fbpx
Suara Peternakan

Mengenal Bentuk dan Pemberian Pakan pada Lebah Madu

Suarapeternakan.com –  Ketersediaan tanaman lebah merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha perlebahan. semakin berkurangnya luasan lahan tanaman penghasil bunga untuk pakan lebah sangat mempengaruhi produksi madu nasional.

Apabila dilakukan pengembangan tanaman pakan lebah dengan baik nantinya dapat meningkatkan produksi madu nasional. 

Lebah madu adalah mahluk kecil yang sibuk, dan karena mereka mencari makanan alami yang mereka butuhkan untuk membuat madu, mereka juga mengkonsumsi nutrisi yang mereka butuhkan. Serangga ini sangat efisien dengan apa yang mereka lakukan, dan bahkan memberi makan sesuai dengan hirarki sosial tempat mereka tinggal. Berkat efisiensi ini, mereka mampu menghasilkan makanan yang cukup tidak hanya untuk diri mereka sendiri, tapi juga untuk manusia.

Bentuk pakan lebah madu yaitu nektar, polen, honey dew, dan royal jelly. Nektar adalah cairan yang dihasilkan oleh kelenjar nektar tumbuhan. Kandungan karbohidrat sekitar 30-87%, terdiri dari sukrosa, fruktosa, dan glukosa. Selain itu, nektar juga mengandung nitrogen berupa asam amino, amida, dan asam organic yaitu vitamin, mineral, dan senyawa aromatik.

Polen dihasilkan dari bunga sebagai sel-sel kelamin jantan tanaman.

Royal jelly merupakan cairan kental asam manis, berwarna putih susu, diolah secara alami dari nektar dan tepung sari bunga oleh lebah pekerja melalui kelenjar pharyngen, dan dikeluarkan melalui rahang atas. Royal jelly mengandung air 66,05%, protein 12,34%, gula 12,43%, lemak 5,46%, dan residu yang tidak teridentifikasi 2,8%.

Pemberian pakan berupa larutan gula putih, umumnya diberikan saat musim kemarau.   

Nektar dan serbuk sari
Makanan lebah madu terdiri dari dua bahan pokok, yang keduanya dihasilkan oleh bunga: nektar dan serbuk sari. Nektar adalah air manis yang dihasilkan oleh dan dikumpulkan pada tanaman seperti bunga, sedangkan serbuk sari adalah bubuk kaya protein.

Sementara lebah meminum sebanyak mungkin nektar, lebah madu tidak melahap diri mereka sendiri, mereka membawanya kembali ke sarangnya, di mana madu digunakan dalam produksi madu. Bersama-sama, nektar dan serbuk sari memberi lebah madu ramuan untuk menghasilkan berbagai jenis madu yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup koloni.

Sistem Kasta
Karena larva tidak bisa pergi dan mencari makanan sendiri, mereka diberi makan resep masakan yang berbeda, dimulai dengan royal jelly. 

Royal jelly adalah campuran madu, serbuk sari dan nektar yang sangat tinggi protein dan karbohidrat, yang dibutuhkan larva untuk tumbuh. Setelah tiga hari berpesta dengan royal jelly, hanya larva ratu yang diizinkan untuk terus memakannya. Larva drone dan pekerja kemudian diberi bee bread, yang terbuat dari madu dan serbuk sari.

Madu
Lebah madu bekerja dengan tergesa-gesa sepanjang musim semi dan musim panas untuk menghasilkan madu yang akan membuat mereka tetap hidup sepanjang tahun. Tanpa bunga untuk menghasilkan serbuk sari dan nektar yang mereka butuhkan saat smusim dingin, lebah madu benar-benar bergantung pada penyimpanannya untuk bertahan di musim dingin.

Jika lebah madu gagal memproduksi dan menyimpan cukup madu, koloni tersebut membutuhkan minimal 100 pon madu untuk bertahan di musim dingin, mereka mungkin terpaksa bersifat kanibal di dalam koloni, memakan larva dan telur mereka sendiri.

Sama halnya dengan ternak secara umum, lebah juga membutuhkan kecukupan pakan untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok (maintenans), pertumbuhan koloni, produksi madu dan aktivitas reproduksi. Pakan lebah yang penting adalah nektar dan pollen yang dihasilkan tanaman.

Hampir semua tanaman berbunga adalah penghasil nektar yang diperlukan lebah. Jenis-jenis tanaman penghasil nektar antara lain: tanaman pangan, tanaman kehutanan, tanaman perkebunan, tanaman hortikultura (buah dan sayuran), tanaman bunga-bungaan serta rumput dan semak belukar (Direksi Perum Perhutani , 1992).

Salah satu syarat pendukung perkembangan koloni lebah dan produksi madu adalah ketersediaan pakan lebah secara berkesinambungan. Karena itu segala usaha menyediakan sumber pakan lebah sepanjang tahun merupakan kegiatan yang penting.

Indonesia yang beriklim tropis tumbuh berbagai spesies tanaman. Tidak kurang 25.000 tanaman berbunga tumbuh dan berbiak di Indonesia. Diversitas tanaman yang sangat besar itu sangat memungkinkan tersedianya pakan lebah sepanjang tahun, karena banyaknya jenis tanaman yang berbunga terus menerus sepanjang tahun utamanya penghasil nektar dan pollen yang sangat diperlukan lebah.

Salah satu jenis tanaman pakan lebah penghasil nektar yang cukup potensial dan mampu berbunga sepanjang tahun adalah kaliandra bunga merah (Caliandra calotyrsus Meissn). Tanaman kaliandra bunga merah mampu memproduksi nektar sebanyak 119 liter per ha per hari (Husaini, 1986).

Pada dasarnya pakan lebah adalah nektar sebagai sumber karbohidrat dan tepung sari sebagai sumber protein. Nektar dan tepung sari terdapat dalam bagian bunga tanaman yang sangat menarik bagi lebah.

Nektar merupakan hasil sekresi yang manis dari tanaman dan merupakan bahan utama penyusun madu. Nektar merupakan senyawa kompleks yang dihasilkan kelenjer nectar tanaman dalam bentuk larutan gula. Nektar terdapat pada bagian petal, sepal, stamen dan stigma. Konsentrasi nektar bervariasi antara satu bunga dengan bunga lainnya.

Kemampuan lebah pekerja dalam mengumpulkan nektar tanaman bervariasi dari 25 – 70 mg per ekordan ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain kapasitas kantong madu lebah pekerja, jumlah dan konsentrasi gula nektar, keadaan cuaca serta pengalaman lebah pekerja dalam pengumpulan nectar.

Aktivitas terbang untuk mengumpulkan nektar dan pollen berlangsung sejak pagi sampai sore hari (Rinderer dan Collins, 1986).

Pollen atau tepung sari merupakan sumber protein yang penting bagi lebah madu. Kandungan protein kasarnya rata-rata 23 persen, selain itu juga terdapat lemak, karbohidrat dan mineral (Sihombing, 1997).

Pollen diperoleh dari bunga yang dihasilkan oleh anther sebagai sel kelamin jantan tanaman. Lebah madu memiliki konstruksi tubuh yang unik untuk mengumpulkan dan membawa pollen dari bagian tanaman, yakni dengan menggunakan hampir semua bagian permukaan tubuh, utamanya thorax.

Ribuan sampai jutaan butiran pollen akan menempel pada permukaan tubuh, selanjutnya dibersihkan dengan sikat khusus dan masuk ke dalam keranjang khusus yang disebut pollen basket (keranjang pollen) yang terdapat pada kaki belakang lebah madu, yang sanggup menampung 20 mg pollen (Free, 1982).

Kemampuan lebah madu dalam mengumpulkan pollen tergantung pada kerajinan individu lebah pekerja dan kapasitas kantong pollen yang terdapat di kaki belakang lebah. Disamping itu terdapat pengaruh faktor-faktor lingkungan terhadap intensitas pengumpulan pollen, baik terhadap aktivitas terbang, tingkat atau pola konsumsi pakan serta tingkat produksi pollen tanaman.

Faktor kelembaban, temperatur dan kecepatan angin juga berpengaruh terhadap aktivitas lebah madu. Selain itu lebah juga akan mengumpulkan air yang diperlukan untuk pertumbuhan koloni.

Lebah jantan yang sedang terbang menghabiskan sekitar 20 mg karbohidrat perjamnya, sedang lebah pekerja menghabiskan sekitar 10 mg per jam terbang.

Sumber: lebahimut23.wordpress.com

(Visited 83 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *