fbpx
Suara Peternakan

Anatomi dan Sistem Pernafasan pada Unggas

Suarapeternakan.com – Fungsi utama system respirasi adalah menyediakan oksigen ke dalam siklus darah, mengeluarkan karbon dioksida dari darah, dan mengeliminasi kelebihan panas dari tubuh. Sistem respirasi adalah mekanisme pertukaran gas antara udara dan darah.

Pada unggas terdapat alat pernafasan yang tediri dari hidung (nares), pharinx, glottis, larynx cranialis, trachea, syrinx (larynx caudalis), bronchi primer, bronchi sekunder, bronchi tertier (para bronchi), paru-paru dan kantung-kantung udara.

Pada saluran pernafasan berawal dari hidung dan mulut. Kemudian berlanjut ke rongga hidung (nares cavity) dan rongga nulut (buccal cavity). Kedua ruang ini berhubungan dengan oropharynx dan larynx, yang berlanjut ke trachea.

Trachea mengalami percabangan pada syeinx (organ vocal) menjadi bronchi primer yang memasuki paru-paru.

Paru-paru pada unggas merupakan struktur yang kaku darimana kantung-kantung udara berawal. Kantung-kantung udara ini menempati hampir semua ruang tubuh yang tidak ditempati oleh organ visceral dan berpenetrasi ke bagian interior tulang (pneumatisasi tulang).

Paru-paru merupakan organ yang menyelenggarakan pertukaran gas (darah dan udara luar) seperti pada mamalia, akan tetapi paru-paru pada unggas tidak mengembang ataupun berkontraksi selama siklus respirasi (inspirasi dan ekspirasi)

Secara sederhana mekanismenya adalah udara bergerak melalui paru-paru selama siklus respirasi di dalam perjalanannya ke dan dari kantung-kantung udara.

Secara sederhana, mekanismenya adalah udara bergerak melalui paru-paru selama siklus respirasi di dalam perjalanannya ke dan dari kantung-kantung udara.

Syrinx atau larynx caudalis atau organ yang menghasilkan suara ditandai oleh adanya penyempitan bertepatan dengan tempat trachea bercabang menjadi dua brochi. Di antara kedua bronchi terdapat suatu peninggian atau rigi (carina), yang umumnya mengalami penulangan, dan kehadirannya menunjang suatu membran yang berbentuk setengah builan, dan menghasilkan suara.

Syrinx pada bangsa unggas mempunyai 2 macam membran vibrasi (membran tympani) : 1. Membranae tympaniformin externae, yaitu membran ekternal yang berlokasi pada pada diding bronchi atau trachea; 2. Membranae tympanifoemis internae, membran internal yang berlokasi pada derah dimana trachea bercabang menjadi 2 bronchi.

Kedua membran tersebut homolog dengan selaput suara pada larynx mamalia. Suara akan terjadi jika udara dari paru-paru berlalu keluar dari paru-paru melalui membran ini. Disamping itu terdapat pula selaput penggetar suara sekunder, membranae trachealis, yang terbentang pada dinding dorsal setengah trachea bagian belakang.

Selaput yang disebut terakhir dipertautkan dengan tembolok oleh jaringan ikat, dan berfungsi sebagai resonator suara. Variasi suara diatur oleh pemanjangan atau pemendekan atau pelebaran atau pembengkokan atau otot trachea, yaitu Mc. Trchealis dan Mc. ypwilotrachealis.

Dua komponen yang berperan penting pada sistem pernafasan Unggas

Terdapat dua komponen funsional utama yang berperan penting dalam system respirasi pada bangsa unggas, yaitu; paru-paru dan kantung udara.

Paru-paru berfungsi sebagai organ pertukaran udara, sedangkan kantung udara berfungsi menggerakkan udara melalui paru-paru selama inspirasi dan expirasi.

Tenaga yang diperlukan untuk menggerakkan udaravmasuk dan keluar kantung-kantung udara melalui paru-paru adalah dihasilkan oleh kerja dari otot-otot respirasi.

Menurut Sturkie, 1976, Perototan inspirasi terdiri dari Mc. Scalenus, Mc. Intercostalis interni ke 2, Mc. Intercostalis externi kecuali yang ke 5 dan 6., Mc. Levatores costarum dan Mc. Serratus dorsalis.

Sedangkan perototan expirasi terdiri dari Mc. intercostales externalis tukang rusuk ke 5 dan 6., Mc. Intercositalis interni ke 3 sd 6., Mc. Contosternalis pars minor., Mc. Transversus abdominis,. Mc. Abliquua abdominis internus., Mc. Rectus abdominis., Mc. Serratus ventralis.

Perototan inspirasi bekerja meningkatkan volume dari rongga tubub (dan oleh karenanya volume kantung udara) dan menyebabkan tekanan udara dalam kantung-kantung udara lebih rendah dari tekanan udara atmosfir diluar tubuh. Sehingga memasuki mulut, hidung dan melalui paru-paru selanjutnya udara memasuki paru-paru.

Perototan expirasi berkontraksi menurunkan volume udara dari rongga tubuh, sehingga meningkatkan tekanan dalam kantung-kantung udara, mendorong udara dari kantung-kantung udara kembali melalui paru-paru sebelum akhirnya dikeluarkan melalui rongga hidung dan rongga mulut.

Melalui kerja otot-otot pernafasan, volume rongga tubuh dirubah dengan pergerakan-pergerakan yang mengarah dorsoventral dan lateral. Pengembangan rongga tubuh sewaktu inspirasi dibasilkan oleh pergerakan setiap tukang rusuk oars vertebralis pada persendiannya dengan tulang punggung (vertebrae thiracalis).

Sehingga ketika tulang-tukang rusuk digerakkan ke cranial oleh otot-otot inspirasi, ini juga menyebabkan pergerakan ke arah ventral dan lateral. Tulang-tulang sternum, coracoid dan furcula juga bergerak secara simultan ke arah ventral dan cranial yang berporo pada parsendian bahu.

(Visited 707 times, 1 visits today)

Related Articles