fbpx
Suara Peternakan

Bahan Pakan Ternak Unggas (Konvensional, Inkonvensional dan Lokal)

SUARAPETERNAKAN.COM – Kendala utama dalam penyediaan bahan pakan unggas yaitu kesulitan dalam medapatkan pakan, tidak stabil dan harga pakan mahal. Penyebabnya adalah ketersediaan bahan pakan dalam negeri yang belum merata sehingga pemeritah masih mengimpor. Bahan baku utama dalam pakan seperti jagung, bungkil kedelai, tepung ikan, tepung daging, tepung tulang dan lainnya.

Foto: Budidayaternak.com

Untuk mengurangi biaya pakan dan tidak bergantung pada bahan pakan impor, yaitu dengan memanfaatkan penggunaan bahan pakan lokal konvensional dan inkonvensional. Memanfaatkan limbah pertanian dan industri pangan yang potensial.

Limbah tersebut juga memiliki nilai gizi yang tinggi serta tidak berpengaruh negatif pada produktivitas unggas.

Bahan pakan konvensional adalah bahan pakan yang umum digunakan dalam formulasi pakan dan sudah banyak diperdagangkan. Jenis bahan pakan konvensional seperti biji jagung, bungkil kelapa, bunkil kedelai dan dedak padi. Kualitas, kuantitas dan kontinuitas bahan paka konvensional relatif stabil. Namun harganya mahal.

Jenis bahan pakan inkonvensional terdiri dari bungkil biji sawit, bungkil biji kapuk, bungkil biji karet, bungkil biji kemiri, bungkil biji saga, bungkil inti sawit, kacang gude, limbah restoran, lumpur sawit kering, menir, sorgum, tepung bekicot, tepung cacing tanah, tepung daun lamtoro, tepung daun singkong, tepung kelapa udang, tepung sagu, tepung singkong dan lainnya.

Bahan-bahan inkonvensional, pakan yang tidak lazim digunakan dan ketersediaanya masih terbatas. dapat digunakan sebagai formulasi pakan, sebab mempunyai kandungan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan dan produktivitas ternak.

Perlu diperhatikan sifat dan karakteristik bahan pakan tersebut yaitu warna dan bau yan menyengat, segar, tekstur lembut. Secara kimia kandungan zat-zat nutrisi dan zat anti nutrisinya perlu dilakukan analisa laboratorium.

Ada juga penggunaan bahan pakan lokal di dalam ransum sehingga ada daya toleransi yang diberikan pada unggas utamnya ayam ras dan ayam kampung.  

Respons ayam ras dan ayam kampung terhadap penggunaan bahan pakan lokal bervariasi tergantung kepada jenis bahan pakan, kandungan nutrisi, zat anti nutrisi, beberapa faktor yang berpengaruh terhadap palatabilitas dan tingkat kecernaan dari bahan pakan tersebut, sehingga hal ini menyebabkan terhambatnya pertumbuhan dan produktivitas telur.

Daya toleransi ayam ras dan ayam kampung pada penggunaan bahan pakan lokal bervariasi disebabkan adanya faktor pembatas yang terkandung pada bahan pakan lokal tersebut.  Pada penggunaan bahan pakan lokal mentah kemampuan ternak ayam untuk mengonsumsi hanya 5-10% dan penggunaan lebih dari 10% sudah memperlihatkan penurunan penampilan pertumbuhan dan produksi telur.

Bila dilakukan proses pengolahan dengan pemanasan (penyangraian, penjemuran, perebusan), fermentasi dan beberapa metode pengolahan lainnya maka dapat meningkatkan daya guna bahan pakan lokal tersebut menjadi 20-40% dalam formulasi pakan.

Beberapa faktor pembatas (zat anti nutrisi) yang ada dalam beberapa bahan pakan lokal.

Bungkil kapuk faktor pembatas Gossipol, Bungkil biji karet (Asam sianida (HCN)), Bungkil biji kemiri (Toxolbumin), Bungkil biji saga (Antitripsin), Bungkil inti sawit (Serat kasar), Bungkil kacang kedelai (Antitripsin), Bungkil kacang tanah (Serat kasar), Bungkil kelapa (Aflatoksin), Dedak halus (Asam phytat), Kacang gude (Antitripsin), Lumpur sawit (Serat kasar), Sorgum (Tanin), Tepung daun lamtoro (Mimosin), Tepung daun singkong (Asam sianida (HCN)), Tepung gaplek (Asam sianida (HCN)), Tepung kepala udang (Khitin), Tepung onggok (Serat kasar).

Untuk mengurangi dan menghilangkan faktor pembatas maka dilakukan pencucian, perendaman, pemanasan (pengukusan/perebusan/penyangraian/penguapan), pengeringan (sinar matahari atau oven), ekstraksi/pemerasan/penekanan (mengurangi kadar air), pencacahan/pemarutan (menjadi partikel kecil), penggilingan,  pendinginan, penambahan bahan kimia, fermentasi (penambahan kapang), metode pengolahan lainnya.

(berbagai sumber)

(Visited 1.095 times, 1 visits today)

Related Articles