fbpx
Suara Peternakan

Tata Cara Pemeliharaan Kelinci

SuaraPeternakan.com – Tatalaksana pemeliharaan kelinci meliputi lokasi, pakan, kandang, reproduksi dan penyakit yang dialami kelinci. Respon pangsa pasar dan perkembangan dunia agribisnis mendorong kuatnya para peternak untuk berbisnis kelinci. Salah satu jenis kelinci yang harganya bersaing yaitu jenis kelinci Rex (Oryctolagus cuniculus rex). Kunci dari pembudidayaan kelinci yaitu kerja keras, rapi dalam perawatan dan jeli dalam menilai pasar.

Kombinasi antara modal kecil, jenis pakan yang mudah dan perkembangbiakan dengan cepat. Sehingga menjadikan kelinci cocok sebagai usaha bagi petani yang tidak memiliki lahan luas. Negara berkembang, kelinci dapat diberi pakan hijauan yang dikombinasikan dengan limbah pertanian dan limbah hasil industri pertanian.

Pakan merupakan salah satu factor penting dalam melakukan usaha peternakan. Hal ini disampaikan Ensminger dkk, (1990) dalam penelitiannya. Keberhasilan usaha pemeliharaan ternak banyak ditentukan oleh pakan yang diberikan disamping factor pemilihan bibit dan tatalaksana pemeliharaan yang baik.

Kelinci dapat berproduksi tinggi, maka perlu dipelihara secara intensif dengan pemberian pakan yang memenuhi syarat, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Tempat pemeliharaan kelinci diusahakan selalu dalam keadaan kering agar tidak menjadi sarang penyakit. Tempat yang lembab menyebabkan kelinci mudah terserang pilek dan penyakit kulit. Penyapihan anak dilakukan setelah umur 7-8 minggu. Pemisahan ini dilakukan berdasarkan jenis kelamin untuk mencegah kedewasaan kedewasaan kelamin yang terlalu dini.

Reproduksi ternak kelinci ini meliputi 1) perkawinan, 2) kebuntingan, 3) kelahiran. Kelinci dewasa siap dikawinkan pada umur 7 – 9 bulan, usia kelinci jantan lebih tua dibandingkan kelinci betina, perkawinan dilakukan di kandang kelinci jantan selama 10 – 15 menit. Menurut Manshur dan Fakkih (2010) mengatakan bahwa usia kelinci dewasa jantan lebih tua dan perkawinan dilakukan di kandang jantan, hal ini dilakukan karena unsur dominatif sangat menentukan pejantan lebih agresif dalam melakukan perkawinan. Perkawinan yang baik dilakukan pada pagi hari antara jam 6 – 8, malam hari (6 – 8).

Kelinci merupakan ternak yang mudah stress dan mempunyai tingkat kematian tinggi. Fokus dalam pengetahuan dan pemahaman tata laksana pemeliharaan ternak kelinci dalam artian kesiapan memperhatikan setiap waktu dan mempunyai kesanggupan untuk bersusah payah.

Dilansir dari berbagai sumber, tata cara pemeliharaan kelinci yang harus diperhatikan adalah ketika usia masih relative kecil. Kelinci kecil rentan dan mudah stress.

Pilih kelinci kecil siap sapih

Hati-hati dalam memilih kelinci kecil, kadang peternak menjual cepat kelinci kecil mereka bahkan sebelum usia kelinci 40 hari. Padahal dengan usia sekecil itu, kelinci belum layak untuk disapih dari induknya.

Kelinci yang belum siap sapih akan relatif lebih rentan, mudah sekali sakit dan relatif mudah stress. Itu sebabnya akan sangat disarankan untuk membeli dari peternak yang dikenal bereputasi baik sebagai suplier kelinci bibit yang baik. Hindari membeli kelinci terlalu muda.

Pilih dengan keturunan baik

Masalah keturunan juga akan berperan besar dalam proses usaha ternak yang Anda jalankan. Apapun arah usaha ternak kelinci yang Anda tentukan, baik untuk produksi kelinci hias, pembiakan atau penggemukan.

Beberapa peternak akan sangat menyarankan Anda membeli dari peternak lain. ini membantu Anda mendapatkan sumber bibit yang lebih terpercaya. Karena biasanya peternak dapat menjelaskan dengan baik jenis dan kualitas dari indukan kelinci kecil.

Tetapi kadang membeli dari pasar atau pedagang juga tidak buruk. Asal Anda memilih pedagang dengan reputasi baik. Minta mereka menjelaskan jenis, kualitas turunan hingga sejumlah kebiasaan yang sudah lazim diberikan pada kelinci. Ini memandu Anda lebih mudah membesarkan kelinci sesuai kebutuhan dan kebiasan kelinci tersebut.

Pilih bibit yang sehat

Ini juga bagian penting dalam cara pemeliharaan kelinci kecil. kalau sejak awal saja kelinci kecil sudah tidak fit, sulit untuk Anda mendapatkan hasil optimal. Karenanya pemilihan kelinci kecil yang sehat jelas menjadi krusial.

Pastikan kelinci kecil dalam kondisi sehat, dengan mata yang tampak bulat bersinar, tidak layu atau tampak malas, hidung dan anus yang bersih, tidak berair dan kotor, telinga tampak segar tidak layu dan tidak dalam kondisi cacat.  Hindari kelinci kecil dengan bulu yang rontok atau hidung tampak terlalu merah. Karena bisa jadi kondisi kelinci sudah tidak fit.

Pemberian pakan

Pakan menjadi elemen krusial lain dalam cara pemeliharaan kelinci kecil. Sebaik apapun kualitas bibit yang Anda dapatkan, bila tidak diberi pakan dengan tepat hasilnya akan  buruk. Bahkan tidak mungkin kelinci ternak Anda malah mati.

Teknik perawatan

Tak ubahnya dengan manusia, kelinci pun juga dapat stress dan hanya dapat diobati dengan  bertemu dengan ibu mereka. Dan bila dipisahkan dengan paksa kadang menyebabkan kelinci kecil lebih sensitif.

Bantu menambah rasa nyaman kelinci dengan menambahkan menyatukan sesama kelinci kecil dalam satu kandang. Kelinci akan berinteraksi satu sama lain dan ini akan menjadi cara pemeliharaan kelinci kecil yang efisien.

(Visited 109 times, 1 visits today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *