fbpx
Suara Peternakan

Akibat Demam Babi Afrika, China Kucurkan Subsidi untuk Peternakan Skala Besar

Suarapeternakan.com – Beijing. Diketahui bahwa China memiliki peternakan babi dengan jumlah terbesar di dunia. Terdiri dari peternakan besar hingga peternakan rumahan.

Langkah terbaru China untuk mendukung peternakan babi setelah penyebaran demam babi Afrika yang menekan bisnis peternakan disana. Badan perencanaan nasional China  akan mengeluarkan subsidi hingga 5 juta yuan atau Rp 9,85 miliar untuk pembangunan peternakan babi skala besar.

Subsidi ini akan dikucurkan sebelum akhir 2020 oleh Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional. Dengan nilai minimal subsidi sebesar 500.000 yuan, yang akan diberikan untuk peternakan yang berniat ekspansi.

Dana sebesar itu akan ditujukan untuk membantu produsen penutup biaya perlengkapan untuk pencegahan lenyakit, pengolahan limbah, kontrol lingkungan dan otomatisasi pemberian pakan.

Setelah demam babi Afrika yang melanda tahun lalu, yang melatar belakangi diluncurkannya subsidi ini.

Melansir dari Kontan.id yang dikutip dari Reuters, Bulan Juni harga daging babi di China naik akibat berkurangnya pasokan.

Direktur Penjualan Bid Dutchman, perusahaan peralatan pertanian dan peernkan Jerma yang beroperasi di China mengatakan, sekitar 40-50 produsen terbesar akan mendapatkan untung. Pembangunan peternakan modern akan memakan biaya antara 10.000 yuan hingga 12.000 yuan per anakan. Belum termasuk ongkos pembelian babi dan tanah.

Ron Lane menambahkan, sekitar 20% biaya konstruksi untuk 2.000 anakan bisa terbayar. Tapi peternakan babj di China memiliki sekitar 5.000 anakan sehingga pemerintah China hanya memberikan subsidi dengan menanggung sebagian biaya kecil.

Wakil perdana menteri China telah mengeluarkan serangkaian, termasuk pelonggaran pembatasan izin lahan dan menawarkan pinjaman bunga rendah bagi petani.  Namun para ahli mengatakan bahwa resiko tetap tinggi dengan demam bagi babi Afrika yang masih menyebar di China. Hingga kini belum ada obat dan vaksin untuk penyakit ini.

Dokumen Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional menunjukkan bahwa badan perencanaan juga akan mengucurkan subsidi 100 kabupaten untuk membangun fasilitas untuk mengumpulkan, merawat dan menggunakan kembali kotoran ternak dari peternakan babi dan unggas.

Subsidi ini akan dikucurkan dalam dua tahun. Target utamanya adalah kabupaten yang bukan produsen utama ternak tapi memiliki setidaknya 100.000 babi. Besaran subsidi ini tidak lebih dari 50% total investasi proyek dan dibatasi maksimal 30 juta yuan per proyek.

Sumber: Kontan.id/Reuters

(Visited 60 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *