fbpx
Suara Peternakan

Adu Balap Ojek Kuda di Bromo

SUARAPETERNAKAN.COM – Kearifan lokal yang masih terjaga hingga saat ini bagi masyarakat Bromo yaitu Suku Tengger dan sekitarnya adalah memelihara kuda. Kuda sudah menjadi kendaraan sejak masa lampau.

Banyaknya pemelihara dan pengguna kuda di Kawasan Bromo saat ini. Kuda di Bromo digunakan sebagai alat wisatawan untuk berkeliling di wilayah Bromo. Kuda tersebut sudah seperti ojek sehingga namanya disebut dengan ojek kuda.


Kumpulan kuda di Bromo siap mengantarkan pengunjung (Foto: http://lakhsmiwulandari.deviantart.com/)

Ketika berkunjung ke tempat wisatawan di Bromo, anda bisa menikmati suasana alam pegunungan tanpa perlu berjalan lelah. Dibandingkan dengan ojek motor, ojek kuda ini membuat anda bisa lebih menikmati karena berjalan tidak cepat. Sambil menghirup udara segar gunung di Bromo.

Sangat mudah mendapatkan ojek kuda ini, yaitu ojek tersebut mangkal di pos terakhir sebelum ke puncak Bromo, dengan kuda perjalanan menuju puncak menjadi lebih mudah.

Menuju puncak dan berkeliling di wilayah lain disekitarnya. Meski tarif yang dipatok biasanya lebih mahal dibandingkan dengan menuju puncak karena rute yang ditempuh lebih jauh.

Dilansir dari ngalam.co pada 17 Maret 2019, Kuda-kuda ini dipelihara untuk dijadikan sarana ojek. Menjadi pilihan alternatif bagi warga masyarakat suku Tengger dalam meningkatkan perekonomian mereka. Sementara, terkait harga sewa biasanya tergantung keberhasilan pengunjung untuk melakukan penawaran. Namun, biasanya kalau akhir pekan harganya tetap tidak ada perubahan.

Pada akhir pekan, dengan Rp50.000 bisa menikmati perjalanan mengempas debu dan batu-batuan menuju puncak Bromo. Sementara untuk perjalanan lain biasanya lebih mahal hingga Rp100.000-an.

Ojek Kuda Adu Balapan di Gunung Bromo

Kini, Gunung Bromo tengah dilanda erupsi. Kunjungan di wisata Bromo pun sepi, sehingga ojek kuda sepi peminat. Meski demikian, Pelaku wisata melakukan aktivitas kreatif, misalnya saja adu balap ojek kuda.

Dilansir dari detik.com, karena erupsi gunung bromo, hanya sejumlah wisatawan yang datang ke kawasan Gunung Bromo, namun tidak sebanyak jumlah biasanya. Untuk menghilangkan kebosanan, para pelaku wisata ojek kuda punya cara tersendiri, yakni pacuan kuda.

Pacuan Kuda di Bromo ( Foto: M Rofiq/detikTravel )

Pacuan kuda yang digelar oleh Kapolres Probolinggo. Pacuan kuda dengan menggunakan kuda ojek wisata. Siapa sangka kuda angkutan tersebut juga bisa berlari kencang. Bermodalkan skill seadanya, sekitar sejumlah ojek kuda di Bromo saling berpacu melenggangkan kudanya yang digelar di lautan pasir Gunung Bromo.

Tujuan diselenggarakannya pacuan kuda ini, sehingga bisa melihat langsung kondisi terkini Gunung Bromo sekaligus memberikan imbuan bagi wisatawan, pelaku wisata dan masyarakat agar berhati-hati di areal wisata alam yang tengah menyemburkan abu tersebut.

Kapolres Probolinggo, AKBP Eddwi Kurniyanto mengatakan, pacuan di Bromo dilakukan secara spontanitas, mengingat sepinya job saat ini yang dialami para ojek kuda.

Menurut Kapolres pacuan kuda dilakukan guna menggali potensi apakah para ojek kuda di Bromo bisa dilombakan secara serius, bahkan menjadi salah satu destinasi wisata.

“Saya lombakan, barangkali bisa jadi destinasi wisata nantinya yakni, lomba pacuan ojek kuda Bromo. Apalagi saat low season begini, tengah sepi pengunjung kan, bisa jadi pengganti penghasilan mereka,” terang kapolres dikutip dari detik.com, Minggu (17/03/19).

Dalam pacuan kuda tersebut, yang dilakukan start sebanyak 3 kali, Kapolres Probolinggo memberikan hadiah uang bagi para ojek kuda, yang menjuarai lomba pacuan kuda dadakan tersebut.

(Visited 74 times, 1 visits today)

Related Articles