fbpx
Suara Peternakan

Alternatif Pakan Ternak dari Limbah Bungkil Sawit

SuaraPeternakan.com – Bungkil kelapa sawit memiliki protein yang tinggi yang baik untuk digunakan sebagai pakan ternak. Bungkil Inti Sawit adalah salah satu hasil ikutan industri minyak kelapa sawit (CPO/Crude Palm Oil).

Bungkil inti sawit sebagai teknologi kimia dan mekanik (teknologi fermentasi) yang cocok untuk ternak ruminansia seperti sapi, dan ternak monogastrik yaitu unggas.

Dalam proses pembuatan pakannya yaitu dengan teknologi fermentasi, bertujuan untuk menurunkan kandungan serat kasar dan meningkatkan kandungan nutrisi.

Bungkil inti sawit dapat diberikan sebagai pakan penggemukan ternak ruminansia sebesar 40% dalam konsentrat yang ditambah dengan 20% mollases.

Sedangkan pemberian pada pakan unggas maksimal 15%.

Kandungan nutrisi yang dimiliki yaitu mengandung protein 14-17%, lemak 9,1–10,5%, serat kasar 12-18% dan kaya mineral P, Zn dan Mn.

Selain sebagai sumber protein dan energi pada pakan ternak ruminansia dan unggas. Penambahan Bungkil Inti Sawit dimaksudkan juga untuk mengganti penggunaan bahan pakan impor sumber protein yaitu bungkil kedelai dan DGDS.

Untuk formulasi konsentrat pada sapi perah yang mengandung Bungkil Inti Sawit hingga 50% dari bahan kering dapat menurunkan harga konsentrat 14,2% dengan kandungan protein dan energi yang sama. Pemberian konsentrat dengan formulasi yang mengandung BIS 50% pada sapi perah laktasi meningkatkan kadar lemak susu dari 3,3% menjadi 4,1%.

Secara fisik, warna susu menjadi lebih kuning dan lapisan lemak di bagian permukaan susu menjadi lebih tebal. Pemberian Bungkil Inti Sawit juga meningkatkan produksi susu 21,3% dengan penurunan biaya pakan 20,2%.

Salah satu kelemahan dari bungkil inti sawit untuk digunakan sebagai bahan baku pakan ternak adalah nilai palatabilitasnya yang relatif rendah disebabkan kandungan serat lebih tinggi dibandingkan bahan pakan sumber protein lainnya.

Pemberian bungkil inti sawit tidak direkomendasikan dalam bentuk tunggal karena dapat mengganggu organ pencernaan sapi, tetapi dianjurkan bersamaan dengan bahan pakan lain. (*)

Foto: Kementan

(Visited 120 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *