agar semua anggota koloni pulang ke sarangnya.

Perkembangan Trigona sp dalam memproduksi madu cukup beragam, 2 bulan sampai 6 bulan adalah rentang waktu bagi Trigona sp untuk memproduksi madu. Selama rentang waktu tersebut, stup didiamkan tanpa membuka tutupnya, hal ini bertujuan agar trigona merasa aman dan fokus dalam memproduksi madu. Hanya dilakukan pemeliharan seperti pembersihan dari sarang laba-laba, pembersihan dari sarang semut, dan pengecekan kondisi stup jika terkena air hujan.

Selanjutnya adalah tahap pemanenan. Pemanenan madu maupun propolis dilakukan dengan cara tradisional yaitu menggunakan pisau kikis. Madu maupun propolis dikikis menggunakan pisau secara hati-hati, tanpa mengganggu telur dan ratu lebah madu trigona. Madu dan propolis yang sudah dipanen diletakkan di mangkuk untuk kemudian dilakukan penirisan.

Tujuan dilakukan teknik penirisan madu dilakukan agar madu tetap steril dengan tidak terlalu banyak kontak dengan tangan. Hasil tirisan madu langsung dimasukkan ke dalam botol dan ketika sudah penuh botol langsung ditutup. Untuk propolis, setelah propolis dipanen langsung diletakkan ke dalam toples dan kemudian ditutup rapat. Pemanenan bisa dilakukan 3x setiap tahun untuk setiap stup. Budidaya trigona cukup mudah dan tidak membutuhkan biaya yang banyak. Hanya perlu penyediaan stup dan lokasi yang mempunyai banyak tanaman yang berbunga dan bergetah.

Beberapa tantangan dalam budiya Trigona sp adalah ; 1) kurangnya pengetahuan tentang budidaya Trigona sp, sehingga tidak tahu waktu memanen madu dan propolis yang tepat. Hal ini menyebabkan stup penuh dan trigona kabur; 2) meletakkan stup di lokasi terkena langsung dengan sinar matahari, sehingga suhu didalam stup terlalu tinggi, bisa menyebabkan trigona pergi dari sarangnya; 3) adanya polusi dari pestisida dari lingkungan sekitar pembudidaya yang dapat menurunkan produksi madu sampai 0%; dan 4) kondisi stup yang terlalu besar maupun terlalu kecil karena belum menemukan ukuran stup standar bagi Trigona sp.

Sumber: forda-mof.org / Syaripudin, ST dan Dr. Muhammad Yusuf Abduh, MT / Septiantina Dyah R, Krisnawati

(Visited 82 times, 1 visits today)

Related Articles