fbpx
Suara Peternakan

Asosiasi Peternak Ayam di Ternate Resmi Dikukuhkan

SuaraPeternakan.com – Ternate – Sekertaris Daerah (Sekda) mengukuhkan Asosiasi Peternak Ayam Kota Ternate sekaligus merancang Kelurahan Sasa Kec. Ternate Selatan sebagai pusat peternakan ayam atu kampung ayam. Minggu, 1 September 2019.

Dilansir dari Indotimur.com, Sekda Ternate, M Tauhid Soleman menyampaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Ternyate menyambut baik terbentuknya Asosiasi ini. Dengan hadirnya asosiasi ini, diharapkan mampu mengakomodir peternak ayam di Kota Ternate. “Diharapkan ada sinergi antara pemerintah dengan asosiasi untuk menyamakan persepsi dalam memberdayakan peternak .”

M Taufik berharap dengan terbentuknya Asosiasi Peternak Ayam dan Pencanangan kampung ayam, kebutuhan ayam di Kota Ternate dapat terpenuhi dan tidak lagi berharap impor ayam dari luar. Dengan hadirnya asosiasi dan kampung ayam, persoalan invlasi yang diakibatkan kebutuhan kebutuhan ayam dapat ditekan.

Bahkan asosiasi yang sudah dibentuk ini agar diakomodir juga oleh Dinas Pertanian Kota Ternate sebagai mitra untuk menjaga stok kebutuhan yang ada di Ternate.

Sementara itu, Kepala Seksi P2HP dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Bidang Peternakan Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara, Syaiful Abdul Radjak Adam menyampaikan, dengan terbentuknya kampung ayam oleh Dinas Pertanian Malut, karena melihan pasokan ayam sendiri semakin meningkat, olehnya itu peluang pengembangan ternak ayam sangat potensial.

Sebab, Malut merupakan satu satunya daerah di Indonesia yang masih bebas penyakit menular Avian Influenza (Al).

Peluang tersebut ditunjang dengan tersedianya lahan pengembangan dan bahaya penyakit menular yang mudah dieliminir karena daerah kepulauan. “Sedangkan prospek pemasaran sangat strategis karena berada dekat dengan beberapa provinsi di Indonesia bahkan dekat dengan beberapa negara di Asia Tenggara,” terangnya.

“Maka kami berpendapat bahwa di Kota Ternate, dibutuhkan sebuah model pengembangan peternakan yang mampu memaksimalkan pemanfaatan potensi yang dimiliki, dengan demikian kami sangat mengharapkan Maluku Utara harus memiliki wilayah pengembangan ternak ayam yang berkualitas dan representatif guna menjawab tantangan dan persoalan ketersediaan bahan pangan asal ternak yang berkelanjutan, salah satunya program kampung ayam sebagai sentral pengembangan usaha. Untuk mendukung hal tersebut maka di bentuklah asosiasi peternakan ayam di Kota Ternate,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Ternate, Thamrin Marsaoly menyampaikan, kehadiran asosiasi peternak, karena Kota Ternate merupakan daerah dengan konsumen daging ayam yang sangat tinggi dan besar, “oleh karena itu Asosiasi Peternak Ayam hadir, paling tidak bisa menepis atau memotong mata rantai stok daging ayam di Kota Ternate,” kata Thamrin.

Dia berharap, kehadiran asosiasi ini paling tidak bisa menjembatani seluruh aspek berkepentingan yang berkaitan dengan petani peternak selain itu juga bisa menjembatani kepentingan-kepentingan peternak yang ada di Kota Ternate.

Thamrin mengaku, khusus di bidang peternakan, belum terlalu mendapat perhatian untuk pengembangan, “tetapi di tahun 2020 kami dari Dinas Pertanian Kota Ternate akan merencanakan program-program di bidang peternakan ayam, salah satunya yang ada di Kelurahan Sasa yang baru dicanangkan sebagai daerah pengembangan peternak ayam atau kampung ayam,” pungkasnya.

Ketua Asosiasi Peternak Ternate, Ardi Akbar Maulana, mengaku masih fokus menata internal organisasi. “Ini kan baru digagas, ini masih baru jadi mungkin untuk sementara langkah awal itu mempererat kita punya pengurus dulu,” ungkapnya.

“Jadi ada sekitar 30 lebih peternak di Ternate, tapi data itu juga belum valid. Ada yang masih aktif, ada juga yang sudah gulung tikar, nanti kita upayakan coba untuk koordinasi kedepan lagi teman-teman sesama peternak itu,” tutupnya.

(Visited 33 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *