fbpx
Suara Peternakan

Lembang Sentra Peternakan Kelinci, Mulai Dilirik Mancanegara

Suarapeternakan.com – Lembang. Kawasan Lembang, Bandung, Jawa Barat identik dengan kelinci. Kelinci dengan pola kelahiran empat kali dalam setahun di kawasan ini, bermula dari bantuan presiden pada 1980-an. Melimpahnya hasil ternak kelinci di Lembang, anda bisa menemui berbagai kedai dengan masakan khas berbahan baku daging kelinci, yakni sate kelinci dan sop kelinci.

Bagi anda yang mau beternak kelinci, Lembang adalah tempat membeli indukan kelinci yang bagus. Oleh sebab itu pantas dijuluki sebagai sentra peternakan kelinci, sejak rezim orde baru mulai bermunculan.

Dilansir dari kompas.com, saat Presiden Soeharto mencanangkan program Bantuan Presiden (Banpres) di berbagai daerah di Indonesia. Lembang yang berhawa sejuk serta banyak sayuran, membuat pemerintah beranggapan bahwa kelinci paling cocok dibiakkan di situ.

Desa Sukalaya adalah desa pengembangan kelinci, sekira 15 kepala keluarga yang menggantungkan hidupnya pada hasil ternak kelinci. Memelihara 30 sampai 50 ekor indukan. Pengembangbiakan kelinci jenis pedaging, kelinci piaraan seperti kelinci ras rex, angora, lop, ducth, ataupun netherland darf.

Kelinci mungkin sudah tidak asing lagi bagi wisatawan yang sering berkunjung di daerah Lembang. Puluhan kios yang menjual kuliner berupa sate kelinci dan penjual kelinci peliharaan.

Namun, hingga tahun 2013, pasokan kelinci mulai langka dalam kurun waktu dua bulan tahun itu.

Hawa Lembang cocok untuk beternak kelinci sehingga kelinci banpres yang jumlahnya puluhan, berkembang biak secara luas. Saat ini, peminat kelinci asal macanegara mulai dilirik, peternakan kelinci di Kampung Sindangwass, Desa Mekarwangi, Kec. Lembang.

Melansir dari rmoljabar.com, berbagai jenis kelinci baik lokal maupun impor dibudidayakan di kampung ini sejak 8 tahun silam.

Cecep Koswara menekuni peternakan kelinci miliknya dengan pendapatan Rp5 juta sampai Rp6 juta perbulannya.

Menurut Cecep, beberapa tahun belakang khususnya di tahun 2019, permintaan daging kelinci meningkat. Tidak hanya dipasarkan di dalam negeri saja, daging kelinci juga di ekspor ke luar negeri. Untuk pemasaran dalam negeri dari Aceh hingga Papua sedangkan mancanegara mencakup Filipina dan Pakistan.

Peminat dari mancanegara banyak mencari kelinci impor yang dikembangbiakkan di Wakarwangi Lembang. Seperti kelinci jenis English Angora, GG (German Giant), Holland Lop, Netherland Dwarf, Fuzzy Lop, Flemish Giant, Himalayan, dan kelinci ras negara luar lainnya.

Cecep lebih fokus mengembangkan empat jenis kelinci impor yaitu English Angora, Fuzzy Lop dan Netherland Dwarf dengan alasan lebih mudah pemasarannya dan harga yang terjangkau. Sementara di Kampung Sindangwaas ada 40 peternak kelinci yang mengembangkan berbagai jenis kelinci khususnya kelinci ras impor.

Ketua Peternak Kelinci Kampung Singdangwaas, Asep Odik menginginkan kampungnya dinobatkan sebagai Kampung Kelinci Mekarwangi. Karena melalui beternak kelinci nyatanya mampu untuk menopang perekonomian keluarga.

(Visited 141 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *