fbpx
Suara Peternakan

Apa Itu “Lem Daging” dan Bahayanya dalam Makanan Olahan?

SuaraPeternakan.com – Lem daging dengan nama enzim transglutaminase, banyak digunakan untuk meningkatkan harga jual daging dengan cara “menempelkan” potongan-potongan kecil daging sehingga menjadi sebuah daging besar.

Bukan hanya daging sapi, namun enzim transglutaminase dapat menempelkan berbagai jenis daging, termasuk daging ikan, daging ayam, dan berbagai jenis produk daging.

Enzim ini dihasilkan dari hati babi, ada juga yang mengatakan terbuat dari bakteri yang dibiakkan dari plasma darah babi dan sapi. lem daging juga bisa terbuat dari bakteri yang dikembangkan di sayuran atau ekstrak tumbuhan.

Lem daging sebenarnya merupakan enzim yang ditemukan secara alami pada manusia, hewan dan tumbuhan. Hingga sekarang banyak makanan olahan berbasis daging yang mengandung lem daging.

Dikutip dari kompas.com, bahwa tahun 2010 lalu, Uni Eropa telah melarang dalam penggunaan lem daging. Namun, Depertemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) masih memperbolehkan. Badan pengawas obat dan makanan AS (FDA) menganggap bahwa lem daging masih aman untuk di konsumsi.

Keuntungan dari lem daging ini, membuat banyak pabrik daging di Amerika menggunakannya untuk membuat daging besar dari potongan daging kecil yang ditemukan pada steak.

Menjadi kekhawatiran bagi kesehatan orang-orang yang mengkonsumsi daging tempelan ini. Sebab beberapa ahli dapat menemukan bakteri E. coli pada tempat di mana daging di lem menjadi satu.

Lem daging ini juga dapat memicu terjadinya reaksi autoimun (rekasi elergi). Tak heran ketika penderita intoleransi gluten mungkin dapat mengalami gangguan pencernaan saat mencerna daging yang ditempel dengan menggunakan lem daging ini.

Daging yang ditambahkan transglutaminase juga lebih sulit untuk dimasak. Hal ini berpotensi meningkatkan risiko penyakit bawaan.

Dijuluki sebagai lem biologis alami, sebab zat ini dapat membentuk ikatan antara berbagai jenis protein atau bagian protein yang berbeda. Selain untuk produk daging, enzim transglutaminase juga digunakan dalam makanan yang dipanggang atau produk susu.

Menurut pakar nutrisi Ysabel Montemayor mengatakan, lem daging ini digunakan untuk mengembangkan atau meningkatkan tekstur berbagai produk, seperti sosis, nugget ayam, kepiting imitasi, roti, dan keju.

USDA mewajibkan produsen daging, telur dan unggas untuk mencantumkannya pada label bahan. Meski istilah yang dituliskan dengan jelas. Hanya menulisakan dengan istilah “Enzim TG,” “Enzim, atau “Enzim TGP”.

Produk seperti roti dan susu yang juga mengandung lem daging menuliskannya dengan istilah yang kurang jelas dibagian labelnya. Daging yang ditambahkan transglutaminase juga lebih sulit untuk dimasak. Hal ini berpotensi meningkatkan risiko penyakit bawaan.

Menurut sebuah studi tahun 2016 yang diterbitkan dalam Autoimmunity Reviews, individu dengan alergi gluten atau penyakit celiac perlu menghindari makanan yang mengandung lem daging. Hal ini karena enzim tersebut dapat meningkatkan beban alergi dalam tubuh, yang dapat menyebabkan reaksi serius.

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, penyakit pencernaan, alergi makanan, dan sensitivitas juga disarankan untuk menghindari semua makanan dengan lem daging dan tetap memilih untuk mengonsumsi daging utuh tanpa pemrosesan.

Tidak ada salahnya mulai sekarang kita belajar mengolah masakan yang kita konsumsi sendiri.

(Visited 126 times, 1 visits today)

Related Articles