fbpx
Suara Peternakan

Panen Budidaya Kelinci Pedaging

SuaraPeternakan.com – Hasil utama kelinci adalah daging dan bulu. Kandungan protein karkas tinggi, kadar kolestrol yang rendah, otot dagingnya halus, serta secara organoleptic lebih gurih dan lebih disukai konsumen. Hasli sampingannya berupa kotoran untuk pupuk. Pada umur 8-12 minggu, kelinci potong sudah bias dipanen.

Sebelum dipanen, kelinci dipuasakan (stoving) selama 6-10 jam untuk mengosongkan isi dalam saluran pencernaan, terutama usus. Sementara air minum tetap diberikan. Setelah dipotong, kelinci perlu dikuliti, mulai dari kaki belakang hingga kearah kepala. Saat dikuliti, sebaiknya kelinci dalam posisi tergantung.

Agar tidak mengkontaminasi daging, jeroan berupa usus, jantung, dan paru-paru dikeluarkan. Karkas kelinci bias dipotong menjadi delapan bagian, yaitu 2 potong kaki depan, 2 potong kaki belakang, 2 potong bagian dada dan 2 potong tubuh bagian belakang.

Sesungguhnya tidak ada batasan tentu pada kelinci pedaging hias serta budidaya. Banyak ras kelinci pedaging yang awalnya dipergunakan sebagai mana kelinci hias, masa datang digunakan menjadi kelinci pedaging. Begitupun sebaliknya, kelinci pedaging yang awalnya ditujukan untuk pedaging, tetapi lantara bentuk serta rupanya indah memukau, lalu dikembangkan sebagai kelinci pedaging hias.

Ada tiga konsentrasi paling utama dlam budidaya kelinci pedaging yaitu bertujuan pada daging, kulit serta bulu. Beberapa jenis kelinci pedaging juga mempunyai kelebihan tidak sama, ada yang unggul dikembangkan daging, kualitas kulit serta produksi bulu atau woll.

Di Indonesia, budidaya kelinci masih didominasi oleh kelinci pedaging. Hal semacam ini lantaran industry kulit serta woll kelinci pedaging belum berkembang luas.

Tidak ada patokan pada usia berapakah ternak kelinci dapat dipanen. Pasar kelinci sekarang ini tidak semasif tipe daging lain seperti unggas, kambing. Kelinci umumnya dijual anakannya sebagai peliharaan. Untuk jualan anakan sebaiknya diatas 2 bulan, sesudah penyusuan. Kelinci yang sangat muda dikhawatirkan akan tidak bertahan terpisah dari induknya.

Untuk tipe pedaging, umumnya dipanen sesudah kelinci berumur 3,5 bulan atau memiliki bobot 2-3 kg. Lama saat penggemukan untuk meraih bobot itu berjalan sekitar 2-3 bulan. Apabila dijual lebih lama lagi, akan tidak ekonomis karena memerlukan pakan yang semakin banyak.

Apabila menginginkan jual bibit atau calon indukan, umumnya dipelihara sampai kelinci berusia 10-12 bulan. Harga bibit tidak akan diperhitungkan per kg, namun dilihat kelebihan keturunan serta kesehatannya.

(Visited 73 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *