fbpx
Suara Peternakan

Bahan Pakan untuk Ternak

SUARAPETERNAKAN.COM – Hewan memerlukan zat-zat gizi untuk melengkapi kebutuhan akan protein, energi, mineral dan vitamin serta lainnya yang digunakan untuk proses pertumbuhan produksi serta reproduksi dan pemeliharaan tubuhnya.

Sumber makanan pokok ternak utamnya ternak ruminansia adalah tanaman. Tanaman merupakan suatu unit biologi yang terdiri atas unit kimia yang sama dengan hewan. Oleh karena itu, membicarakan komposisi atau susunan tubuh hewan dan tubuh tanaman sangat penting.

Hewani dan nabati merupakan bahan pakan dan ternak. Bahan baku pakan harus memenuhi kebutuhan zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh ternak yang akan memakannya. Baik hewan maupun nabati, dapat dikelompokkan dalam beberapa bentuk, berdasarkan atas klasifikasinya, sumbernya, bentuk dan asalnya.

Pakan  adalah makanan yang diberikan kepada ternak selama 24 jam, pemberiannya dapat dilakukan sekali atau beberapa kali selama 24 jam tersebut . Pakan  sempurna adalah kombinasi beberapa bahan makanan yang bila dikonsumsi secara normal dapat mensuplai zat-zat makanan kepada ternak dalam perbandingan, jumlah, bentuk sedemikian rupa sehingga fungsi-fungsi fisiologis dalam tubuh dapat berjalan normal.

Bahan pakan (bahan makanan ternak) adalah segala sesuatu yang dapat diberikan kepada ternak (baik berupa bahan organik maupun anorganik) yang sebagian atau seluruhnya dapat dicerna tanpa mengganggu kesehatan ternak.

Dalam pakan sempurna ekonomis, faktor-faktor ekonomis termasuk dalam pertimbangan bagi penyusunan ransum.

Zat aditif merupakan zat yang perlu ditambahkan dalam jumlah relatif sedikit yang kadangkala diperlukan untuk melengkapi ransum yang disusun. Contoh : penambah aroma/cita rasa, asam amino, vitamin mix.

Bahan baku makanan berasal dari tumbuhan dan ikutannya, merupakan bahan baku yang banyak memberikan energi secara umum diketahui kaya akan pati (Murtidjo, 2003).

Bahan pakan ternak pada pokoknya bisa digolongkan menjadi tiga yakni pakan hijauan, pakan penguat dan pakan tambahan. Pakan hijauan adalah bangsa rumput, legum dan tumbuh-tumbuhan. Misalnya rumput gajah, rumput benggala, lamtoro, dll (Sugeng, 2003).

Tanaman mengandung zat-zat makanan yang serupa yang terdapat dalam tubuh hewan, namun jumlah relatif dan proporsinya sangatlah berbeda. Sebagai tambahan terdapat variasi yang lebih besar pada komposisi antara spesies tanaman dibandingkan dengan hewan (Tillman. Dkk, 1984).

Makanan hewan yang diperoleh dari tumbuhan tidak hanya dari hasil ladang, tetapi terdiri pula dari hasil ikutan yang diperoleh dari hasil pembuatan berbagai hasil tambahan, terutama biji-bijian untuk pangan dan i ndustri dedak dan middling yang diperoleh dari pembakaran tepung (Anggorodi, 1984).

Menurut spesifikasinya, bahan pakan dibedakan menjadi tujuh kelompok yang masing-masing mempunyai batas maksimal dalam penggunaannya dan akan mempengaruhi rasa, bau dan tingkat toksikasi. Ketujuh kelompok tersebut adalah :

1). Kelompok biji-bijian, ciri khusus yang dimiliki kelompok ini yaitu mengandung konsentrasi karbohidrat yang tinggi, sedangkan kandungan protein, serat kasar, vitamin dan mineralnya rendah.
2). Kelompok hasil sampingan biji-bijian, kelompok ini adalah dedak padi/bekatul/lunteh, dedak gandum.
3). Kelompok biji-bijian penghasil minyak mengandung energi yang cukup tinggi juga sebagai sumber protein, lemak dan minyak.
4). Kelompok hasil sampingan biji-bijian sumber minyak, merupakan hasil ikutan dari proses pembuatan minyak baik melalui cara mekanik maupun secara kimiawi.
5). Kelompok hasil hewani, sebagai sumber protein hewani, energi dan lemak.
6). Kelompok legum atau polongan, termasuk bahan pakan yang mengandung protein nabati yang cukup tinggi.
7). Kelompok khusus yang berfungsi sebagai ”binder”, sebagai bahan pakan pensubstitusi, pemandu cita rasa dan sebagai vitamin dan mineral (Kartadisastra, 1994).

Bahan pakan ternak berasal dari hasil sampingan, baik biji-bijian sebagai sumber minyak, merupakan hasil dari produk industri pakan yang hasil sampingan masih bisa digunakan (Murtidjo, 1987).

Pasture atau pakan hijauan ialah semua bahan pakan yang berasal dari tanaman ataupun tumbuh-tumbuhan berupa daun-daunan, terkadang termasuk batang, ranting dan bunga. Yang termasuk hijauan segar ataupun silase. Sedangkan hijauan kering berupa hay ataupun jerami kering (Sugeng, 2003)

Nomenklatur internasional telah membagi pakan ternak dalam delapan kelas, yaitu :
1). Forage kering dan roughage, yakni semua hay dan jerami kering.
2). Pasture, ramban yakni semua tanaman yang diberikan segar sebagai hijauan
3). Silase, yakni semua makanan yang dipotong-potong atau dicacah-cacah dan difermentasikan
4). Makanan sumber energi, yakni semua biji-bijian, hasil ikutannya yang mempunyai kandungan 20% dan 10% serat kasar
5). Makanan sumber protein 20% atau lebih dan dapat berasal dari tanaman, hewan, ikan dan milk
6). Makanan sumber mineral
7). Makanan sumber protein
8). Makanan aditif, yaitu zat-zat tertentu yang biasanya ditambahkan kepada ransum seperti antibiotika, zat warna, hormon dan obat-obatan lainnya (Tillman. Dkk, 1984).

Bahan baku asal hewan dan ikutannya,mengandung protein dan asam amino relatif lebih lengkap dan serat kasarnya relatif umumnya sangat mudah dicerna bila di konsumsi ternak (Murtidjo, 2003).

Secara umum pakan ternak diusahakan terdiri dari bahan makanan yang berasal dari tanaman, hewan terutama hasil ikutannya dan sisa dari proses pengolahan dari pabrik. Namun demikian, bahan makanan sisa yang kurang bermanfaat bagi kebutuhan pangan manusia melalui ternak dapat diubah menjadi daging dan telur serta sangat potensial sebagai pangan manusia (Murtidjo, 2003).

Bahan baku pakan ternak terbagi menjadi dua golongan yakni bahan baku asal tumbuh-tumbuhan atau tanaman dan hasil ikutannya, serta bahan baku asal hewan dan ikutannya. Bahan baku asal tumbuh-tumbuhan dan ikutannya merupakan sumber karbohidrat serta diketahui banyak mengandung serat kasar (Murtidjo, 2003).

Komposisi pakan ternak yang mengandung serat kasar yang tinggi, akan menyebabkan lebih banyak serat kasar di keluarkan lewat feses sehingga kesempatan efisiensi yang diperoleh pakan yang dikonsumsi hilang. Itu menyebabkan ternak berproduksi dan bertumbuh tidak optimal (Murtidjo, 2003).

Berdasarkan bentuknya dan fisiknya, bahan baku pakan ternak digolongkan menjadi empat kategori yakni  bentuk butiran, tepung, pilih dan bentuk cairan. Bentuk butiran umumnya lebih disukai ternak unggas, seperti bahan baku pakan jagung, gandum, sorgam dan lain-lain. Dengan komposisi ekonomis 25% – 60%. Bentuk tepung umumnya diperoleh dari bahan baku seperti bekatul, dedak gandum, tepung tulang, tepung ikan dan lain-lain dengan komposisi ekonomis 25% – 35% (Murtidjo, 1987).

Bentuk pilih umumnya diperoleh dari bahan baku seperti kedele, bungkil kacang tanah, bungkil kelapa dan lainnya dengan komposisi ekonomis mencapai 10% – 25%. Bentuk cair yang berupa minyak ikan dan minyak kedele dengan komposisi ekonomis relatif kurang dari 0,05%, fungsinya untuk pembentukan asam lemak bebas (Murtidjo, 1987).

Pakan ternak ada yang terdiri dari bentuk grain, yakni pakan yang terdiri murni dari biji-bijian , meal yakni pakan yang terdiri dari satu macam pakan, pellet yakni pakan yang dibentuk seperti butiran setelah suatu proses, crumbs yakni pakan ternak yang berbentuk pellet namun ukurannya butiran kecil 3 mm atau disebut dengan broken pellet (Kartadisastra, 1994).

(Berbagai Sumber)

(Visited 21 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *