fbpx
Suara Peternakan

Begini Tatalaksana Pemeliharaan Burung Merpati

Suarapeternakan.com – Merpati sama seperti burung lainnya yaitu gampang terkejut, oleh karenanya jangan membuat kaget terutama pada malam hari terhadap induk yang sedang mengeram.

Kejutan dapat mengakibatkan induk kabur (kawus) sampai pagi hari sehingga telur-telur yang dierami akan kehilangan panas sepanjang malam itu sehingga mengakibatkan kematian embrio. Kalau ada telur yang retak, ukurannya terlalu kecil atau tidak normal sebaiknya disingkirkan saja, dengan begitu pasangan induknya akan segera bertelur lagi.

Sekitar 17-18 hari setelah pengeraman, pastikan bahwa telur itu sudah menetas dan anak yang menetas normal yang pada umumnya badan belum berbulu dan mata masih terpejam. Apabila yang menetas hanya satu ekor saja, maka tunggulah sampai 2-3 hari lagi. Kalau memang ternyata anakan yang menetas hanya satu ekor maka pemeliharaannya bisa tetap pada induk tersebut atau dititipkan pada induk yang lain yang mempunyai anak cuma 1 ekor juga.

Dengan begitu pasangan yang anaknya di titipkan pada pasangan lain akan mulai berproduksi lagi. Setelah umur 10 hari, anak merpati perlu di amati lagi. Mata anak merpati akan mulai terbuka dan bulu mulai tumbuh. Pada tahap ini anak merpati mulai memanfaatkan biji-bijian bersamaan dengan susu merpati dari induknya.

Produksi susu merpati akan semakin berkurang dengan semakin bertambahnya umur, dimana anak-anak mulai mengembangkan sistem percernaan dan mampu memanfaatkan biji-bijian sedikit demi sedikit.

Pada umur 4 sampai 5 minggu, bulu mulai tumbuh dengan lengkap, meskipun anak merpati belum bisa terbanh. Kedewasaan kelamin pada jantan tercapai pada umur 4 bulan, sedangkan pada betina setelah umur 6 bulan. Pada saat tersebut, hendaknya merpati dipindahkan ke petak kandang karena merpati mulai mencari pasangan untuk kawin dan menyiapkan sarang. Meakipun inbreadinh mungkin saja terjadi, tetapi perkawinan silang lebih dianjurkan.

Pemberian induk susu merpati dilakukan oleh induk pada anak merpati yang masih kecil. Karena betina lebih banyak melakukan kegiatan pengeraman, dan pejantan menggantikannya dalam waktu singkat yaitu dari pagi sampai siang.

Ketika anakan sudah berumur 1 – 7 hari, maka indukan harus diberikan makanan bergizi seperti jagung, beras merah, milet, kacang tanah, kacang hijau, dan kedelai. Namun kedelai harus disangrai terlebih dahulu sebelum diberikan pada indukan. Ketika anak burung  berumur 1 minggu, indukan sudah bisa meloloh dengan biji-bijian tersebut.

Banyak peternak yang sering memisahkananak merpati dan indukan sebelum disapih secara alami supaya indukan bisa cepat bertelur lagi. Tetapi sebaiknya hal ini tidak dilakukan karena anak merpati bisa stress karena kehilangan indukan dan dapat menyebabkan sakit.

Perawatan Tambahan anakan, ketikan  sudah dapat dipisahkan dan bisa makan sendiri. Sebaiknya ditempatkan dalam 1 kandang yang agak besar. Jika ingin dicampur dengan burung dewasa, pastikan dimasukkan dengan betina saja supaya tidak berkelahi. Anak merpati  juga dapat dimandikan sesekali dan berikan sinar matahari yang cukup dengan seminggu sekali meminum air campuran cuka apel atau cuka biasa.

Ibaratnya Burung Merpati Hanya Memerlukan Sebuah Tempat Untuk Tidurnya Dan Untuk Bersarang

Terhadap burung-burung yang sudah terlatih, kita dapat melepaskannya di alam bebas untuk suatu waktu. Burung diberi kebebasan untuk terbang, dan biasanya burung akan terbang mengitari rumah dari hanya beberapa putaran sampai beberapa jam. Setelah itu burung akan turun dan kembali masuk ke kandangnya. Dengan melatihnya seperti ini kita tidak perlu terlalu takut bahwa burung yang kita lepas itu akan hilang karena berkeliaran.

Burung merpati boleh dikatakan hanya memerlukan sebuah tempat untuk tidurnya dan untuk bersarang. Dengan memberikan kotak itu sebagai kotak sarang baginya, yang bisa ditempatkan di suatu bagian rumah, maka burung akan tinggal di tempatnya dengan tidak ada keinginan untuk “kabur”.

Dengan gambaran singkat tentang tempat bagi burung maka kita menemukan bahwa untuk memelihara burung merpati kita perlu menyediakan dua keperluan bagi burung. Pertama, tempat berupa kotak sarang untuk bertelur dan membesarkan anak-anaknya. Kedua, adanya ruang gerak bagi burung. Bagi burung yang dilepas, maka ruang geraknya adalah alam bebas di sekitar rumah kita.

Sedang bagi burung yang dikurung, maka ruang geraknya harus dibuatkakn sebesar mungkin. Keterbatasan gerak akan menyebabkan burung kurang “berolahraga”, yaitu terbang, sehingga akan mengurangi kemampuannya untuk terbang di saat burung dipertandingkan. Tentu ini berbeda dengan merpati hias yang mungkin hanya ditonton keindahannya. Di sinilah orang lalu melatih burung agar dengan kebebasan yang diberikan dimanfaatkan untuk latihan terbang dan setelah itu burung kembali ke dalam kurungannya dengan sukarela.

Jadi dalam menyediakan tempat bagi merpati ini ada hal-hal yang perlu kita pertimbangkan. Pertama, memikirkan kenyamanan akomodasi yang kita sediakan bagi burung. Kedua, memperhitungkan kepentingan kita dalam memelihara burung ini, terutama dalam kaitannya dengan faktor penanganan burung, termasuk membersihkan kandang. Terakhir, barulah kita memperhitungkan segi biaya pembuatan kandang dan perawatan keseluruhan nantinya.

(Visited 84 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *