fbpx
Suara Peternakan

Begini Awal Mula Telur Jadi Menu Sarapan Favorit di Dunia

Suarapeternakan.com – Selain daging ayam, bahan pangan yang mudah dan cepat proses pengolahannya adalah telur. Hanya dengan dibuat telur ceplok, kita sudah bisa menikmatinya. Telur merupakan sumber protein hewani, asam lemak tak jenuh, vitamin dan mineral. 

Jenis telur yang biasa dijadikan bahan masakan diantaranya telur itik, telur ayam, dan telur puyuh. Telur tidak hanya bisa dinikmati berupa telur ceplok atau telur dadar. Masih banyak variasi masakan yang bisa dibuat dari telur.

Telur menjadi popular di belahan dunia manapun. Menjadi menu sarapan favorit bagi banyak orang disemua kalangan. Ternyata begini awal mula telur jadi menu sarapan.

Sarapan telah menjadi bagian penting di pagi hari sebelum memulai aktivitas.  Sejak zaman Romawi, istilah sarapan sudah ada. Saat itu bangsa Romawi Kuno rutin menjalani sarapan yang kala itu disebut dengan istilah ‘ieantaculum’. Menu sarapan yang mereka gunakan adalah telur.

Pada masa itu para dokter dan pemimpin agama menyaran untuk makan kenyang saat makan malam. Karenanya sarapan hanya diperuntukkan bagi orangtua, anak-anak dan pekerja kasar atau buruh yang butuh tenaga instan di pagi hari.

Kebiasaan bangsa Romawi Kuno itu, salah seorang penulis medis asal Inggris bernama Tobias Venner menyarankan untuk memakan telur ketika sarapan di pagi hari. Dilansari dari Bon Appetit (6/4/17), hal itu dilakukan Venner pada 1620.

 
Pada buku ‘The Closet of Sir Kenelm Digby Knight Opened ‘(1669), Sir Digby, konselor Queen Henrietta Maria, juga menyarankan untuk menyajikan “two New-laid-eggs for breakfast” (dua butir telur untuk sarapan). Ia juga menyarankan menyajikan ‘poached egg’.

Saat itu telur dimasak dengan cara direbus tanpa cangkang atau dengan teknik poached. Atau rebus air yang sekarang dikenal sebagai ‘poached egg’. Kemudian diberi beragam bumbu penyedap seperti garam, dan cuka. Lalu disajikan dengan bersamaan dengan roti dan mentega.

Dari situlah sarapan dengan menu telur menjadi populer hingga ke berbagai negara. Sampai akhirnya, pada Revolusi Inggris pada tahun 1800, sarapan dengan menu telur banyak dilakukan oleh para pekerja di Eropa.

Mereka membutuhkan sarapan yang dapat memberikan nutrisi berupa protein dan lemak tetapi dengan harga terjangkau. Nutrisi itu terdapat pada kacang-kacangan, roti dan telur ayam.

Sejak saat itu, kebiasaan makan telur saat sarapan banyak diikuti oleh para pekerja di semua negara di dunia. Sampai saat ini masih banyak orang yang mengandalkan telur untuk memenuhi asupan di pagi hari.

Sumber: detik.com


(Visited 25 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *